Polisi Temukan Uang Palsu Rp 3,3 Miliar di Rumah Pelaku Pengganda Uang di Lamongan

Kompas.com - 31/03/2021, 11:11 WIB
Ilustrasi kaya SHUTTERSTOCKIlustrasi kaya
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - MA (55) warga Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Lamongan ditangkap polisi karena dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang.

Saat digeledah, polisi menemukan uang palsu Rp 3,3 miliar yang terdiri dari pecahan yang Rp 100.000. Sehari-hari, MA bekerja sebagai makelar jual motor bekas.

Kepada polisi, MA mengaku mendapatkan uang palsu secara online yang dikirim lewat jasa ekspedisi.

"Untuk setiap 1 miliar (uang palsu), saya beli seharga Rp 700.000," ucap MA.

Dari pengakuan tersangka dan penelusuran yang sudah dilakukan polisi, uang palsu itu belum beredar di wilayah Lamongan dan sekitarnya.

Baca juga: Mengaku Bisa Gandakan Uang, Pria Ini Tipu Korban Ratusan Juta Rupiah

Sempat kembalikan uang Rp 27 juta ke korban

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana bersama Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri saat menunjukkan barang bukti uang palsu atau uang mainan milik pelaku (kanan bawah), dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Selasa (30/3/2021).KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAH Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana bersama Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri saat menunjukkan barang bukti uang palsu atau uang mainan milik pelaku (kanan bawah), dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Selasa (30/3/2021).
Ada tiga korban MA yakni DS (46), DWN (44), dan S (46) warga Mojokerto. DS menyerahkan uang Rp 65 juta sementara DWN menyerahkan uang Rp 35 juta.

Sedangkan S adalah korban yang paling mengeluarkan uang yakni Rp 107 juta.

Namun di depan polisi, S mengaku telah mengembalikan uang Rp 27 juta kepada S.

"Saya sudah kembalikan Rp 27 juta kepada S pak," kata MA saat pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Pelaku Mengaku Tak Bisa Menggandakan Uang, Kapolres: Kok Masih Ada Saja yang Percaya...

Kepada para korbannya, MA mengiming-imingi akan diberi pring petuk dengan sejumlah uang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukan Akibat Vaksin Covid-19, Pria di Pamekasan Muntah Darah Usai Disuntik, Ini Faktanya

Bukan Akibat Vaksin Covid-19, Pria di Pamekasan Muntah Darah Usai Disuntik, Ini Faktanya

Surabaya
659.411 Warga Surabaya Sudah Divaksin, Pemkot Target Sehari 50.000 Orang

659.411 Warga Surabaya Sudah Divaksin, Pemkot Target Sehari 50.000 Orang

Surabaya
Berkat Menanam Porang, Warga di Desa Ini Keluar dari Kemiskinan, bahkan Bisa Beli Mobil dan Rumah

Berkat Menanam Porang, Warga di Desa Ini Keluar dari Kemiskinan, bahkan Bisa Beli Mobil dan Rumah

Surabaya
Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa di Lumajang Jadi 6 Orang

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa di Lumajang Jadi 6 Orang

Surabaya
Gempa Malang Terasa hingga Surabaya, Ratusan Pengunjung Royal Plaza Lari Berhamburan Keluar

Gempa Malang Terasa hingga Surabaya, Ratusan Pengunjung Royal Plaza Lari Berhamburan Keluar

Surabaya
8 Taman di Surabaya yang Dibuka Besok Bakal Terapkan Prokes Ketat

8 Taman di Surabaya yang Dibuka Besok Bakal Terapkan Prokes Ketat

Surabaya
Mengenang Rau, Bocah 2 Tahun yang Alami Sindrom Putri Tidur, 16 Bulan Tertidur, Meninggal Setelah Dioperasi

Mengenang Rau, Bocah 2 Tahun yang Alami Sindrom Putri Tidur, 16 Bulan Tertidur, Meninggal Setelah Dioperasi

Surabaya
Pria Ini Tetap Bunuh Bocah 8 Tahun meski Tahu Salah Sasaran, Menyesal tapi Sebut Harus Dilakukan

Pria Ini Tetap Bunuh Bocah 8 Tahun meski Tahu Salah Sasaran, Menyesal tapi Sebut Harus Dilakukan

Surabaya
Bocah Ini Tetap Dibunuh Kerabat Ibunya meski Pelaku Tahu Salah Sasaran, Tak Ingin Korban Tersiksa

Bocah Ini Tetap Dibunuh Kerabat Ibunya meski Pelaku Tahu Salah Sasaran, Tak Ingin Korban Tersiksa

Surabaya
Suami di Kediri Jual Istri Rp 1 Juta untuk Kencan dengan Pria Lain, Ditangkap Saat Menemani di Kamar Hotel

Suami di Kediri Jual Istri Rp 1 Juta untuk Kencan dengan Pria Lain, Ditangkap Saat Menemani di Kamar Hotel

Surabaya
Kronologi Guru dan Kepsek Menyulut Tangan 10 Siswa dengan Korek Api, Berawal Uang Rp 12.500 Hilang

Kronologi Guru dan Kepsek Menyulut Tangan 10 Siswa dengan Korek Api, Berawal Uang Rp 12.500 Hilang

Surabaya
Guru yang Sulut 10 Siswanya gara-gara Uang Rp 12.500 Dipecat, Kepsek yang Terlibat Dicopot

Guru yang Sulut 10 Siswanya gara-gara Uang Rp 12.500 Dipecat, Kepsek yang Terlibat Dicopot

Surabaya
Ketika Pelajar SMP Bertanya ke Wakil Bupati Trenggalek: Kapan Kami Divaksin, Pak?

Ketika Pelajar SMP Bertanya ke Wakil Bupati Trenggalek: Kapan Kami Divaksin, Pak?

Surabaya
Kronologi Pasutri Dirampok, Lampu Rumah Tiba-tiba Mati, Korban yang Stroke Diancam Pakai Celurit

Kronologi Pasutri Dirampok, Lampu Rumah Tiba-tiba Mati, Korban yang Stroke Diancam Pakai Celurit

Surabaya
Buntut Aksi Pesawat Kertas di Rumah Dinas Wali Kota Malang, Pengamanan Diperketat

Buntut Aksi Pesawat Kertas di Rumah Dinas Wali Kota Malang, Pengamanan Diperketat

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X