Sambut 17 Agustus, Gang Sempit di Banyuwangi Disulap Jadi Lapak UMKM

Kompas.com - 05/08/2022, 18:04 WIB

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Cara menarik dilakukan warga perkotaan Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menyambut 17 Agustus.

Gang sempit yang menjadi akses jalan disulap menjadi lapak UMKM dengan pernak-pernik merah putih khas ornamen perayaan Hari Kemerdekaan.

Berbagai macam oleh-oleh seperti camilan khas Banyuwangi, kopi, hingga olahan ikan, mudah ditemukan di pusat belanja oleh-oleh gang unik ini.

Warga setempat memberi nama gang yang tidak lebih dari dua meter itu dengan istilah, Gang Remaja.

Gang ini terletak di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Kota Banyuwangi. Di sini ada 25 pelaku industri kreatif dan UMKM yang menggelar lapak dagangannya di teras rumah.

Baca juga: Bangkai Paus Terdampar Berbau Busuk, Warga Minta Pemkab Banyuwangi Percepat Evakuasi

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Mandar Hilman Syah Anwar, ide membuat pusat oleh-oleh berbasis masyarakat ini untuk memajukan perekonomian warga setempat.

"Ibu-ibu warga sini kalau pukul 01.00 sampai 06.00 Wib, berjualan ikan di pasar Banyuwangi. Sore harinya dimanfaatkan untuk berjualan dirumah masing-masing hingga malam hari," kata Hilman, Jumat (5/8/2022).

Hilman mengatakan, lapak UMKM yang didirikan itu bekerja sama dengan Asosiasi Kuliner, Kaos, Kerajinan, Aksesoris, dan Batik (AKRAB) Banyuwangi.

"Untuk saat ini, AKRAB Banyuwangi sangat membantu warga sekitar dalam hal supplay produk. Harapan kedepan tetap ada produk asli Kampung Mandar yang bisa dipasarkan," ucap Hilman.

Target terbesar pengunjung pusat oleh-oleh Kampung Mandar ini merupakan pengunjung yang berada di Mandar Fish Market. Dan akan menjamah 200 rumah produksi.

"Kita yakin nantinya masyarakat bisa mendapatkan rezeki dari depan rumahnya sendiri," tutupnya.

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kegiatan yang dilakukan warga Kampung Mandar.

"Tentu ini akan menjadi tempat pusat ekonomi baru bagi masyarakat Kampung Mandar. Bisa berjualan langsung di depan rumah," ungkap Ipuk.

Baca juga: Polisi Banyuwangi Jaga Jalur Perbatasan Jember di Gumitir, Ini Penyebabnya

Menurut Ipuk, pusat oleh-oleh di sepanjang gang ini merupakan inovasi baru untuk mendukung adanya destinasi kuliner Fish Market di Banyuwangi.

Namun Ipuk berpesan kepada warga sekitar, untuk dapat menjaga kebersihan jika produk tersebut ingin terus eksis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istri Siri di Bangkalan Dihabisi oleh Suaminya, Ditemukan Telah Menjadi Kerangka 5 Bulan Setelah Pembunuhan

Istri Siri di Bangkalan Dihabisi oleh Suaminya, Ditemukan Telah Menjadi Kerangka 5 Bulan Setelah Pembunuhan

Surabaya
Jembatan Ngaglik Lamongan Kembali Diperbaiki, Jalur Alternatif Disiapkan

Jembatan Ngaglik Lamongan Kembali Diperbaiki, Jalur Alternatif Disiapkan

Surabaya
Jelang HUT Arema, Ini Imbauan Kapolresta Malang

Jelang HUT Arema, Ini Imbauan Kapolresta Malang

Surabaya
Polisi Periksa 6 Saksi Bentrok Kelompok Perguruan Silat dengan Warga di Malang

Polisi Periksa 6 Saksi Bentrok Kelompok Perguruan Silat dengan Warga di Malang

Surabaya
Elpiji Meledak hingga Hanguskan Seisi Rumah di Banyuwangi, Seorang IRT Alami Luka Bakar

Elpiji Meledak hingga Hanguskan Seisi Rumah di Banyuwangi, Seorang IRT Alami Luka Bakar

Surabaya
Dugaan Korupsi Pembibitan Pisang Mas Kirana yang Rugikan Negara Rp 800 Juta, Kadis Pertanian Lumajang: Bukan Era Saya

Dugaan Korupsi Pembibitan Pisang Mas Kirana yang Rugikan Negara Rp 800 Juta, Kadis Pertanian Lumajang: Bukan Era Saya

Surabaya
Truk Pengangkut Tebu Adu Banteng dengan Avanza di Madiun, 2 Orang Terluka

Truk Pengangkut Tebu Adu Banteng dengan Avanza di Madiun, 2 Orang Terluka

Surabaya
Tim Konselor Beri 'Trauma Healing' pada Korban Pembakaran Rumah di Jember

Tim Konselor Beri "Trauma Healing" pada Korban Pembakaran Rumah di Jember

Surabaya
Anggota DPRD Sumenep Usulkan Pengadaan Kartu Kredit untuk Dewan, Ini Alasannya

Anggota DPRD Sumenep Usulkan Pengadaan Kartu Kredit untuk Dewan, Ini Alasannya

Surabaya
Bawa Pohon Pisang, Mahasiswa Desak Kejari Lumajang Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi

Bawa Pohon Pisang, Mahasiswa Desak Kejari Lumajang Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi

Surabaya
Soal Pembakaran Rumah di Jember, Khofifah: Akar Masalahnya adalah Kepemilikan Kebun Kopi

Soal Pembakaran Rumah di Jember, Khofifah: Akar Masalahnya adalah Kepemilikan Kebun Kopi

Surabaya
Karyawan Pabrik Asal Kediri Ditemukan Tewas di Dalam Sumur di Banyuwangi

Karyawan Pabrik Asal Kediri Ditemukan Tewas di Dalam Sumur di Banyuwangi

Surabaya
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Baru dalam Kasus Pembakaran Rumah di Jember

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Baru dalam Kasus Pembakaran Rumah di Jember

Surabaya
HUT Ke-77 RI, 17.822 Bendera Merah Putih Produksi 77 Penjahit Akan Disebar ke Seluruh Penjuru Banyuwangi

HUT Ke-77 RI, 17.822 Bendera Merah Putih Produksi 77 Penjahit Akan Disebar ke Seluruh Penjuru Banyuwangi

Surabaya
Pencari Rumput di Magetan Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor di Bekas Galian C

Pencari Rumput di Magetan Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor di Bekas Galian C

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.