Kompas.com - 06/01/2022, 14:20 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - AA (38), seorang analis yang bertugas di Bank Jatim Syariah di Sidoarjo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan ditahan di Rutan Kejaksaan Tinggi Jatim, Rabu (5/1/2022).

Ia diduga terlibat kasus dugaan korupsi pembiayaan multiguna senlai Rp 25 miliar.

Baca juga: Hakim Tolak Gugatan Praperadilan 2 Tersangka Kasus Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Pekanbaru

Dalam kasus yang sama, penyidik Kejaksaan Tinggi Jatim juga menahan tersangka YK (60), mantan finance and banking PT Astra Sedaya Finance (ACC Group) Surabaya I.

"Ada satu lagi tersangka yang masih diburu yakni HW selaku Branch Manager PT Astra Sedaya Finance Surabaya I," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim Fathur Rahman saat dikonfirmasi, Kamis (6/1/2022).

Keduanya dijerat Pasal 2 ayat (1)  juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Penahanan itu dilakukan selama 20 hari ke depan. Penyidik khawatir tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mempengaruhi saksi.

Praktik korupsi pada pembiayaan multiguna Bank Jatim Cabang Syariah Sidoarjo itu, kata Fathur, terjadi sepanjang 2016 hingga 2020.

Tersangka YK dan HW berkomplot mengajukan pembiayaan multi guna kepada Bank Jatim cabang Syariah Sidoarjo membawa nama-nama karyawan PT Astra Sedaya Finance Surabaya I.

"Kedua tersangka diduga memalsukan syarat-syarat pengajuan pembiayaan seperti slip gaji, rekening gaji hingga surat pengangkatan karyawan," terang Fathur.

Di Bank Jatim, syarat-syarat administrasi tersebut diloloskan oleh tersangka AA selaku analis kredit.

AA dinilai tidak melakukan analisa mendalam terhadap permohonan pembiayaan sesuai SOP yang berlaku di Bank Jatim.

Baca juga: Berstatus Tersangka Korupsi Bank Jateng, ASN di Blora Jadi Sering Tinggalkan Kantor

"Tersangka AA dianggap tidak melakukan verifikasi baik identitas maupun kebenaran dokumen pendukung lainnya. Padahal  seharusnya pemohon tidak layak untuk mendapatkan pembiayaan," jelas Fathur.

Karena pemberian kredit tidak sesuai dengan prosedur, kredit tersebut akhirnya berstatus macet dengan outstanding per  31 Agustus 2021 sebesar Rp 25,5 milliar lebih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Tol Malang Pandaan, Sopir Bus Tewas dan 3 Orang Luka-luka

Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Tol Malang Pandaan, Sopir Bus Tewas dan 3 Orang Luka-luka

Surabaya
Tabrakan Beruntun di Madiun, 1 Tewas dan 3 Luka-Luka

Tabrakan Beruntun di Madiun, 1 Tewas dan 3 Luka-Luka

Surabaya
Diduga Rem Blong, Truk Tangki di Banyuwangi Tabrak 4 Orang hingga Tewas

Diduga Rem Blong, Truk Tangki di Banyuwangi Tabrak 4 Orang hingga Tewas

Surabaya
Sejumlah Warga di Trenggalek Diserang dan Dilempari Batu, 8 Terluka, 65 Remaja Terduga Pelaku Ditangkap

Sejumlah Warga di Trenggalek Diserang dan Dilempari Batu, 8 Terluka, 65 Remaja Terduga Pelaku Ditangkap

Surabaya
Masuki Musim Hujan, Kota Batu Berpotensi Alami Banjir dan Longsor, BPBD: Upaya Mitigasi Belum Optimal

Masuki Musim Hujan, Kota Batu Berpotensi Alami Banjir dan Longsor, BPBD: Upaya Mitigasi Belum Optimal

Surabaya
3 Nyawa Pelajar di Jatim Melayang akibat Penganiayaan di Sekolah, Ini Deretan Kasusnya

3 Nyawa Pelajar di Jatim Melayang akibat Penganiayaan di Sekolah, Ini Deretan Kasusnya

Surabaya
Wisata Romokalisari Adventure Land Surabaya Diluncurkan, Diharapkan Bisa Tingkatkan Ekonomi MBR

Wisata Romokalisari Adventure Land Surabaya Diluncurkan, Diharapkan Bisa Tingkatkan Ekonomi MBR

Surabaya
Viral, Video Puluhan Kucing Mati Diracun di Perumahan Kota Malang, Ini Penjelasan Ketua RT

Viral, Video Puluhan Kucing Mati Diracun di Perumahan Kota Malang, Ini Penjelasan Ketua RT

Surabaya
Datangi Hotman Paris di Surabaya, Ibu Asal Manado Minta Otopsi Ulang Putrinya karena Dugaan Pemerkosaan

Datangi Hotman Paris di Surabaya, Ibu Asal Manado Minta Otopsi Ulang Putrinya karena Dugaan Pemerkosaan

Surabaya
2 Perguruan Silat Tawuran di Jalan Basra Surabaya, 3 Orang Jadi Korban

2 Perguruan Silat Tawuran di Jalan Basra Surabaya, 3 Orang Jadi Korban

Surabaya
Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Menyeberang Rel di Kediri

Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Menyeberang Rel di Kediri

Surabaya
Puluhan Warga Tulungagung Diduga Keracunan Setelah Makan Nasi Goreng

Puluhan Warga Tulungagung Diduga Keracunan Setelah Makan Nasi Goreng

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 25 September 2022 : Siang hingga Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 25 September 2022 : Siang hingga Malam Cerah Berawan

Surabaya
FIFA Gelar Inspeksi, Cek Kesiapan Stadion GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20 2023

FIFA Gelar Inspeksi, Cek Kesiapan Stadion GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20 2023

Surabaya
Kya-kya Surabaya Disulap Jadi Kampung Pecinan, Pedagang Dilatih Masak 'Chinese Food'

Kya-kya Surabaya Disulap Jadi Kampung Pecinan, Pedagang Dilatih Masak "Chinese Food"

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.