Kompas.com - 06/01/2022, 13:55 WIB

KOMPAS.com - Helmi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan, Jawa Timur, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan pada Rabu (5/1/2022) siang.

Anggota DPRD dari Fraksi PAN itu ditahan di Lapas kelas IIB Kota Pasuruan.

Dia ditahan karena kasus dugaan penipuan dan penggelapan dalam perkara utang piutang.

Baca juga: Kronologi Imigran Asal Palestina Kabur dari Rudenim Pasuruan, Sempat Berkelahi dengan Petugas hingga Bawa Kabur Mobil Dinas

Kasi Intel Kejari Kota Pasuruan, Wahyu Susanto mengatakan, pihaknya memutuskan untuk menahan anggota dewan yang juga Ketua DPD PAN Kota Pasuruan itu untuk memperlancar penanganan hukum yang menjeratnya.

Helim ditahan setelah berkasnya dilimpahkan oleh penyidik Satreskrim Polres Pasuruan Kota ke Kejari Kota Pasuruan.

"Sebelumnya oleh penyidik Polres Pasuruan Kota yang bersangkutan tidak ditahan. Tapi, kami dari Kejari Kota Pasuruan memutuskan untuk menahan setelah pelimpahan tahap II," kata Wahyu, Rabu seperti dikutip dari Surya.co.id

Baca juga: Pura-pura Ambil Jemuran, Imigran Palestina Berkelahi dengan Petugas, Tabrak Pagar dan Kabur dari Rudenim Pasuruan

Wahyu menjelaskan, perkara yang menjerat anggota dewan itu adalah utang piutang. Namun dalam perkara utang piutang itu, anggota dewan tersebut melakukan penipuan dan penggelapan yang menyebabkan korban rugi dan mengarah pada praktik pidana.

"Kasusnya utang piutang, tapi ada niat untuk melakukan penipuan dan penggelapan. Ada beberapa cek pembayaran yang kosong dan palsu. Hal itu membuat korban mengalami kerugian," katanya.

Helmi juga pernah terseret kasus penipuan yang lain dan dilaporkan juga ke Polresta Pasuruan.

Berutang buat modal usaha

Kuasa Hukum Helmi, Wiwin Ariesta menjelaskan, kliennya itu berutang sekitar Rp 700 juta untuk modal usaha. Menurutnya, kliennya sudah membayar Rp 550 juta. Sementara korban meminta kembalian Rp 1 miliar karena utangnya berjalan.

"Dan itu sudah dibayar sekitar Rp 550 juta. Hanya kurang, tapi pelapor minta Rp 1 miliar, karena utangnya berjalan. Kliennya sanggup membayar, tapi tidak sekarang," jelasnya.

Wiwin mengaku heran karena menurutnya, perkara yang menjerat kliennya adalah perkara perdata. Namun, kliennya dilaporkan pada perkara pidana hingga jadi tersangka dan ditahan.

"Harusnya perdata, karena kasusnya utang piutang bukan pidana umum," kata Wiwin.

Dia menyebut, sebenarnya sudah ada itikad baik dari kliennya. Namun, korban tidak mau menerima uang yang dibayarkan.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul: Kejari Kota Pasuruan Tahan Anggota Dewan Fraksi PAN Atas Kasus Penipuan dan Penggelapan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KLM Cinta Kembar Hilang Kontak di Perairan Sumenep, 3 ABK Belum Ditemukan

KLM Cinta Kembar Hilang Kontak di Perairan Sumenep, 3 ABK Belum Ditemukan

Surabaya
Pemkab Penajam Paser Utara Siapkan 12.000 Hektar Kawasan Industri di IKN

Pemkab Penajam Paser Utara Siapkan 12.000 Hektar Kawasan Industri di IKN

Surabaya
Air PDAM Mati Berhari-hari, Warga di Kota Malang Pakai Air Sungai

Air PDAM Mati Berhari-hari, Warga di Kota Malang Pakai Air Sungai

Surabaya
Penjelasan PLN Soal Denda Rp 80 Juta pada Dokter di Surabaya, Temukan Kabel Jumper di Meteran Listrik

Penjelasan PLN Soal Denda Rp 80 Juta pada Dokter di Surabaya, Temukan Kabel Jumper di Meteran Listrik

Surabaya
Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Kawah Ijen Dibatasi Kurang dari 100 Orang

Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Kawah Ijen Dibatasi Kurang dari 100 Orang

Surabaya
Pekerja Pabrik di Blitar Tewas Tertimpa Tumpukan Karung Gula

Pekerja Pabrik di Blitar Tewas Tertimpa Tumpukan Karung Gula

Surabaya
Diduga Pukul Istri, Oknum Karyawan Perhutani di Sumenep Ditetapkan Tersangka KDRT

Diduga Pukul Istri, Oknum Karyawan Perhutani di Sumenep Ditetapkan Tersangka KDRT

Surabaya
Temuan Perahu Diduga Peninggalan Kerajaan Powan Berbentuk Kayu, Hasil Pemeriksaan Dikirim ke BPCB Trowulan

Temuan Perahu Diduga Peninggalan Kerajaan Powan Berbentuk Kayu, Hasil Pemeriksaan Dikirim ke BPCB Trowulan

Surabaya
Detik-detik Tabrakan 2 Truk di Gresik, 2 Sopir Terluka

Detik-detik Tabrakan 2 Truk di Gresik, 2 Sopir Terluka

Surabaya
Mahasiswa Lempari Kantor Bupati Pamekasan dengan Telur Busuk, Ini Penyebabnya

Mahasiswa Lempari Kantor Bupati Pamekasan dengan Telur Busuk, Ini Penyebabnya

Surabaya
3 Pelajar Surabaya Dikeroyok dan Disundut Rokok, Terduga Pelaku Ditangkap

3 Pelajar Surabaya Dikeroyok dan Disundut Rokok, Terduga Pelaku Ditangkap

Surabaya
Tak Ada Pengibaran Bendera Merah Putih Saat 17 Agustus di Puncak Gunung Raung

Tak Ada Pengibaran Bendera Merah Putih Saat 17 Agustus di Puncak Gunung Raung

Surabaya
Pria di Sumenep Culik dan Aniaya Mantan Istri di Dalam Mobil, Ini Motifnya

Pria di Sumenep Culik dan Aniaya Mantan Istri di Dalam Mobil, Ini Motifnya

Surabaya
Kerangka Manusia Ditemukan Terpendam Material Gunung Semeru, Identitas Belum Diketahui

Kerangka Manusia Ditemukan Terpendam Material Gunung Semeru, Identitas Belum Diketahui

Surabaya
Ribuan Santri Tapak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional KH As'ad Syamsul Arifin Saat Dikejar Belanda ke Madura

Ribuan Santri Tapak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional KH As'ad Syamsul Arifin Saat Dikejar Belanda ke Madura

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.