Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri BUMN: Anak-anak yang Kehilangan Orangtua karena Bencana Semeru Akan Dapat Beasiswa

Kompas.com - 12/12/2021, 22:37 WIB

KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan, anak-anak yang orangtuanya meninggal akibat awan panas guguran Gunung Semeru akan mendapatkan beasiswa dari Yayasan BUMN.

"Kami ikut prihatin anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena bencana Semeru dan mereka akan mendapatkan beasiswa," kata Erick saat mengunjungi pengungsi terdampak bencana awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seperti dikutip dari Antara, Minggu (12/12/2021).

Baca juga: Sumbar Kirimkan 1,5 Ton Rendang untuk Korban Bencana Gunung Semeru

Menurutnya, pendidikan anak-anak terdampak Gunung Semeru tak boleh berhenti. Kementerian BUMN memberikan bantuan 2.500 alat sekolah kepada anak-anak terdampak Gunung Semeru.

"Saya minta pihak Yayasan BUMN menghimpun data untuk memberikan beasiswa kepada anak yatim piatu yang terdampak bencana Semeru karena program jangka panjang untuk pendidikan sangat penting bagi mereka," tuturnya.

Kunjungan Erick ke Kabupaten Lumajang merupakan tindak lanjut arahan dari Presiden Joko Widodo. Presiden sebelumnya telah meninjau lokasi bencana tersebut.

"BUMN juga akan membangun sarana mandi cuci kakus (MCK) dan sudah disurvei lokasinya, kemudian realisasi rumah juga menjadi bagian dari instruksi Bapak Presiden, sehingga kami akan menindaklanjuti sesuai arahan Presiden," katanya.

Erick menambahkan, bantuan bahan pokok dan pangan untuk para pengungsi telah melimpah. Sehingga, BUMN fokus terhadap pendidikan.

Baca juga: Fida Terus Berlari hingga Desa Sebelah demi Selamatkan Diri dari Awan Panas Semeru

Selain memberi bantuan kepada pengungsi erupsi Gunung Semeru, Erick yang didampingi Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Indah Amperawati mengunjungi lokasi Perhutani yang dijadikan tempat relokasi dan permukiman baru bagi warga terdampak.

Terkait relokasi warga, Erick mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. KLHK saat ini menunggu surat dari Bupati dan Wabup Lumajang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sentono Gentong Pacitan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Sentono Gentong Pacitan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Surabaya
Kesal Sepeda Motornya Dibeli Korban, Motif Sepupu Racuni Pedagang Nasi Bebek di Sidoarjo

Kesal Sepeda Motornya Dibeli Korban, Motif Sepupu Racuni Pedagang Nasi Bebek di Sidoarjo

Surabaya
Petani Lega Tak Bayar Denda PLN Rp 9 Juta, Perbaikan Tiang Listrik dari Biaya Pemeliharaan

Petani Lega Tak Bayar Denda PLN Rp 9 Juta, Perbaikan Tiang Listrik dari Biaya Pemeliharaan

Surabaya
Soal Golkar Tak Mendukungnya, Anies Baswedan: Golkar Kan Sudah Punya KIB

Soal Golkar Tak Mendukungnya, Anies Baswedan: Golkar Kan Sudah Punya KIB

Surabaya
Survei Indopol, Ini 5 Kriteria Figur Calon Gubernur yang Diinginkan Masyarakat Jatim

Survei Indopol, Ini 5 Kriteria Figur Calon Gubernur yang Diinginkan Masyarakat Jatim

Surabaya
Lintasan Baru Ujian Praktik SIM C di Lumajang, Tingkat Kelulusan Naik Jadi 90 Persen

Lintasan Baru Ujian Praktik SIM C di Lumajang, Tingkat Kelulusan Naik Jadi 90 Persen

Surabaya
Perempuan Korban Mutilasi di Jombang Diduga Dianiaya Sebelum Tewas

Perempuan Korban Mutilasi di Jombang Diduga Dianiaya Sebelum Tewas

Surabaya
4 Bacaleg Partai Ummat Kabupaten Blitar Mundur, Ini Alasannya

4 Bacaleg Partai Ummat Kabupaten Blitar Mundur, Ini Alasannya

Surabaya
Siswa SMP di Jember Dianiaya Pelajar Sekolah Lain, Video Menyebar, Pelaku Ditangkap

Siswa SMP di Jember Dianiaya Pelajar Sekolah Lain, Video Menyebar, Pelaku Ditangkap

Surabaya
Flora dan Fauna Identitas Jawa Timur

Flora dan Fauna Identitas Jawa Timur

Surabaya
Kronologi Pembunuhan Pedagang Nasi Bebek di Sidoarjo, Diracun Saudara Sendiri

Kronologi Pembunuhan Pedagang Nasi Bebek di Sidoarjo, Diracun Saudara Sendiri

Surabaya
Sang Paman Ungkap Sosok Zidan, Mahasiswa UI yang Dibunuh Seniornya, Pendiam dan Mahir Berbahasa Rusia

Sang Paman Ungkap Sosok Zidan, Mahasiswa UI yang Dibunuh Seniornya, Pendiam dan Mahir Berbahasa Rusia

Surabaya
Maling Motor di Bangkalan Disiram Bensin dan Nyaris Dibakar Massa

Maling Motor di Bangkalan Disiram Bensin dan Nyaris Dibakar Massa

Surabaya
Anies Baswedan Bocorkan 3 Kriteria Cawapresnya

Anies Baswedan Bocorkan 3 Kriteria Cawapresnya

Surabaya
Pemkot Malang Resmi Dapat Kuota 271 CASN, Berikut Formasinya

Pemkot Malang Resmi Dapat Kuota 271 CASN, Berikut Formasinya

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com