Kecelakaan Maut Kereta Kelinci di Madiun, Saksi: Ada yang Terjepit, Anak-anak Menangis

Kompas.com - 07/02/2022, 08:26 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Kereta kelinci yang membawa rombongan warga di Madiun, Jawa Timur, terjun ke parit hingga menewaskan dua orang, Minggu (6/2/2022).

Seorang warga menceritakan detik-detik mencekam setelah kereta kelinci tersebut mengalami kecelakaan.

Jerit tangis anak-anak mencari orangtuanya terdengar. Bahkan ada anak yang meninggal dunia dan terluka.

"Ada yang kejepit, ada yang enggak. banyak yang luka, anak-anak kecil menangis semua teriak-teriak semua mencari orangtuanya," kata warga bernama Sauji, dikutip dari Surya.co.id, Minggu.

Baca juga: Detik-detik Kereta Kelinci Terjun ke Parit di Madiun, Kemudi Rusak, 2 Orang Tewas

Keluarganya jadi korban

Sauji berada di lokasi setelah mendengar kabar bahwa orangtuanya dan keponakannya menjadi korban kecelakaan itu.

Dia langsung menuju lokasi yang tak jauh dari rumahnya.

"Setelah dapat kabar dari tetangga langsung saya datangi, saya cari orangtua saya dan anak-anak lalu saya bawa ke sini (RSUD Dolopo)," kata Sauji.

Namun dia tak sempat menolong warga lain yang menjadi korban.

Baca juga: Kereta Kelinci di Madiun Terjun Masuk Parit karena Kemudi Rusak, Dua Tewas, Lima Luka

Lihat korban meninggal

Sauji mengaku sempat melihat korban yang meninggal dunia di tempat yaitu Nyamir.

"Di depan orangnya, kejepit," jelas Sauji.

Baca juga: 6 Siswa Positif Covid-19, PTM di SMAN 1 Kota Madiun Dihentikan

 

Menurutnya, saat itu petugas belum datang ke lokasi.

"Tidak ada ambulans, saya bawa ibu saya sama anak-anak pakai motor," tambahnya.

Baca juga: Bupati Madiun Percepat Pelantikan 143 Kades, Ini Alasannya...

Kereta sering beroperasi

Kereta kelinci tersebut, kata Sauji, memang sering beroperasi, namun hanya sepekan sekali di desanya, yaitu hari Minggu pagi atau Minggu sore.

Warga terutama anak-anak juga banyak yang menikmati berputar-putar keliling kampung menggunakan Odong-odong tersebut.

Sebelumnya, kecelakaan seperti itu belum pernah terjadi.

Baca juga: Video Viral Korban Kejar dan Rekam Terduga Pelaku Asusila di Madiun, Ini Penjelasan Polisi

Kepala Unit Gakum Satlantas Polres Madiun, Ipda Nanang Setyawan menduga kecelakaan terjadi lantaran pengemudi kurang bisa mengendalikan kendaraan.

Kemudi pada kendaraan minibus chevrolet bernomor polisi AD-8659-BV yang dimodifikasi menjadi kereta kelinci itu juga disebut rusak sehingga menyebabkan kecelakaan.

“Korban yang meninggal bernama Nyamir (48) dan Anianditha Keisha Zahra (7). Keduanya merupakan warga Desa Doho, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun,” kata Nanang.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Cerita Saksi Kecelakaan Odong-Odong Maut Terjun ke Parit di Madiun, Anak-Anak Teriak dan Menangis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tim Konselor Beri 'Trauma Healing' pada Korban Pembakaran Rumah di Jember

Tim Konselor Beri "Trauma Healing" pada Korban Pembakaran Rumah di Jember

Surabaya
Anggota DPRD Sumenep Usulkan Pengadaan Kartu Kredit untuk Dewan, Ini Alasannya

Anggota DPRD Sumenep Usulkan Pengadaan Kartu Kredit untuk Dewan, Ini Alasannya

Surabaya
Bawa Pohon Pisang, Mahasiswa Desak Kejari Lumajang Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi

Bawa Pohon Pisang, Mahasiswa Desak Kejari Lumajang Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi

Surabaya
Soal Pembakaran Rumah di Jember, Khofifah: Akar Masalahnya adalah Kepemilikan Kebun Kopi

Soal Pembakaran Rumah di Jember, Khofifah: Akar Masalahnya adalah Kepemilikan Kebun Kopi

Surabaya
Karyawan Pabrik Asal Kediri Ditemukan Tewas di Dalam Sumur di Banyuwangi

Karyawan Pabrik Asal Kediri Ditemukan Tewas di Dalam Sumur di Banyuwangi

Surabaya
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Baru dalam Kasus Pembakaran Rumah di Jember

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Baru dalam Kasus Pembakaran Rumah di Jember

Surabaya
HUT Ke-77 RI, 17.822 Bendera Merah Putih Produksi 77 Penjahit Akan Disebar ke Seluruh Penjuru Banyuwangi

HUT Ke-77 RI, 17.822 Bendera Merah Putih Produksi 77 Penjahit Akan Disebar ke Seluruh Penjuru Banyuwangi

Surabaya
Pencari Rumput di Magetan Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor di Bekas Galian C

Pencari Rumput di Magetan Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor di Bekas Galian C

Surabaya
Simpan Sabu di Celana Dalam, Pria di Sumenep Diringkus Polisi

Simpan Sabu di Celana Dalam, Pria di Sumenep Diringkus Polisi

Surabaya
PA Tuban Kabulkan Permohonan Dispensasi Nikah Korban Pencabulan Anak Kiai

PA Tuban Kabulkan Permohonan Dispensasi Nikah Korban Pencabulan Anak Kiai

Surabaya
Pria Asal Mojokerto Mengaku Polisi demi Bisa Kencan dengan Mahasiswi

Pria Asal Mojokerto Mengaku Polisi demi Bisa Kencan dengan Mahasiswi

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 8 Agustus 2022 : Cerah Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 8 Agustus 2022 : Cerah Sepanjang Hari

Surabaya
Akhirnya Bangkai Paus yang Terdampar di Banyuwangi Bisa Dikubur

Akhirnya Bangkai Paus yang Terdampar di Banyuwangi Bisa Dikubur

Surabaya
3.000 Nakes di Banyuwangi Akan Terima Vaksin Dosis Keempat Pekan Ini

3.000 Nakes di Banyuwangi Akan Terima Vaksin Dosis Keempat Pekan Ini

Surabaya
Kelompok Perguruan Silat Bentrok dengan Warga Malang, 3 Orang Dibawa ke RS

Kelompok Perguruan Silat Bentrok dengan Warga Malang, 3 Orang Dibawa ke RS

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.