Kompas.com - 11/04/2022, 20:25 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Akses masuk menuju Tol Pandaan-Malang di Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, Jawa Timur, masih menyisakan masalah. Belum semua lahan untuk pembangunan jalan dibebaskan. Akibatnya, jalan mengalami penyempitan dan memicu kemacetan.

Lahan yang belum berhasil dibebaskan itu ada di Jalan Raya Ki Ageng Gribig. Di lahan itu berdiri tempat cuci mobil.

Untuk mengkritik lambannya pemerintah dalam membebaskan lahan itu, warga memasang banner besar yang bertuliskan 'Penggalangan Dana, Terimakasih atas Partisipasi Anda telah Memberi Bantuan Dana Pembebasan Tanah untuk Fasilitas Umum'.

Baca juga: Sehari, 2 Bayi Ditemukan di Malang

Banner tersebut dibuat oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Rakyat Malan (Fokamora).

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, lahan itu belum dibebaskan bukan karena Pemkot Malang tidak memiliki dana. Sutiaji menyebut, ada mekanisme yang harus dilalui sehingga proses pembebasan lahan itu lamban.

"Sejak dari dulu kita sudah berkomitmen untuk segera menyelesaikan. Alhamdulillah, dulu titik temunya belum, sekarang sudah ada, bukan kongkalikong tapi harus ada," kata Sutiaji saat diwawancara di Kota Malang, Senin (11/4/2022).

Baca juga: Besok, BEM Malang Raya Turun ke Jalan, Ratusan Aparat Diterjunkan

Pemkot Malang terus berupaya untuk bernegosiasi dengan pemilik cucian mobil itu guna menemui kesepakatan tentang nominal ganti rugi. Pihaknya juga melakukan appraisal atau penilaian untuk menasir harga lahan yang akan dibebaskan.

"Sesegera mungkin, nanti tinggal appraisal-nya, kalau sudah ada appraisal nanti langsung. Wong keluarganya sudah bagus mau, kalau nanti sudah ketemu nominalnya ya akan kita selesaikan," ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi mengatakan, Pemkot Malang telah bertemu dengan kuasa hukum dari pemilik lahan.

Pada awal tahun lalu, nilai ganti rugi yang disodorkan Pemkot sebesar Rp 198 juta, namun ditolak oleh pemilik lahan tersebut. Pemilik lahan meminta ganti rugi cukup besar hingga Rp 1 miliar.

"Jadi dulu itu sudah dilakukan appraisal, ketemuan angka Rp 198 juta, terus yang namanya appraisal ada jangka waktunya, kalau tidak salah enam bulan sekali, kalau kita tidak mengeksekusi jangka waktu tersebut berarti kita harus meng-appraisal kembali," ungkapnya.

Kini, Pemkot Malang telah menunjuk tim appraisal melalui BKAD dan akan digarap kembali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

13 Kendaraan Rusak akibat Kerusuhan di Kanjuruhan, 10 di Antaranya Mobil Dinas Polisi

13 Kendaraan Rusak akibat Kerusuhan di Kanjuruhan, 10 di Antaranya Mobil Dinas Polisi

Surabaya
Update Kerusuhan Suporter di Malang, Cerita Saksi Mata hingga Respons Presiden Jokowi

Update Kerusuhan Suporter di Malang, Cerita Saksi Mata hingga Respons Presiden Jokowi

Surabaya
Brigadir Andik Korban Tragedi di Kanjuruhan Malang, Diduga Terjebak di Tribun Atas

Brigadir Andik Korban Tragedi di Kanjuruhan Malang, Diduga Terjebak di Tribun Atas

Surabaya
Tragedi Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, 129 Korban Tewas hingga Aturan FIFA Soal Gas Air Mata

Tragedi Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, 129 Korban Tewas hingga Aturan FIFA Soal Gas Air Mata

Surabaya
18 Korban Tewas Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Ditemukan Tanpa Identitas

18 Korban Tewas Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Ditemukan Tanpa Identitas

Surabaya
RSSA Identifikasi 17 Jenazah Korban Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan

RSSA Identifikasi 17 Jenazah Korban Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan

Surabaya
Khofifah Sebut Korban Jiwa Kerusuhan di Kanjuruhan Bertambah Jadi 129 Orang

Khofifah Sebut Korban Jiwa Kerusuhan di Kanjuruhan Bertambah Jadi 129 Orang

Surabaya
Pasutri Aremania Tewas dalam Kerusuhan di Kanjuruhan, Anak Selamat Usai Ditolong Polisi

Pasutri Aremania Tewas dalam Kerusuhan di Kanjuruhan, Anak Selamat Usai Ditolong Polisi

Surabaya
Bupati Malang Minta Korban Kerusuhan Suporter Dirawat Sampai Sembuh

Bupati Malang Minta Korban Kerusuhan Suporter Dirawat Sampai Sembuh

Surabaya
Kerusuhan di Kanjuruhan, Tembakan Gas Air Mata yang Membuat Suporter Sesak Napas dan Terinjak

Kerusuhan di Kanjuruhan, Tembakan Gas Air Mata yang Membuat Suporter Sesak Napas dan Terinjak

Surabaya
2 Polisi Tewas dalam Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang

2 Polisi Tewas dalam Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang

Surabaya
Tragedi Kanjuruhan Malang, Saksi Mata: Banyak Orang Terinjak Saat Gas Air Mata Ditembakkan

Tragedi Kanjuruhan Malang, Saksi Mata: Banyak Orang Terinjak Saat Gas Air Mata Ditembakkan

Surabaya
Pemkab Malang Tanggung Biaya Perawatan Suporter Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Pemkab Malang Tanggung Biaya Perawatan Suporter Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Surabaya
Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, Kapolda Jatim Sebut Tembakan Gas Air Mata Sesuai Prosedur

Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, Kapolda Jatim Sebut Tembakan Gas Air Mata Sesuai Prosedur

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 2 Oktober 2022 : Pagi Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 2 Oktober 2022 : Pagi Berawan, Malam Hujan Ringan

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.