Tawuran Berujung Maut di Lamongan, 5 Pelaku Ditangkap, 4 Orang Masih Diburu

Kompas.com - 29/03/2022, 15:38 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Satu per satu pelaku tawuran berujung maut yang merenggut nyawa Yusuf (44) warga Paciran, Lamongan, Jawa Timur, ditangkap polisi.

Korban tewas setelah mengalami luka memar di bagian kepala akibat terkena hantaman benda tumpul.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengatakan, insiden tawuran itu terjadi di halaman salah satu warung di Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Lamongan, pada 10 Desember 2021.

Saat itu, pelaku dan korban sedang meminum minuman beralkohol jenis tuak.

"Kekerasan di muka umum pada 10 Desember 2021 sekitar pukul 17.00 WIB. Sama-sama nongkrong minum tuak, kemudian bersama-sama melakukan kekerasan," ujar Miko saat rilis pengungkapan kasus yang digelar di Mapolres Lamongan, Selasa (29/3/2022).

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Minyak Goreng di Lamongan, Begini Modusnya

Kronologi kejadian

Miko menjelaskan, kejadian bermula ketika Yusuf yang berprofesi sebagai nelayan itu menenggak minuman beralkohol dengan dua pelaku berinisial FA dan HS di warung.

Lalu, kedua pelaku meninggalkan lokasi karena tersinggung dengan perilaku korban saat itu.

Kedua pelaku ternyata menyusul rekan-rekannya. Mereka lalu kembali ke warung dan melakukan kekerasan.

Yusuf sempat dibantu dua korban lainnya, LK dan HI. Yusuf sempat dipukul menggunakan batu di bagian kepala. Sementara LK dan HI mengalami luka memar.

"Terjadi cekcok dan keributan, akhirnya keduanya (pelaku) pergi meninggalkan TKP dan kembali lagi bersama teman-temannya melakukan pembalasan," ucap Miko.

 

Setelah menerima laporan kejadian, polisi melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi terkait kasus itu. Akhirnya, mengerucut kepada sembilan terduga pelaku.

Sebanyak dua pelaku berinisial MH (35) dan ATA (22), ditangkap pada 16 Desember 2021. Berkas kedua pelaku asal Kecamatan Panceng, Gresik, itu sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Lamongan.

Terbaru, polisi menangkap tiga pelaku berinisial MA (25), WAY (22), dan RAF (19), pada 26 Maret 2022. Ketiganya merupakan warga Kecamatan Paciran, Lamongan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi, MA diduga memukul kepala Yusuf dengan batu. Sedangkan WAY dan RAF melakukan pemukulan dengan tangan kosong.

"Masih ada empat orang lagi yang sedang kami lakukan pengejaran. Dua orang warga Lamongan dan dua lainnya warga Gresik, sebab itu kami juga berkoordinasi dengan Polres Gresik untuk dapat mengamankan mereka," kata Miko.

Baca juga: Pengakuan Pelaku Penipuan Minyak Goreng Campur Air di Lamongan: Minyak 1 Liter, Airnya 29 Liter

Polisi pun masih berupaya menangkap terduga berinisial FA (30) dan HS (25), warga Kecamatan Panceng, Gresik. Sedangkan dua pelaku lain, MNA (27) dan S (25), telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Patut digarisbawahi, kasus ini berawal dari miras, makanya kami akan terus menyisir untuk dapat meminimalisir peredaran miras yang ada di Kabupaten Lamongan," tutur Miko.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan di muka umum secara bersama-sama dan terancam hukuman 12 tahun penjara.

"Tidak kenal (dengan korban). Saya cuma diajak, saya memukul dua kali menggunakan tangan. Katanya mau diajak ngopi, nggak tahunya tawuran," kata salah seorang pelaku, WAY.

WAY mengaku menyesal sudah terlibat dalam kejadian tawuran tersebut. Terlebih, dirinya hendak melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Pengelolaan Sampah di Kota Malang, Sutiaji: Peran Semua Pihak Krusial...

Soal Pengelolaan Sampah di Kota Malang, Sutiaji: Peran Semua Pihak Krusial...

Surabaya
Wakil Wali Kota Surabaya Minta ASN Gunakan Sepatu Produksi Warga Eks Lokalisasi Dolly

Wakil Wali Kota Surabaya Minta ASN Gunakan Sepatu Produksi Warga Eks Lokalisasi Dolly

Surabaya
Petugas Bongkar Bangunan yang Diduga Bekas Tempat Ritual di Bojonegoro, Temukan Surat Tagihan Bank

Petugas Bongkar Bangunan yang Diduga Bekas Tempat Ritual di Bojonegoro, Temukan Surat Tagihan Bank

Surabaya
Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Tahun 2021 Tak Kunjung Cair, untuk Honor Terpaksa Berutang

Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Tahun 2021 Tak Kunjung Cair, untuk Honor Terpaksa Berutang

Surabaya
Khofifah: Ada Unsur Premanisme dalam Konflik Warga di Jember

Khofifah: Ada Unsur Premanisme dalam Konflik Warga di Jember

Surabaya
Detik-detik Kecelakaan yang Libatkan Bus Sugeng Rahayu di Madiun, 3 Pengendara Motor Tewas

Detik-detik Kecelakaan yang Libatkan Bus Sugeng Rahayu di Madiun, 3 Pengendara Motor Tewas

Surabaya
Latihan TNI AU di Lumajang Curi Perhatian Warga, Bupati Siapkan Tribune untuk Wisata Militer

Latihan TNI AU di Lumajang Curi Perhatian Warga, Bupati Siapkan Tribune untuk Wisata Militer

Surabaya
Soal Kasus Stunting di Kota Malang, Dinkes: Yang Tinggi di Kecamatan Lowokwaru

Soal Kasus Stunting di Kota Malang, Dinkes: Yang Tinggi di Kecamatan Lowokwaru

Surabaya
Puluhan Batang Kayu Jati Tak Bertuan Ditemukan di Pinggir Jalan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Puluhan Batang Kayu Jati Tak Bertuan Ditemukan di Pinggir Jalan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Surabaya
Transaksi COD, Warga Malang Ditipu Pembeli

Transaksi COD, Warga Malang Ditipu Pembeli

Surabaya
Sampah Menggunung di Lahan Kosong Puntodewo Malang, Warga Mengira Tempat Pembuangan

Sampah Menggunung di Lahan Kosong Puntodewo Malang, Warga Mengira Tempat Pembuangan

Surabaya
Bocah SD di Sumenep Diduga Diperkosa, Korban Diseret ke Semak-semak, Pelaku Kabur

Bocah SD di Sumenep Diduga Diperkosa, Korban Diseret ke Semak-semak, Pelaku Kabur

Surabaya
Bermain di Sungai Saat Ibu Memasak, Bocah di Magetan Ditemukan Tewas Mengambang

Bermain di Sungai Saat Ibu Memasak, Bocah di Magetan Ditemukan Tewas Mengambang

Surabaya
Soal Pencemaran Sungai di Plaosan, DLH Magetan Soroti Perilaku Peternak di Kampung Susu Lawu

Soal Pencemaran Sungai di Plaosan, DLH Magetan Soroti Perilaku Peternak di Kampung Susu Lawu

Surabaya
Atap Gedung SD di Bojonegoro Runtuh, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga

Atap Gedung SD di Bojonegoro Runtuh, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.