Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Erick Thohir Akan Minta Izin Jokowi untuk Ikut Bantu Tangani Wabah PMK

Kompas.com - 19/06/2022, 12:54 WIB

SURABAYA,KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN-RI) Erick Thohir menerima keluh kesah para pegiat sapi kerapan tentang penularan wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Lapangan Kerapan Sapi, Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (18/6/2022).

Mereka yang tergabung dalam Paguyuban Karapan Sapi Madura (Pakar Sakera) hendak mencari solusi atas wabah PMK yang juga menyerang sapi-sapi kerap.

"Ada ke khawatiran yang dalam. Bagaimana PMK ini tidak hanya menyerang sapi-sapi yang jumlahnya cukup banyak di Madura, dan kerapan sapi juga terganggu karena saat ini 30 persen yang sudah meninggal," ucap Erick.

Baca juga: Sempat Disebut Rising Star, Erick Thohir Tak Diusulkan sebagai Capres di Rakernas Nasdem

Menurut Erick dalam merawat sapi kerapan membutuhkan waktu dan biaya banyak, sebab harus dirawat sejak kecil.

"Jadi jumlahnya terkena secara banyak, tentu ketika akan mengangkat kegiatan kerapan sapi ini butuh waktu yang cukup lama. Mungkin bisa dua dan tiga tahun lagi," terang dia.

Disampaikan juga oleh Erick, selama ini pagelaran Kerapan Sapi Piala Presiden sempat terjeda  karena pendemi Covid-19 ditambah lagi saat ini wabah PMK.

Erick berjanji akan menyampaikan persoalan yang dialami oleh pegiat sapi kerapan ke Kementerian Pertanian dan Presiden Indonesia Joko Widodo.

"Tentu kami sebagai BUMN akan mendapatkan penugasan, kalau memang kami  memungkinkan diizinkan bantu, maka kami akan bantu," tutur dia.

Baca juga: Peternak di Kabupaten Bandung, Punya Cara Sendiri untuk Sembuhkan Sapi dari PMK

Bagi Erick kerapan sapi adalah budaya lokal yang harus tetap dijaga.

"Senin saya akan laporkan dulu ke Presiden. Karena domain Kementerian BUMN adalah koperasi dan harus bekerja sama dengan kementerian terkait," sebutnya.

Sementara itu Wakil Bupati Bangkalan Mohni kedatangan Erick Thohir dan cara penanganan yang akan dilakukan berharap menjadi solusi terhadap wabah PMK  yang sedang menyerangkan sapi di Madura.

"Kemarin Pak Menteri BUMN-RI Erick Thohir sudah mendengar langsung keluhan kondisi terkini wabah PMK ini. Insya Allah, sebagaimana dulu Covid-19, selaku Menteri BUMN beliau adalah arsitek atau orang yang mendatangkan vaksin ke Indonesia. Semoga vaksin untuk sapi juga akan didatangkan,” pungkas Mohni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Temui 2 WN Finlandia yang Terdampar di Sumenep, Beri Bantuan Akomodasi hingga Transportasi

Bupati Temui 2 WN Finlandia yang Terdampar di Sumenep, Beri Bantuan Akomodasi hingga Transportasi

Surabaya
Asyifa, Balita Tanpa Anus di Sumenep, Dapat Bantuan dan Ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini

Asyifa, Balita Tanpa Anus di Sumenep, Dapat Bantuan dan Ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini

Surabaya
Polisi Masih Kejar 2 Rekan Samanhudi Tersangka Perampokan Wali Kota Blitar, Berikut Ciri-cirinya

Polisi Masih Kejar 2 Rekan Samanhudi Tersangka Perampokan Wali Kota Blitar, Berikut Ciri-cirinya

Surabaya
Terbawa Gelombang Pasang, Sampah Kiriman Menumpuk di Pulau Masalembu Sumenep

Terbawa Gelombang Pasang, Sampah Kiriman Menumpuk di Pulau Masalembu Sumenep

Surabaya
Napiter Asal Kudus Bebas Bersyarat dari Lapas IIB Tuban

Napiter Asal Kudus Bebas Bersyarat dari Lapas IIB Tuban

Surabaya
Perkosa Anak Teman, Eks Kapolres Badung Divonis 5 Tahun Penjara

Perkosa Anak Teman, Eks Kapolres Badung Divonis 5 Tahun Penjara

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 31 Januari 2023: Pagi Berawan dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 31 Januari 2023: Pagi Berawan dan Sore Hujan Ringan

Surabaya
Buntut Wacana Relokasi, Pedagang Pasar Larangan Demo di Depan Gedung DPRD Sidoarjo

Buntut Wacana Relokasi, Pedagang Pasar Larangan Demo di Depan Gedung DPRD Sidoarjo

Surabaya
Mantan Wali Kota Blitar Ajukan Praperadilan dalam Kasus Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Santoso

Mantan Wali Kota Blitar Ajukan Praperadilan dalam Kasus Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Santoso

Surabaya
Soal Masa Jabatan Kades, Bupati Lumajang: Saya Setuju 9 Tahun, 2 Periode...

Soal Masa Jabatan Kades, Bupati Lumajang: Saya Setuju 9 Tahun, 2 Periode...

Surabaya
Pantai Srau: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Pantai Srau: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Surabaya
Tukang Becak yang Bobol Uang Rp 320 Juta dari Rekening Nasabah BCA Dituntut 1 Tahun Penjara

Tukang Becak yang Bobol Uang Rp 320 Juta dari Rekening Nasabah BCA Dituntut 1 Tahun Penjara

Surabaya
Ratusan Anggota Perguruan Silat Geruduk Polsek Babat Lamongan Usai 1 Pesilat Dikeroyok 15 Orang

Ratusan Anggota Perguruan Silat Geruduk Polsek Babat Lamongan Usai 1 Pesilat Dikeroyok 15 Orang

Surabaya
Petani di Lumajang Kesulitan Air akibat Dam Jebol, Bupati: Belum Ada Realisasi dari APBD Jatim

Petani di Lumajang Kesulitan Air akibat Dam Jebol, Bupati: Belum Ada Realisasi dari APBD Jatim

Surabaya
Wali Kota Surabaya: Ada Warga Berikan Bukti ASN Minta Uang untuk Rekrutmen Tenaga Kontrak

Wali Kota Surabaya: Ada Warga Berikan Bukti ASN Minta Uang untuk Rekrutmen Tenaga Kontrak

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.