"Kami Mohon Maaf yang Sebesar-besarnya kepada Seluruh Masyarakat Bumi Arema..."

Kompas.com - 26/09/2021, 07:44 WIB
Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Rabu (10/2/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Rabu (10/2/2021).

KOMPAS.com - Aksi gowes Wali Kota Malang Sutiaji bersama rombongan pejabat ke Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, Minggu (19/9/2021), membuat masyarakat geram.

Sutiaji dan rombongannya masuk ke Pantai Kondang Merak yang ditutup karena Kabupaten Malang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Aksi Sutiaji dan sejumlah pejabat di Kota Malang itu terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat rombongan Wali Kota Malang Sutiaji sempat dihalau polisi. Namun, mereka tetap memasuki area pantai.

Sejumlah mobil dinas Pemerintah Kota Malang juga terlihat dalam video itu. Rombongan mengakhiri gowes di pantai yang tutup karena PPKM level 3 di Kabupaten Malang.

Protes terhadap kegiatan itu tak hanya dilakukan warganet. Bupati Malang Sanusi juga angkat bicara terkait masalah ini pada Senin (20/9/2021).

Sanusi mengaku tak pernah memberi izin izin kepada Sutiaji dan rombongan pejabat Pemkot Malang mengunjungi pantai tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sanusi menegaskan, pantai tersebut masih tutup dan tak boleh ada aktivitas wisata. Sanusi memastikan, Forkopimda Kabupaten Malang sepakat menyerahkan kasus tersebut ke polisi.

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Kondang Merak Menuntut Sanksi juga menggelar demonstrasi di Kantor Wali Kota Malang, Rabu (22/9/2021).

Mereka menuntut Sutiaji dan Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso diperiksa karena dinilai melanggar PPKM.

Sejumlah elemen masyarakat berdemontrasi di depan Balai Kota Malang tuntut wali kota Malang disanksi karena melanggar PPKM dengan gowes ke Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, Rabu (22/9/2021).KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Sejumlah elemen masyarakat berdemontrasi di depan Balai Kota Malang tuntut wali kota Malang disanksi karena melanggar PPKM dengan gowes ke Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, Rabu (22/9/2021).

Sementara itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Malang dan polisi bergerak mendalami dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kasus tersebut.

Baca juga: Wali Kota Malang Sutiaji Akhirnya Minta Maaf karena Gowes ke Pantai Kondang Merak

Sekitar empat hari setelah aktivitas gowes itu, Wali Kota Malang Sutiaji akhirnya angkat berbicara.

Orang nomor satu di Kota Malang itu meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatannya.

"Atas nama pribadi, atas nama institusi, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Bumi Arema yang kita cintai, seluruh Forpimda," kata Sutiaji di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (23/9/2021).

Sutiaji meminta maaf atas kegaduhan yang timbul akibat aktivitasnya bersama sejumlah pejabat Kota Malang di Pantai Kondang Merak.

"Kami manusia biasa. Manusia tidak lepas dari salah dan luput. Tentu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Sutiaji.

Wali Kota Malang itu berjanji mengikuti proses hukum yang berlaku terkait kasus tersebut.

"Kami akan ikut proses-proses hukum. Masalah ketentuan hukum, sanksi, sepenuhnya kami serahkan kepada pihak yang berwajib," katanya.

Sutiaji berjanji akan kooperatif dengan kepolisian. Ia juga memastikan pejabat Pemkot Malang lainnya akan melakukan hal serupa.

Ia pun mengaku telah menjalani tes usap Covid-19 sebagai persiapan pemeriksaan di Polres Malang.

"Untuk proses-proses hukum, saya sampaikan, saya akan proaktif, saya akan datang ke sana (Polres Malang)," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Ganjar dan Risma Bertemu di Makam Bung Karno...

Ketika Ganjar dan Risma Bertemu di Makam Bung Karno...

Surabaya
Apresiasi RS Terapung Unair, Khofifah: Misi Madura Sadar Covid-19 Perlu Dilanjutkan

Apresiasi RS Terapung Unair, Khofifah: Misi Madura Sadar Covid-19 Perlu Dilanjutkan

Surabaya
Bermula Tanyakan Arah SPBU, Penculik Bekap Bocah SD di Surabaya

Bermula Tanyakan Arah SPBU, Penculik Bekap Bocah SD di Surabaya

Surabaya
5 Daerah di Jatim PPKM Level 1, Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Tetap Disiplin Prokes

5 Daerah di Jatim PPKM Level 1, Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Tetap Disiplin Prokes

Surabaya
ASN di Jatim Wajib Kirim 'Live Location' Saat Libur Maulid Nabi, Ini Penjelasan Kepala BKD

ASN di Jatim Wajib Kirim "Live Location" Saat Libur Maulid Nabi, Ini Penjelasan Kepala BKD

Surabaya
Video Viral Kepala Dusun Joget di Meja, Kades: Dia Akan Menyerahkan Penghasilan Selama 3 Bulan ke Fakir Miskin...

Video Viral Kepala Dusun Joget di Meja, Kades: Dia Akan Menyerahkan Penghasilan Selama 3 Bulan ke Fakir Miskin...

Surabaya
Surabaya Bakal Tindak Tegas Pinjol Ilegal, Siapkan Aplikasi Pengaduan untuk Warga

Surabaya Bakal Tindak Tegas Pinjol Ilegal, Siapkan Aplikasi Pengaduan untuk Warga

Surabaya
Menelusuri Habitat Merak Hijau di Kediri

Menelusuri Habitat Merak Hijau di Kediri

Surabaya
Pria di Surabaya Ini Pakai Uang Pinjaman Rp 4 Juta untuk Bisnis Jualan Sabu

Pria di Surabaya Ini Pakai Uang Pinjaman Rp 4 Juta untuk Bisnis Jualan Sabu

Surabaya
Genjot Vaksinasi Covid-19, Dinkes Kota Malang Pastikan Stok Vaksin Aman

Genjot Vaksinasi Covid-19, Dinkes Kota Malang Pastikan Stok Vaksin Aman

Surabaya
Pria Ini Cabuli 2 Anak di Bawah Umur, Dilakukan di Sekitar Tempat Ibadah di Surabaya

Pria Ini Cabuli 2 Anak di Bawah Umur, Dilakukan di Sekitar Tempat Ibadah di Surabaya

Surabaya
Khofifah: Kehadiran Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik Serap 40.000 Tenaga Kerja

Khofifah: Kehadiran Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik Serap 40.000 Tenaga Kerja

Surabaya
Penyebab Boneka Squid Game di Surabaya Dibongkar Satpol PP, karena Picu Kerumunan

Penyebab Boneka Squid Game di Surabaya Dibongkar Satpol PP, karena Picu Kerumunan

Surabaya
Bangkai Hiu Paus Sepanjang 5 Meter Ditemukan Nelayan Pantai Selatan Blitar

Bangkai Hiu Paus Sepanjang 5 Meter Ditemukan Nelayan Pantai Selatan Blitar

Surabaya
Diperiksa 5 Jam Terkait Kasus Gowes ke Pantai Kondang Merak, Ini Tanggapan Wali Kota Sutiaji

Diperiksa 5 Jam Terkait Kasus Gowes ke Pantai Kondang Merak, Ini Tanggapan Wali Kota Sutiaji

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.