KOMPAS.com - Sejumlah sopir truk pengangkut sapi melakukan protes setelah ditilang petugas Satlantas Polres Tuban.
Mereka protes karena ditilang polisi di Pos Polantas Pakah, Kecamatan Semandning, dan Pos Polantas Temangkar, Kecamatan Widang.
Para sopir truk pengangkut sapi itu menghentikan kendaraannya di tengah jalan. Aksi mereka membuat kemacetan panjang.
Kasat Lantas Polres Tuban AKP Arum Inambala mengatakan, peristiwa itu terjadi saat petugas melakukan penegakan dan pengaturan lalu lintas pada Minggu (12/9/2021) pukul 06.30 WIB.
Saat itu, sebuah truk pengangkut sapi melintas di lokasi. Di bak belakang truk itu terdapat sejumlah penumpang yang duduk hingga bergelantungan di atas bak truk.
Penumpang yang duduk di sebelah pengemudi juga tidak mengenakan sabuk pengaman.
Baca juga: Susul Lamongan dan Tuban, Gresik Juga Terapkan PPKM Level 1
Melihat pelanggaran tersebut, petugas menilang pengemudi truk pengangkut sapi itu.
"Permasalahannya bukan truk sapinya, tapi truk sapi itu di bak belakang mengangkut orang dengan jumlah yang banyak, sehingga dilakukan penilangan," kata AKP Arum Inambala, kepada Kompas.com, Selasa (14/8/2021).
Protes tersebut terjadi karena salah satu pengemudi truk sapi diduga memprovokasi sopir lain yang sedang melintas di jalan itu.
"Ada sopir yang mengajak sopir lain untuk memberhentikan kendaraan, dengan melintangkan kendaraannya di tengah jalan dan menimbulkan kemacetan," tuturnya.
Arum mengatakan, polisi menilang empat truk pengangkut sapi yang melanggar lalu lintas dalam peristiwa itu.
Mereka dikenakan dua pasal sekaligus yakni Pasal 289 dan Pasal 303 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
"Sebab, penumpang di samping sopir tidak menggunakan sabuk pengaman serta kendaraan pengangkut barang tersebut mengangkut orang," jelasnya.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.