Terbongkarnya Bisnis Wifi Ilegal di Pacitan yang Raup Rp 15 Juta Per Bulan, Terungkap dari Laporan Warga

Kompas.com - 07/04/2022, 16:16 WIB

KOMPAS.com - Bisnis penyedia jasa jaringan internet atau WiFi ilegal di Pacitan, Jawa Timur, terbongkar.

Dari bisnisnya, pelaku berinisial IA (28) meraup Rp 15 juta per bulan.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, pelaku ditangkap lantaran menyalurkan jaringan WiFi secara ilegal kepada masyarakat.

Wiwit menuturkan, terdapat 96 pelanggan yang berlangganan WiFi kepada pelaku.

Dia menjelaskan, terbongkarnya bisnis WiFi ilegal di Pacitan ini bermula dari laporan warga.

Baca juga: Raup Untung Rp 15 Juta Per Bulan, Penjual WiFi Ilegal di Pacitan Ditangkap, Punya 96 Pelanggan

Usai adanya laporan itu, petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pacitan mendatangi rumah pelaku untuk melakukan penyelidikan dan penggeledahan.

“Setelah menerima laporan, kami lakukan pemeriksaan terhadap tersangka IA di rumahnya pada Kamis (24/03/2022) lalu,” ujarnya, Selasa (5/4/2022).

Saat penggeledahan, polisi menemukan jaringan WiFi yang disalurkan secara bercabang dengan peralatan khusus.

Dari penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang, seperti set perangkat jaringan, laptop, dan peralatan perawatan kabel jaringan.

Polisi juga mengamankan sejumlah gulungan kabel dan barang bukti lain yang berkaitan dengan kasus ini.

Baca juga: Manfaatkan Ketidaktahuan Warga, Ini Modus Penjualan WiFi Ilegal di Pacitan, Pelaku Untung Rp 15 Juta Sebulan

 

Pelaku penyedia WiFi ilegal terancam 10 tahun penjara

Ilustrasi penjara.Shutterstock Ilustrasi penjara.

Dalam menjalankan bisnis WiFi ilegal ini, pelaku membeli paket internet (bandwidth) dari PT Tekom Indonesia.

IA lantas menyebarkan jaringan itu kepada para pelanggan tanpa izin resmi.

“Padahal kegiatan jasa yang dijalani tersangka belum memiliki izin,” ucapnya.

Atas bisnis jasa jaringan internet tanpa izin resmi, IA dijerat dengan pasal 47 juncto Pasal 11 Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

“Pelaku diancam dengan hukuman penjara paling lama 10 tahun, dan denda paling banyak Rp. 1,5 miliar," tutur Wiwit.

Baca juga: Jual WiFi Ilegal ke 96 Warga, Pria Ini Ditangkap Polisi, Dalam Sebulan Untung Rp 15 Juta

Biaya berlangganan WiFi ilegal Rp 165.000 per bulan

ilustrasi uang.. ilustrasi uang.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku, pelanggan harus membayar Rp 1,5 juta saat memasang jaringan internet awal.

Kemudian, tiap bulan, pelaku mematok tarif sebesar Rp 165.000 para pelanggan.

Dari biaya tersebut, pelanggan mendapatkan internet berkecepatan 0,8 megabyte per seconds (Mbps).

“Ini sangat merugikan masyarakat dan negara. Padahal pemasangan awal dari Telkom itu gratis,” tandas Wiwit.

Baca juga: Penjualan WiFi Ilegal di Pacitan, Punya 96 Pelanggan, Patok Rp 1,5 Juta untuk Pemasangan Awal

Adapun untuk berlangganan jaringan internet di Telkom, IA membayar Rp 1,3 juta per bulan sesuai tarif paket, yakni kecepatan 90 Mbps.

Dari kapasitas tersebut, pelaku membagi kepada 96 pelanggan.

“Jelas ini mencari untung pribadi. Beban biaya yang dibayar pelanggan ke pelaku, tidak sesuai kapasitas WiFi,” terangnya.

Menurut Wiwit, pelaku yang merupakan warga Desa Sooka, Kecamatan Punung, Pacitan, memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk menjalankan bisnis tersebut.

