BPCB Jatim Mulai Ekskavasi Situs Karangtengah, Diduga Bekas Permukiman Era Majapahit di Blitar

Kompas.com - 07/02/2022, 12:41 WIB

BLITAR, KOMPAS.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memulai ekskavasi penyelamatan Situs Karangtengah yang diduga kuat merupakan bekas permukiman peninggalan era Kerajaan Majapahit.

Situs itu terletak di area persawahan di belakang RSUD Mardi Waluyo atau di sisi paling timur wilayah Kota Blitar.

Penemuan situs berawal dari seorang petani setempat yang melihat struktur batu bata kuno di area tersebut pertengahan tahun lalu.

Baca juga: Lampu dan Sirine Peringatan Mati, Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Blitar Kembali Telan Korban Jiwa

Kepala Tim Ekskavasi BPCB Jatim, Nugroho Harjolukito mengatakan, ekskavasi penyelamatan ini merupakan hasil rekomendasi dari tahap survei oleh BPCB pada September 2021.

"Hasilnya di Situs Karangtengah ini diduga mengandung potensi benda bernilai cagar budaya yang banyak dan luas," kata Nugroho ditemui di lokasi, Senin (7/2/2022).

Kata Nugroho, sesuai hasil kegiatan penyelamatan sebelumnya, ekskavasi penyelamatan diharapakan akan mampu menggali total seluruh potensi cagar budaya di Situs Karangtengah meskipun secara bertahap.

Nugroho mengatakan, ekskavasi tahap pertama kali ini akan berlangsung selama enam hari hingga Sabtu (12/2/2022).

"Target di tahap pertama ini antara lain ditemukannya seluruh sudut bangunan yang struktur pondasinya sudah ditemukan sebelumnya di beberapa titik," jelasnya.

Nugroho mengatakan, BPCB mengirimkan 9 personel pada kegiatan ekskavasi kali ini dengan pembiayaan dari pihak non pemerintah, Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Kaloka yang berkantor di Kota Malang.

Baca juga: 14 Obyek di Kabupaten Madiun Jadi Cagar Budaya

Dia menyampaikan apresiasinya atas partisipasi lembaga masyarakat seperti Kaloka dalam kegiatan penyelamatan cagar budaya.

"Pola yang seperti ini yang kita harapkan agar semakin banyak lagi situs kuno yang bernilai cagar budaya dapat digali, dipugar, dan diselamatkan," kata Nugroho.

Pada kegiatan survei penyelamatan September lalu, Tim BPCB menggali beberapa kotak tes sebagai upaya melakukan identifikasi struktur pondasi bangunan kuno yang terbuat dari batu bata kuno.

Dari beberapa kotak galian (rest pit) itu, tim yang dipimpin Nonuk Kristiana itu menemukan salah satu sudut dari pondasi dan juga puluhan pecahan keramik, gerabah, dan alat penumbuk ramuan.

Dari temuan-temuan awal itu, tim menduga kuat Situs Karangtengah merupakan bekas kawasan pemukiman kuno.

"Kalau kita lihat pecahan keramiknya didominasi dari Dinasti Song akhir, abad ke-12 hingga abad ke-13 Masehi," jelas Nugroho.

Baca juga: Drainase Peninggalan Belanda Ditemukan di Lokasi Ekskavasi Candi Songgoriti

Dia menambahkan potensi sebaran situs di area tersebut cukup luas, diperkirakan terdapat pondasi yang membentang dari lokasi pertama hingga area RSUD Mardi Waluyo.

Ditemui di lokasi yang sama, Puguh Supriadi dari LPM Kaloka mengatakan, pihaknya bersedia membiayai ekskavasi Situs Karangtengah karena adanya dugaan bahwa tempat tersebut merupakan bekas permukiman kuno. 

"Apalagi di Kota Blitar belum banyak situs dan benda purbakala yang diekskavasi dan dipugar. Sejauh ini baru Candi Gedog ya," ujar Puguh.

Sebelumnya Kaloka juga pernah membiayai ekskavasi sejumlah situs di Jawa Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Penajam Paser Utara Siapkan 12.000 Hektar Kawasan Industri di IKN

Pemkab Penajam Paser Utara Siapkan 12.000 Hektar Kawasan Industri di IKN

Surabaya
Air PDAM Mati Berhari-hari, Warga di Kota Malang Pakai Air Sungai

Air PDAM Mati Berhari-hari, Warga di Kota Malang Pakai Air Sungai

Surabaya
Penjelasan PLN Soal Denda Rp 80 Juta pada Dokter di Surabaya, Temukan Kabel Jumper di Meteran Listrik

Penjelasan PLN Soal Denda Rp 80 Juta pada Dokter di Surabaya, Temukan Kabel Jumper di Meteran Listrik

Surabaya
Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Kawah Ijen Dibatasi Kurang dari 100 Orang

Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Kawah Ijen Dibatasi Kurang dari 100 Orang

Surabaya
Pekerja Pabrik di Blitar Tewas Tertimpa Tumpukan Karung Gula

Pekerja Pabrik di Blitar Tewas Tertimpa Tumpukan Karung Gula

Surabaya
Diduga Pukul Istri, Oknum Karyawan Perhutani di Sumenep Ditetapkan Tersangka KDRT

Diduga Pukul Istri, Oknum Karyawan Perhutani di Sumenep Ditetapkan Tersangka KDRT

Surabaya
Temuan Perahu Diduga Peninggalan Kerajaan Powan Berbentuk Kayu, Hasil Pemeriksaan Dikirim ke BPCB Trowulan

Temuan Perahu Diduga Peninggalan Kerajaan Powan Berbentuk Kayu, Hasil Pemeriksaan Dikirim ke BPCB Trowulan

Surabaya
Detik-detik Tabrakan 2 Truk di Gresik, 2 Sopir Terluka

Detik-detik Tabrakan 2 Truk di Gresik, 2 Sopir Terluka

Surabaya
Mahasiswa Lempari Kantor Bupati Pamekasan dengan Telur Busuk, Ini Penyebabnya

Mahasiswa Lempari Kantor Bupati Pamekasan dengan Telur Busuk, Ini Penyebabnya

Surabaya
3 Pelajar Surabaya Dikeroyok dan Disundut Rokok, Terduga Pelaku Ditangkap

3 Pelajar Surabaya Dikeroyok dan Disundut Rokok, Terduga Pelaku Ditangkap

Surabaya
Tak Ada Pengibaran Bendera Merah Putih Saat 17 Agustus di Puncak Gunung Raung

Tak Ada Pengibaran Bendera Merah Putih Saat 17 Agustus di Puncak Gunung Raung

Surabaya
Pria di Sumenep Culik dan Aniaya Mantan Istri di Dalam Mobil, Ini Motifnya

Pria di Sumenep Culik dan Aniaya Mantan Istri di Dalam Mobil, Ini Motifnya

Surabaya
Kerangka Manusia Ditemukan Terpendam Material Gunung Semeru, Identitas Belum Diketahui

Kerangka Manusia Ditemukan Terpendam Material Gunung Semeru, Identitas Belum Diketahui

Surabaya
Ribuan Santri Tapak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional KH As'ad Syamsul Arifin Saat Dikejar Belanda ke Madura

Ribuan Santri Tapak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional KH As'ad Syamsul Arifin Saat Dikejar Belanda ke Madura

Surabaya
Nelayan Pantai Serang Blitar Hilang Terseret Arus Saat Pasang Keramba Ikan di Laut

Nelayan Pantai Serang Blitar Hilang Terseret Arus Saat Pasang Keramba Ikan di Laut

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.