KEDIRI, KOMPAS.com - Kamar rumah sakit untuk perawatan pasien Covid-19 hingga tempat isolasi terpadu di Kota Kediri, Jawa Timur, mulai terisi pasien.
Kondisi Itu menyusul terjadinya peningkatan kasus semenjak beberapa pekan terakhir.
Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, SD-SMP di Kediri Kembali PJJ 100 Persen
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, hingga saat ini tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) mencapai 30 persen.
"BOR kita per hari ini sekitar 30 persen," ujar Fauzan Adima dalam sambungan telepon, Rabu (16/2/2022).
Dikutip dari laman corona.kedirikota.go.id, jumlah tempat tidur yang disediakan untuk layanan rawat inap pasien Covid-19 mencapai 272 tempat tidur dari 13 RS rujukan.
Mengacu pada Surat Edaran Kemenkes Nomor YR.03.03/III/0543/2022, perawatan rumah sakit diperuntukkan bagi pasien dengan gejala sedang dan berat.
Untuk pasien dengan gejala sedang bisa memanfaatkan layanan tempat isolasi terpadu (isoter).
Tempat isoter Kota Kediri berada di Jalan Himalaya, Kecamatan Mojoroto. Tempat isoter ini sudah mulai difungsikan kembali sejak 8 Februari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri selaku penanggung jawab tempat isoter, Indun Munawaroh mengatakan, sejak dibukanya isoter itu beberapa pasien bisa langsung menempatinya.
"Per 16 Februari ini ada ada 35 pasien dengan rincian satu rujuk ke RS Kilisuci, satu pulang karena sembuh. Sehingga tersisa 33 orang," ujar Indun, Rabu.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.