Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/03/2022, 11:35 WIB

JEMBER, KOMPAS.com – Kasus bayi yang ditemukan di sumur ternyata dibuang oleh ibunya sendiri. Yakni FN (25), warga Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember.

Bayi tersebut dibuang pada Rabu (23/3/2022) siang hari. Namun sang ibu pura-pura panik saat bayinya hilang. Bahkan sempat diinformasikan ada yang menculik hingga disembunyikan makhluk halus.

Baca juga: Terungkap, Bayi di Jember yang Ditemukan di Sumur Dibuang Ibunya

Polres Jember melakukan penyelidikan terkait kasus itu. Hasilnya sang ibu ditahan karena merupakan pelaku pembuangan terhadap anaknya sendiri ke sumur hingga tewas.

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, pelaku pembuang bayi itu karena sering dibully. Sebab anaknya tidak disusui menggunakan Air Susu Ibu (ASI), melainkan memakai susu formula.

“Tersangka FN mengaku sering dibully, dianggap wanita kurang sempurna karena bayinya tidak diberi ASI," kata dia pada Kompas.com via telpon Minggu (27/3/2022).

FN diduga tidak kuat dengan perundungan itu hingga tega membuang bayinya ke sumur. Sebab sebelumnya, bayi itu juga pernah hilang dan ditemukan di areal persawahan.

Namun, Komang tak menyebut siapa yang membully pelaku hingga melakukan perbuatan itu. “Ini masih kita selidiki,” tutur dia.

Komang menegaskan FN membuang bayinya seorang diri tanpa sepengetahuan keluarga lain yang ada dalam rumahnya.

Sebelumnya diberitakan warga Dusun Bregoh Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu dihebohkan dengan peristiwa bayi yang hilang pada Rabu (23/3/2022). Warga mengira bayi dari Pasutri AM dan FN tersebut ada yang menculik hingga dibawa makhluk halus.

Namun setelah ditelusuri, ternyata bayi yang hilang itu ditemukan ada di dalam sumur dalam keadaan meninggal dunia. Pelaku pembuang bayi itu ternyata ibu kandungnya sendiri.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Jo 76C Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak, dan atau Pasal 44 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2004 Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman di atas 3 tahun.

Baca juga: Kematian Dianggap Janggal, Jenazah Bayi 1 Bulan yang Ditemukan Dalam Sumur Diotopsi, Keluarga Sempat Menolak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keberangkatan 87 PMI Ilegal Digagalkan di Bandara Juanda

Keberangkatan 87 PMI Ilegal Digagalkan di Bandara Juanda

Surabaya
Daftar Nama Walikota Blitar dan Masa Jabatan

Daftar Nama Walikota Blitar dan Masa Jabatan

Surabaya
Wali Kota Blitar soal Pernyataan Balas Dendam Politik Samanhudi: Saya Tak Pernah Berpikir seperti Itu

Wali Kota Blitar soal Pernyataan Balas Dendam Politik Samanhudi: Saya Tak Pernah Berpikir seperti Itu

Surabaya
Ini Sederet Informasi yang Dibagikan Samanhudi kepada Perampok Soal Rumah Dinas Wali Kota Blitar

Ini Sederet Informasi yang Dibagikan Samanhudi kepada Perampok Soal Rumah Dinas Wali Kota Blitar

Surabaya
Pesan Wali Kota Blitar Santoso Pasca-Penangkapan Samanhudi Anwar Kasus Perampokan Rumdin

Pesan Wali Kota Blitar Santoso Pasca-Penangkapan Samanhudi Anwar Kasus Perampokan Rumdin

Surabaya
Aksi Heroik 7 Bocah SD di Surabaya, Berhasil Gagalkan Penjambret HP yang Bersenjata Tajam

Aksi Heroik 7 Bocah SD di Surabaya, Berhasil Gagalkan Penjambret HP yang Bersenjata Tajam

Surabaya
Momen Samanhudi Kenakan Baju Tahanan dan Tangan Diborgol, Mantan Wali Kota Blitar Itu Diduga Terlibat Perampokan Rumah Dinas

Momen Samanhudi Kenakan Baju Tahanan dan Tangan Diborgol, Mantan Wali Kota Blitar Itu Diduga Terlibat Perampokan Rumah Dinas

Surabaya
Terlibat Aksi Perampokan Rumdin Wali Kota Blitar, Samanhudi: Balas Dendam Bukan Seperti Ini, Tapi Pilkada 2024

Terlibat Aksi Perampokan Rumdin Wali Kota Blitar, Samanhudi: Balas Dendam Bukan Seperti Ini, Tapi Pilkada 2024

Surabaya
Samanhudi Tersangka Perampokan Rumah Dinasnya, Wali Kota Blitar: Selama Ini Saya Anggap Atasan, Saya Hargai Beliau

Samanhudi Tersangka Perampokan Rumah Dinasnya, Wali Kota Blitar: Selama Ini Saya Anggap Atasan, Saya Hargai Beliau

Surabaya
Ban Meletus, Truk Tabrak Bus Eka di Madiun, 1 Tewas 2 Luka-Luka

Ban Meletus, Truk Tabrak Bus Eka di Madiun, 1 Tewas 2 Luka-Luka

Surabaya
Wali Kota Blitar Tanggapi Penangkapan Samanhudi dalam Kasus Perampokan Rumah Dinasnya: Mudah-mudahan Diberikan Kesadaran

Wali Kota Blitar Tanggapi Penangkapan Samanhudi dalam Kasus Perampokan Rumah Dinasnya: Mudah-mudahan Diberikan Kesadaran

Surabaya
Sosok Samanhudi, Mantan Wali Kota Blitar yang Jadi Tersangka Kasus Perampokan Rumah Dinas Walkot

Sosok Samanhudi, Mantan Wali Kota Blitar yang Jadi Tersangka Kasus Perampokan Rumah Dinas Walkot

Surabaya
Kronologi Ayah di Banyuwangi Cabuli Anak Kandung yang Berusia 7 Tahun

Kronologi Ayah di Banyuwangi Cabuli Anak Kandung yang Berusia 7 Tahun

Surabaya
Cerita Sedih Siyami, Bakso Baru Laku 3 Mangkok, Tabung Elpiji Hilang Digondol Pencuri

Cerita Sedih Siyami, Bakso Baru Laku 3 Mangkok, Tabung Elpiji Hilang Digondol Pencuri

Surabaya
Bantah Isu Balas Dendam, Samanhudi Ternyata Beri Informasi Kondisi Rumah Dinas Walkot Blitar ke Perampok

Bantah Isu Balas Dendam, Samanhudi Ternyata Beri Informasi Kondisi Rumah Dinas Walkot Blitar ke Perampok

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.