Masa Karantina Jadi 7 Hari, Pemkot Blitar Siapkan 102 Tempat Tidur untuk PMI dan Jemaah Umrah

Kompas.com - 24/01/2022, 16:51 WIB
Wali Kota Blitar Santoso meninjau kesiapan fasilitas karantina bagi pekerja migran (PMI) dan jemaah umrah di Rumah Isolasi di Jalan Wahidin, Kota Blitar, Senin (24/1/2022) KOMPAS.COM/ASIP HASANIWali Kota Blitar Santoso meninjau kesiapan fasilitas karantina bagi pekerja migran (PMI) dan jemaah umrah di Rumah Isolasi di Jalan Wahidin, Kota Blitar, Senin (24/1/2022)

BLITAR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Blitar menyiapkan 102 tempat tidur untuk karantina pekerja migran Indonesia (PMI) dan jemaah umrah menyusul naiknya kasus Covid-19 dan penyebaran varian Omicron.

Wali Kota Blitar Santoso telah memeriksa kesiapan di rumah isolasi terpusat, khususnya fasilitas karantina bagi PMI dan jemaah umrah.

Baca juga: ETLE di Kota Blitar Belum Beroperasi Setelah Sebulan Diluncurkan, Ini Kata Kapolres

"Karena sesuai surat edaran dari Pemprov (Pemerintah Provinsi), masa karantina diperpanjang dari lima menjadi tujuh hari. Jadi PMI dan jemaah umrah akan kita karantina dulu di sini," kata Santoso di Blitar, Senin (24/1/2022).

Menurut Santoso, 102 tempat tidur itu disiapkan di rumah isolasi Jalan Wahidin. Di sana juga terdapat 20 tempat tidur untuk merawat PMI atau jemaah umrah yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Santoso menjelaskan, penyiapan fasilitas karantina di rumah isolasi itu merupakan langkah antisipasi peningkatan kasus Covid-19 termasuk varian Omicron di Jawa Timur.

"Kita antisipasi peningkatan kasus yang diperkirakan akan mencapai puncaknya antara bulan Februari hingga Maret," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Isolasi Agus Santoni mengatakan, keputusan terkait berapa hari PMI dan jemaah umrah menjalani karantina di daerah, akan diputuskan dalam rapat koordinasi antara Pemprov dan pemerintah daerah siang ini.

Saat ini, PMI dan jemaah umrah yang baru tiba dari luar negeri harus menjalani karantina di Surabaya selama lima hari.

Agus menduga PMI dan jemaah umrah harus melanjutkan karantina selama dua hari di daerah.

Baca juga: 2 Tahun Dipasung, ODGJ di Blitar Bacok Kakak Saat Akan Dibawa Kembali ke RSJ

"Jika demikian, berarti mereka nanti akan menjalani karantina selama dua hari di sini," kata Agus, Senin.

Agus menambahkan, saat ini fasilitas karantina di rumah isolasi Kota Blitar telah sepenuhnya siap menerima penghuni. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hewan Ternak di 2 Kecamatan Suspek PMK, Pemkot Surabaya Terapkan 'Lockdown' Wilayah

Hewan Ternak di 2 Kecamatan Suspek PMK, Pemkot Surabaya Terapkan "Lockdown" Wilayah

Surabaya
2 Siswi di Bangkalan Alami Pelecehan Seksual hingga Nekat Loncat dari Angkot, Ini Kronologinya

2 Siswi di Bangkalan Alami Pelecehan Seksual hingga Nekat Loncat dari Angkot, Ini Kronologinya

Surabaya
Berkah Lebaran di Kampung Tahu Kediri, Penjualan Meningkat hingga Perajin Kehabisan Stok

Berkah Lebaran di Kampung Tahu Kediri, Penjualan Meningkat hingga Perajin Kehabisan Stok

Surabaya
Kejari Gresik Kumpulkan Data Terkait Dugaan Pungli Pelantikan Kades Serentak

Kejari Gresik Kumpulkan Data Terkait Dugaan Pungli Pelantikan Kades Serentak

Surabaya
Antisipasi PMK, Pemkab Didesak 'Lockdown' Pasar Hewan di Lumajang

Antisipasi PMK, Pemkab Didesak "Lockdown" Pasar Hewan di Lumajang

Surabaya
Sempat Sembuh dari PMK, Seekor Sapi di Lumajang Ditemukan Mati

Sempat Sembuh dari PMK, Seekor Sapi di Lumajang Ditemukan Mati

Surabaya
Diduga Depresi karena Digugat Cerai Istri, Pria Ini Coba Bunuh Diri di Pusat Perbelanjaan

Diduga Depresi karena Digugat Cerai Istri, Pria Ini Coba Bunuh Diri di Pusat Perbelanjaan

Surabaya
Pasar Hewan di Kota Batu Ditutup Mulai Hari Ini

Pasar Hewan di Kota Batu Ditutup Mulai Hari Ini

Surabaya
Zero Kasus Covid-19, Bupati Lamongan Antusias Sambut Kebijakan Pelonggaran Masker di Ruang Terbuka

Zero Kasus Covid-19, Bupati Lamongan Antusias Sambut Kebijakan Pelonggaran Masker di Ruang Terbuka

Surabaya
Sopir Angkot yang Diduga Culik 2 Siswi SMA Bangkalan ke Surabaya Ditangkap

Sopir Angkot yang Diduga Culik 2 Siswi SMA Bangkalan ke Surabaya Ditangkap

Surabaya
Mengaku Pejabat Inspektorat Jember, Pria Ini Tipu Warga yang Punya Masalah

Mengaku Pejabat Inspektorat Jember, Pria Ini Tipu Warga yang Punya Masalah

Surabaya
Pengakuan Pengantin Pria yang Kabur Tinggalkan Mempelai Wanita di Hari Pernikahan: Tidak Tega, tapi...

Pengakuan Pengantin Pria yang Kabur Tinggalkan Mempelai Wanita di Hari Pernikahan: Tidak Tega, tapi...

Surabaya
Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, Bupati Kediri: Kalau Dalam Ruangan Wajib Pakai

Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, Bupati Kediri: Kalau Dalam Ruangan Wajib Pakai

Surabaya
3 Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo Dipindahkan ke Surabaya

3 Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo Dipindahkan ke Surabaya

Surabaya
Polisi Sebut Banyak Penumpang Tidur Saat Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo

Polisi Sebut Banyak Penumpang Tidur Saat Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.