Pengakuan Pembobol Saldo Rp 84 Juta Nasabah, Belajar Manipulasi Nomor Call Center Bank dari Internet

Kompas.com - 26/04/2022, 05:42 WIB

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Hilangnya uang Rp 84 juta dari rekening nasabah di Trenggalek, Jawa Timur, terungkap.

Pelaku berinisial AC, warga Plaju, Kota Palembang, Sumatera Selatan, memberi pengakuan bagaimana dirinya bisa melakukan pembobolan rekening tersebut.

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kabupaten Trenggalek Hari Ini, 26 April 2022

Manipulasi nomor call center

AC mengatakan sudah tiga bulan melakukan manipulasi. Dia mengubah nomor call center bank dengan nomor pribadinya.

AC mengaku belajar melakukan rekayasa tersebut dari internet.

"Saya kan lihat-lihat di internet, sudah banyak yang seperti itu. Saya lalu coba meniru," kata AC seperti dilansir dari Surya.co.id, Senin (25/4/2022).

Dari aksinya, AC membobol uang di rekening nasabah sebesar Rp 84 juta.

Baca juga: Uang Rp 84 Juta di Rekening Nasabah Trenggalek Lenyap Setelah Dapat Telepon Ini

Uang sudah habis

AC mengaku telah menghabiskan uang Rp 84 juta tersebut  untuk keperluan sehari-hari.

"(Habis) untuk kebutuhan sehari-hari," kata AC.

Kepala Cabang BRI Trenggalek, Argananta Yuana menjelaskan, call center BRI bersifat terpusat.

Call center hanya ada satu dan berada di kantor pusat.

"Jadi kalau ada selain itu, kami pastikan palsu," kata Yuana.

Baca juga: Mengulik Usaha Pemasok Ikan Laut di Trenggalek Jawa Timur, Ada Sejak 1990-an

 

 Ilustrasi kejahatan di dunia digital.Dok. Shutterstock Ilustrasi kejahatan di dunia digital.
Modus penipuan

Kasatreskrim Polres Trenggalek Iptu Agus Salim mengatakan pelaku awalnya menghubungi korban melalui ponsel dan mengaku sebagai petugas bank.

“Pelaku menghubungi korban, dan meminta data nasabah serta menyampaikan bahwa nomor rekening korban sedang ada masalah,” ujar Iptu Agus Salim, Senin (25/4/2022).

Pelaku lalu mengarahkan korban agar menghubungi pusat layanan bank terkait.

Baca juga: Rawan Keributan, Polres Trenggalek Larang Ronda Sahur dengan Pengeras Suara

Ternyata nomor yang tertera itu telah direkayasa oleh pelaku dan terhubung dengan nomor milik pelaku sendiri.

“Pelaku memanfaatkan kepanikan korban, agar segera menghubungi nomor pusat layanan bank unit terdekat. Nomor pusat layanan tersebut sudah diedit oleh pelaku, dengan nomor pribadi," terang Iptu Agus Salim.

Transfer puluhan juta

Pelaku pura-pura membimbing agar saldo korban tidak disalahgunakan orang lain.

Namun, tanpa disadari, pelaku mengarahkan korban mentransfer sejumlah uang ke dompet digital pelaku melalui virtual akun.

“Dengan logat bicara seolah petugas layanan bank, pelaku menyarankan agar tidak memberi tahu nomor virtual akun ke siapa saja. Agar lebih aman, pelaku meminta nomor virtual untuk perubahan data,” terang Iptu Agus Salim.

Ada tiga kali transaksi transfer dengan dengan nilai total sebanyak Rp 84 juta.

Baca juga: Lokasi Vaksin Booster di Probolinggo dan Trenggalek Maret 2022, Cara Daftar, Syarat, dan Jadwal

Ditangkap di Palembang

Setelah mendapatkan laporan dari korban, polisi menangkap pelaku di rumahnya di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

“Dibantu anggota Polda Sumatera Selatan, serta anggota Polres Palembang, kami menangkap pelaku di rumahnya,” kata dia.

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kabupaten Trenggalek Hari Ini, 26 April 2022

 

Polisi mengamankan barang bukti di antaranya telepon genggam yang digunakan menghubungi korban.

Tidak menutup kemungkinan, ada korban lain dalam kasus tersebut.

