1.716 Rumah di Malang Rusak akibat Gempa, Presiden Jokowi: Semua Akan Dibantu Pemerintah

Kompas.com - 29/04/2021, 17:49 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) pada saat memberikan keterangan terkait penanganan gempa bumi, di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021). ANTARAPresiden Joko Widodo (ketiga kiri) pada saat memberikan keterangan terkait penanganan gempa bumi, di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021).

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyatakan, pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak terdampak gempa yang melanda Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4/2021).

Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, sebanyak 1.716 rumah di Kabupaten Malang mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.

"Semua akan dibantu oleh pemerintah. Yang (mengalami kerusakan) berat akan dibantu Rp 50 juta, sedang Rp 25 juta, dan ringan dibantu Rp 10 juta," kata Jokowi di Desa Majangtengah Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, Jawa Timur, seperti dikutip dari Antara, Kamis (29/4/2021).

Pembangunan rumah dan fasilitas umum terdampak gempa di Kabupaten Malang akan dimulai dalam waktu dekat.

Jokowi menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membenahi fasilitas umum yang rusak akibat gempa di Kabupate Malang.

"Kita harapkan, nanti bisa segera dilaksanakan rekonstruksi. Untuk fasilitas umum, seperti yang ada di belakang saya ini, musala juga akan dikerjakan oleh Kementerian PUPR," kata Jokowi.

Jokowi berharap, pembangunan itu bisa membuat kehidupan masyarakat yang terdampak bencana bisa normal kembali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita ingin kehidupan bisa normal kembali, dan kita harapkan kita semuanya nanti ke Kabupaten Malang, semuanya sudah dimulai dikerjakan dalam bulan Mei 2021 ini," kata Jokowi.

Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4/2021). Gempa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, dan menyebabkan kerusakan yang cukup besar di wilayah Kabupaten Malang.

Berdasarkan catatan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dampak dari gempa bumi tersebut tersebar di 32 kecamatan, dari total 33 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

Sementara itu, sebanyak 641 fasilitas umum rusak, terdiri dari 226 sekolah, 233 rumah ibadah, 23 unit fasilitas kesehatan, dan 159 fasilitas umum lainnya.

Untuk korban meninggal dunia, tercatat ada sebanyak empat orang, dan sebanyak 110 orang lainnya mengalami luka-luka.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Mohon Maaf untuk Sementara IGD Tidak Menerima Pelayanan Pasien yang Memerlukan Oksigen'

"Mohon Maaf untuk Sementara IGD Tidak Menerima Pelayanan Pasien yang Memerlukan Oksigen"

Surabaya
Daftar 3 Tempat Isi Oksigen Gratis di Jatim yang Buka 24 Jam dan Cara Mendapatkannya

Daftar 3 Tempat Isi Oksigen Gratis di Jatim yang Buka 24 Jam dan Cara Mendapatkannya

Surabaya
Gubernur Jawa Timur Sebut Stasiun Pengisian Ulang Oksigen Gratis Buka 24 Jam

Gubernur Jawa Timur Sebut Stasiun Pengisian Ulang Oksigen Gratis Buka 24 Jam

Surabaya
Vaksinasi Covid-19 di Jatim, Gubernur Khofifah: Kendala Saat Ini Masih Pasokan...

Vaksinasi Covid-19 di Jatim, Gubernur Khofifah: Kendala Saat Ini Masih Pasokan...

Surabaya
Cerita Arya Mengaku Diusir Warga Saat Isoman: Sedih, tapi Ya Sudah, Memang Risiko Nakes...

Cerita Arya Mengaku Diusir Warga Saat Isoman: Sedih, tapi Ya Sudah, Memang Risiko Nakes...

Surabaya
Daftar Nomor Telepon Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Surabaya

Daftar Nomor Telepon Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Surabaya

Surabaya
Jadi Pengedar Sabu, Relawan Anti-narkoba Ditangkap Polisi, Ini Alasannya

Jadi Pengedar Sabu, Relawan Anti-narkoba Ditangkap Polisi, Ini Alasannya

Surabaya
Tes GeNose Palsu di Sumenep, Gunakan Kantong Urine, Dijual Rp 50.000 ke Penumpang Bus

Tes GeNose Palsu di Sumenep, Gunakan Kantong Urine, Dijual Rp 50.000 ke Penumpang Bus

Surabaya
'Banyak Pasien Datang ke RS dengan Kondisi Sudah Jelek, Sehingga Banyak yang Meninggal di IGD'

"Banyak Pasien Datang ke RS dengan Kondisi Sudah Jelek, Sehingga Banyak yang Meninggal di IGD"

Surabaya
'Semua Penumpang ke Depan Cari Pelampung, Semua Berebutan'

"Semua Penumpang ke Depan Cari Pelampung, Semua Berebutan"

Surabaya
'Dapat Panggilan Memakamkan Jenazah Covid-19 Tengah Malam hingga Dini Hari Itu Sudah Biasa'

"Dapat Panggilan Memakamkan Jenazah Covid-19 Tengah Malam hingga Dini Hari Itu Sudah Biasa"

Surabaya
RS Lapangan Gejos Kembali Dibuka, Bupati Gresik: Pemkab Tak Ingin Ada Pasien Telantar

RS Lapangan Gejos Kembali Dibuka, Bupati Gresik: Pemkab Tak Ingin Ada Pasien Telantar

Surabaya
Aturan PPKM Mikro Surabaya, SIKM Berlaku, Jam Operasional Usaha Dibatasi

Aturan PPKM Mikro Surabaya, SIKM Berlaku, Jam Operasional Usaha Dibatasi

Surabaya
Khofifah Kembali Terinfeksi Covid-19, Wagub Jatim: Penanganan Corona Tetap Sesuai Prosedur

Khofifah Kembali Terinfeksi Covid-19, Wagub Jatim: Penanganan Corona Tetap Sesuai Prosedur

Surabaya
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Wali Kota Madiun Minta RS Swasta Sediakan Ruangan Isolasi

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Wali Kota Madiun Minta RS Swasta Sediakan Ruangan Isolasi

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X