“Tersangka memanfaatkan ketidaktahuan warga, dan memanfaatkan pengetahuan dirinya (tersangka) yang lebih tentang informasi teknologi (IT),” ungkapnya.

Baca juga: Pria yang Jual WiFi Ilegal ke 96 Warga Terancam 10 Tahun Penjara

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Trenggalek, Slamet Widodo | Editor: Pythag Kurniati)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 14 Agustus 2022 : Siang dan Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 14 Agustus 2022 : Siang dan Malam Cerah Berawan

Surabaya
Tenda Peserta Jambore Pramuka di Bojonegoro Porak-poranda Diterjang Angin Kencang

Tenda Peserta Jambore Pramuka di Bojonegoro Porak-poranda Diterjang Angin Kencang

Surabaya
Kebakaran Gudang Kayu di Gresik, Dipicu oleh Pembakaran Sampah

Kebakaran Gudang Kayu di Gresik, Dipicu oleh Pembakaran Sampah

Surabaya
Taman Ria Suropati Pasuruan: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Taman Ria Suropati Pasuruan: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Surabaya
Di Tengah Keterbatasan, Suryati Rawat Anak Penderita Syaraf Otak, Dicerai Suami Saat Putrinya Umur 1 Tahun

Di Tengah Keterbatasan, Suryati Rawat Anak Penderita Syaraf Otak, Dicerai Suami Saat Putrinya Umur 1 Tahun

Surabaya
Istri MSA Anak Kiai Jombang Sebut Suaminya Kerap Didekati dan Dirayu

Istri MSA Anak Kiai Jombang Sebut Suaminya Kerap Didekati dan Dirayu

Surabaya
Seberangi Rel Usai Buang Air Besar Tanpa Tengok Kanan Kiri, Nenek Ini Tewas Tertabrak Kereta

Seberangi Rel Usai Buang Air Besar Tanpa Tengok Kanan Kiri, Nenek Ini Tewas Tertabrak Kereta

Surabaya
Bus Rombongan Siswa MTs Annur Turen Malang Terguling ke Tebing Jalan Ketika Hendak Berwisata

Bus Rombongan Siswa MTs Annur Turen Malang Terguling ke Tebing Jalan Ketika Hendak Berwisata

Surabaya
Viral Video Bocah TK Jejali Roti ke Mulut Ibu Saat Lomba Agustusan di Probolinggo, Akhirnya Jadi Juara

Viral Video Bocah TK Jejali Roti ke Mulut Ibu Saat Lomba Agustusan di Probolinggo, Akhirnya Jadi Juara

Surabaya
Pasar Hewan di Lumajang Dibuka Lagi, Aktivitas Jual Beli Masih Sepi

Pasar Hewan di Lumajang Dibuka Lagi, Aktivitas Jual Beli Masih Sepi

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 13 Agustus 2022 : Siang dan Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 13 Agustus 2022 : Siang dan Malam Hujan Ringan

Surabaya
Mengenal Inovasi 'Pecel Tempe Mendoan' di Desa Senggreng Kabupaten Malang, Layanan Adminduk Langsung ke Rumah Warga

Mengenal Inovasi "Pecel Tempe Mendoan" di Desa Senggreng Kabupaten Malang, Layanan Adminduk Langsung ke Rumah Warga

Surabaya
PVMBG: 6 Juta Meter Kubik Material Turun Saat Erupsi Semeru 2021, Kecepatan 200 Km Per Jam

PVMBG: 6 Juta Meter Kubik Material Turun Saat Erupsi Semeru 2021, Kecepatan 200 Km Per Jam

Surabaya
Istri MSA Muncul ke Publik, Sebut Perkara Hukum yang Dialami Suaminya Fitnah dan Penuh Rekayasa

Istri MSA Muncul ke Publik, Sebut Perkara Hukum yang Dialami Suaminya Fitnah dan Penuh Rekayasa

Surabaya
Stok Vaksin Moderna Kosong, Vaksinasi Booster Kedua untuk Nakes di Kota Batu Ditunda

Stok Vaksin Moderna Kosong, Vaksinasi Booster Kedua untuk Nakes di Kota Batu Ditunda

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.