SUMENEP, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Jawa Timur, menangkap sindikat pencuri motor yang beraksi di rumah-rumah warga di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep.
Dua pelaku berinisial KU dan MN ditangkap dan dibawa ke Polres Sumenep untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Tujuh barang bukti berupa sepeda motor hasil curian pun disita oleh petugas.
"Pelaku dan barang bukti berupa tujuh sepeda motor diamankan untuk penyidikan lebih lanjut," kata Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Kepolisian Resor (Polres) Sumenep AKP Widiarti saat dihubungi, Sabtu (18/6/2022).
Baca juga: Beli Narkoba lewat Medsos, Pria di Sumenep Ditangkap Saat Terima Paket Berisi Sabu
Widiarti menjelaskan, kasus sindikat pencurian sepeda motor tersebut terungkap berdasarkan laporan salah seorang warga bernama Ainul Hori yang mengaku kehilangan motor pada Selasa (14/6/2022) lalu.
Saat itu, motor milik Ainul yang diparkir di depan rumahnya di Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, raib dibawa kabur maling.
Ainul kemudian berusaha mengejar motor miliknya namun tidak berhasil. Selanjutnya pada Rabu (15/6/2022) korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Baca juga: 175 Calon Jemaah Haji Asal Sumenep yang Terdeteksi Punya Penyakit Berisiko Tetap Diberangkatkan
Polisi yang menerima laporan itu langsung melakukan penyelidikan di sekitar rumah pencuri berinsial KU.
Kemudian pada Kamis (16/6/2022), polisi menemukan sepeda motor milik Ainul jenis Honda Beat Street beserta satu motor lainnya jenis merek Honda CRF.
"Setelah ditunjukkan kepada KU, dia mengaku bahwa satu unit sepeda motor merek Honda Beat Street tersebut merupakan hasil melakukan pencurian milik Ainul," kata dia.
Baca juga: Polisi Gerebek Penjual Miras Ilegal Berkedok Toko Jamu di Sumenep
Kepada polisi, KU mengaku aksi pencurian sepeda motor itu dilakukan bersama-sama dengan MN. Mereka berdua beraksi dengan cara berboncengan.
Pelaku KU juga mengaku beberapa kali pernah melakukan pencurian sepeda motor bersama MN yang hasil pencurian sepeda motor tersebut disembunyikan di rumah MD dengan memberikan imbalan uang yang bervariasi antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000.
Baca juga: Polisi Gerebek Penjual Miras Ilegal Berkedok Toko Jamu di Sumenep
"Di hari itu juga kami mendatangi rumah MN dan menemukan lima sepeda motor yang juga hasil curian. Kita langsung amankan," ujar Widiarti.
Polisi, lanjut Widiarti, masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut. Pelaku MD juga masih dalam proses pengejaran.
Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 363 KUH Pidana Subs 480 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.