Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa di Lumajang Jadi 6 Orang

Kompas.com - 13/04/2021, 17:27 WIB
Warga melihat kondisi rumahnya yang rubuh akibat gempa di Desa Kali Uling, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021). Sekitar ratusan rumah warga di wilayah itu rusak akibat gempa bermagnitudo 6,1 SR yang terjadi di Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa. ANTARA FOTO/Zabur KaruruWarga melihat kondisi rumahnya yang rubuh akibat gempa di Desa Kali Uling, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021). Sekitar ratusan rumah warga di wilayah itu rusak akibat gempa bermagnitudo 6,1 SR yang terjadi di Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa.

KOMPAS.com - Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bertambah menjadi enam orang. Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mencatat terdapat lima korban jiwa.

Gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4/2021), menyebabkan ribuan rumah rusak dan beberapa orang meninggal di Lumajang.

Baca juga: Kondisi Terkini Usai KKB Berulah di Kabupaten Puncak, Toko Tidak Berani Buka, Stok Makanan Menipis

"Memang benar ada penambahan korban meninggal dunia, sehingga ada enam korban yang meninggal dunia akibat gempa," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Lumajang Joko Sambang di Lumajang saat dikutip dari Antara, Selasa (13/4/2021).

Korban terbaru berasal dari Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, yang tertimpa runtuhan bangunan rumah saat gempa. Namun, korban jiwa itu baru dilaporkan ke BPBD Lumajang.

"Korban meninggal tersebut sempat dirawat di Puskesmas Pronojiwo, kemudian dirujuk ke RSUD Pasirian dan meninggal di rumah sakit tersebut," katanya.

Berdasarkan data BPBD Lumajang, enam korban yang meninggal dunia yakni pasangan suami istri Ahmad Fadholi dan Sri Yani warga Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari, yang tertimpa batu besar saat berkendara di Jalur Piket Nol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Korban meninggal lainnya yakni Juwanto, Nasar, dan Bonangi, warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari. Mereka meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan rumah yang roboh akibat gempa.

Korban terakhir yakni Mardiyah (70), warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah. Nenek ini sempat dibawa ke Puskesmas Pronojiwo dan dirujuk ke RSUD Pasirian.

Ia menjelaskan, BPBD bersama TNI dan Polri masih berupaya membersihkan puing bangunan rumah yang roboh dan rusak berat.

Baca juga: Tetap Ada Tradisi Megengan Menyambut Ramadhan di Posko Darurat Korban Gempa Malang

Kegiatan itu dilakukan dengan cara manual dan bantuan alat berat.

"Hari ini kami terus melakukan pembersihan untuk kondisi yang terparah akibat gempa, sehingga perlu alat berat untuk membersihkan puing bangunan rumah warga yang rusak tersebut," ujarnya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Mohon Maaf untuk Sementara IGD Tidak Menerima Pelayanan Pasien yang Memerlukan Oksigen'

"Mohon Maaf untuk Sementara IGD Tidak Menerima Pelayanan Pasien yang Memerlukan Oksigen"

Surabaya
Daftar 3 Tempat Isi Oksigen Gratis di Jatim yang Buka 24 Jam dan Cara Mendapatkannya

Daftar 3 Tempat Isi Oksigen Gratis di Jatim yang Buka 24 Jam dan Cara Mendapatkannya

Surabaya
Gubernur Jawa Timur Sebut Stasiun Pengisian Ulang Oksigen Gratis Buka 24 Jam

Gubernur Jawa Timur Sebut Stasiun Pengisian Ulang Oksigen Gratis Buka 24 Jam

Surabaya
Vaksinasi Covid-19 di Jatim, Gubernur Khofifah: Kendala Saat Ini Masih Pasokan...

Vaksinasi Covid-19 di Jatim, Gubernur Khofifah: Kendala Saat Ini Masih Pasokan...

Surabaya
Cerita Arya Mengaku Diusir Warga Saat Isoman: Sedih, tapi Ya Sudah, Memang Risiko Nakes...

Cerita Arya Mengaku Diusir Warga Saat Isoman: Sedih, tapi Ya Sudah, Memang Risiko Nakes...

Surabaya
Daftar Nomor Telepon Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Surabaya

Daftar Nomor Telepon Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Surabaya

Surabaya
Jadi Pengedar Sabu, Relawan Anti-narkoba Ditangkap Polisi, Ini Alasannya

Jadi Pengedar Sabu, Relawan Anti-narkoba Ditangkap Polisi, Ini Alasannya

Surabaya
Tes GeNose Palsu di Sumenep, Gunakan Kantong Urine, Dijual Rp 50.000 ke Penumpang Bus

Tes GeNose Palsu di Sumenep, Gunakan Kantong Urine, Dijual Rp 50.000 ke Penumpang Bus

Surabaya
'Banyak Pasien Datang ke RS dengan Kondisi Sudah Jelek, Sehingga Banyak yang Meninggal di IGD'

"Banyak Pasien Datang ke RS dengan Kondisi Sudah Jelek, Sehingga Banyak yang Meninggal di IGD"

Surabaya
'Semua Penumpang ke Depan Cari Pelampung, Semua Berebutan'

"Semua Penumpang ke Depan Cari Pelampung, Semua Berebutan"

Surabaya
'Dapat Panggilan Memakamkan Jenazah Covid-19 Tengah Malam hingga Dini Hari Itu Sudah Biasa'

"Dapat Panggilan Memakamkan Jenazah Covid-19 Tengah Malam hingga Dini Hari Itu Sudah Biasa"

Surabaya
RS Lapangan Gejos Kembali Dibuka, Bupati Gresik: Pemkab Tak Ingin Ada Pasien Telantar

RS Lapangan Gejos Kembali Dibuka, Bupati Gresik: Pemkab Tak Ingin Ada Pasien Telantar

Surabaya
Aturan PPKM Mikro Surabaya, SIKM Berlaku, Jam Operasional Usaha Dibatasi

Aturan PPKM Mikro Surabaya, SIKM Berlaku, Jam Operasional Usaha Dibatasi

Surabaya
Khofifah Kembali Terinfeksi Covid-19, Wagub Jatim: Penanganan Corona Tetap Sesuai Prosedur

Khofifah Kembali Terinfeksi Covid-19, Wagub Jatim: Penanganan Corona Tetap Sesuai Prosedur

Surabaya
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Wali Kota Madiun Minta RS Swasta Sediakan Ruangan Isolasi

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Wali Kota Madiun Minta RS Swasta Sediakan Ruangan Isolasi

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X