Petugas meminta nasabah waspada terhadap penipun dengan modus serupa.

“Warga agar lebih waspada, karena nomor layanan yang tertera di web bisa jadi palsu,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU ITE dan Pasal 65 ayat (1) KUHP, dan diancam dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara, serta denda sebesar Rp 12 miliar.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Trenggalek, Slamet Widodo | Editor : Pythag Kurniati), Surya.co.id

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima 3.100 Dosis Vaksin PMK, Pemkab Tuban Mulai Suntik Ternak Warga

Terima 3.100 Dosis Vaksin PMK, Pemkab Tuban Mulai Suntik Ternak Warga

Surabaya
Soal Penertiban Bangunan di Sekitar Rel Kereta, Ini Saran Ketua DPRD Kota Malang

Soal Penertiban Bangunan di Sekitar Rel Kereta, Ini Saran Ketua DPRD Kota Malang

Surabaya
Mangkir dari Panggilan Polisi, Pengasuh Ponpes Diduga Cabuli Santri di Banyuwangi Menghilang

Mangkir dari Panggilan Polisi, Pengasuh Ponpes Diduga Cabuli Santri di Banyuwangi Menghilang

Surabaya
Tabrak Truk Mogok, Seorang ASN di Tuban Tewas, Istrinya Terluka

Tabrak Truk Mogok, Seorang ASN di Tuban Tewas, Istrinya Terluka

Surabaya
Kunjungi Remaja Disabilitas yang Jadi Korban Pemerkosaan di Surabaya, Ini yang Dilakukan Mensos Risma

Kunjungi Remaja Disabilitas yang Jadi Korban Pemerkosaan di Surabaya, Ini yang Dilakukan Mensos Risma

Surabaya
Zona Merah PMK, Pemkab Lumajang Terapkan Karantina Wilayah Hewan Ternak

Zona Merah PMK, Pemkab Lumajang Terapkan Karantina Wilayah Hewan Ternak

Surabaya
Satgas Covid-19 Desa di Lumajang Berubah Jadi Satgas PMK, Ini Tugasnya

Satgas Covid-19 Desa di Lumajang Berubah Jadi Satgas PMK, Ini Tugasnya

Surabaya
Terduga Pelaku Penembakan Misterius di Sidoarjo Ditangkap, Ini Kata Polisi

Terduga Pelaku Penembakan Misterius di Sidoarjo Ditangkap, Ini Kata Polisi

Surabaya
5.000 Ternak di Pamekasan Terjangkit PMK, Peternak: Banyak Sapi Warga yang Tidak Didata

5.000 Ternak di Pamekasan Terjangkit PMK, Peternak: Banyak Sapi Warga yang Tidak Didata

Surabaya
Jadi Tolok Ukur Keberhasilan, KPU Kota Malang Targetkan Partisipasi Pemilih 100 Persen pada Pemilu 2024

Jadi Tolok Ukur Keberhasilan, KPU Kota Malang Targetkan Partisipasi Pemilih 100 Persen pada Pemilu 2024

Surabaya
Jelang Idul Adha, Pemkab Lumajang Pastikan Kebutuhan Hewan Kurban Aman

Jelang Idul Adha, Pemkab Lumajang Pastikan Kebutuhan Hewan Kurban Aman

Surabaya
Dihapus pada 2023, Honorer Pemkab Madiun Diusulkan Diangkat Jadi PPPK

Dihapus pada 2023, Honorer Pemkab Madiun Diusulkan Diangkat Jadi PPPK

Surabaya
Viral, Video Cakades di Lamongan Hamburkan Uang ke Jalan, Warga Berebutan Mengambil

Viral, Video Cakades di Lamongan Hamburkan Uang ke Jalan, Warga Berebutan Mengambil

Surabaya
Seorang Suami di Kediri Meninggal Dunia akibat Kekerasan oleh Istrinya

Seorang Suami di Kediri Meninggal Dunia akibat Kekerasan oleh Istrinya

Surabaya
Kontrak Kerja Tak Diperpanjang, 16 Nakes RSUD Lawang Malang Mengadu ke DPRD

Kontrak Kerja Tak Diperpanjang, 16 Nakes RSUD Lawang Malang Mengadu ke DPRD

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.