Perjalanan Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta di Surabaya, Ardi Penerima Uang Dituntut 2 Tahun Penjara

Kompas.com - 26/03/2021, 05:25 WIB
Sidang agenda putusan sela kasus salah transfer Bank BCA di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (4/3/2021). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALSidang agenda putusan sela kasus salah transfer Bank BCA di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (4/3/2021).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Ardi Pratama (29) warga Manukan, Kota Surabaya dituntut dua tahun penjara dalam kasus salah transfer Bank Central Asia (BCA).

Tuntutan dibacakan dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri Surabaya pada Rabu (24/3/2021).

Kasus yang dialami Ardi berawal pada 17 Maret 2020.

Saat itu ia menerima transfer kliring senilai Rp 51 juta di rekening pribadinya. Ardi mengira uang tersebut adalah komisi penjualan mobil yang ia lakukan.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta di Surabaya, Dituntut 2 Tahun, Ardi Ajukan Pleidoi

Uang tersebut ia gunakan untuk belanja dan membayar utang.

Sepuluh hari kemudian, tepatnya 27 Maret 2020, pihak BCA mengetahui ada kesalahan transfer setelah ada komplain dari pihak yang seharusnya menerima transfer.

Di hari yang sama, petugas BCA yang diwakili back office berinsial NK dan I datang ke rumah Ardi. Mereka meminta Ardi untuk mengembalikan utuh nominal tersebut.

Baca juga: Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta, Jaksa: Terdakwa Menikmati Uang Itu dan Berbelit-belit di Persidangan

Ardi menjanjikan akan mengambalikan dana yang sudha terpakai dengan cara diangsur karena Maret 2020 adalah awal pandemi.

Setelah kedatangan dua karyawan, Ardi menerima surat somasi dari pihak BCA. Ardi kemudian menghubungi BCA dan berusaha meminta keringan agar uang Rp 51 juta bisa dicicil.

Saat itu, Ardi melakukan setor tunai Rp 5 jut ke rekening pribadinya sehingga ada dana mengendap di BCA sekitar Rp 1 juta.

Baca juga: Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Dituntut 2 Tahun Penjara, Jaksa: Terdakwa Nikmati Uangnya

Dilaporkan oleh mantan karyawan BCA

Nur Chuzaimah, pelapor kasus salah transfer Bank BCAKOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL Nur Chuzaimah, pelapor kasus salah transfer Bank BCA
Nur Chuzaimah adalah mantan pegawai BCA yang melaporkan Ardi ke polisi. Ia bercerita telah melakukan kesalahan transfer pada 11 Maret 2020.

Ia salah memasukkan nomor rekening sehingga masuk ke rekening Ardi Pratama. Nur dan rekannya sudah menemui Ardi untuk menjelaskan duduk perkaranya.

"Saat itu orangnya (Ardi) ngotot bahwa dia tidak bersalah, 'bukan salah saya, saya kan tidak salah'," kata Nur menirukan ucapan Ardi, saat ditemui wartawan di Surabaya, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Penerima Salah Transfer Rp 51 Juta Dituntut 2 Tahun Penjara, Hal Ini yang Dianggap Memberatkan

Sebelum pensiun pada Agustus 2020, Nur akhirnya mengembalikan uang Rp 51 juta dengan dana pribadi.

"Karena saya akan pensiun saya tidak mau meninggalkan masalah di kantor saya. Saya pun berupaya mengganti uang Rp 51 juta itu dengan uang saya pribadi," jelas dia.

Karena tak ada kabar dari Ardi, Nur pun melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes. Saat mediasi, Ardi berjanji akan mencicil uang.

"Sempat muncul angka Rp 2 juta lalu Rp 3 juta, tapi itu cuma janji. Dia janji-janji terus," terang Nur.

Baca juga: Duduk Perkara Nur, Mantan Pegawai BCA Laporkan Nasabah Usai Salah Transfer, Begini Aturan Mainnya

Karena gagal mediasi, Nur pun menyerahkan kasus tersebut ke polisi. Sejak saat itu, Nur tak pernah lagi menghubungi Ardi.

Pada 10 November 2020, Ardi resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dengan tuduhan Pasal 855 UU Nomor 3 Tahun 2011 dan TPPU UU Nomor 4 Tahun 2010.

Walaupun sudah masuk persidangan, Nur masih berharap uangnya masih bisa kembali. Karena uang untuk mengganti uang nasabah didapat dari hasil meminjam ke sana kemari.

Baca juga: Kasus Salah Transfer Uang Rp 51 Juta, Ini Alasan Mantan Pegawai BCA Laporkan Ardi ke Polisi

Sementara itu, kuasa hukum Nur, Sudiman Sidabukke mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih membuka ruang komunikasi terhadap pihak terdakwa.

Jika uang tersebut dikembalikan, maka harapannya dapat meringankan hukuman terdakwa.

"Jika sampai ada pengembalian, majelis hakim tentu akan meringankan hukuman bagi terdakwa," katanya.

Karena kasus tersebut, Ardi pun ditahan sejak 26 November 2020.

Baca juga: Kasus Salah Transfer Uang Rp 51 Juta, Ini Alasan Mantan Pegawai BCA Laporkan Ardi ke Polisi

Berbelit-belit selama sidang

Kuasa Hukum Ardi Pratama Saat Membacakan Esepsi Beberapa Waktu Saat Sidang Di PN Surabaya.DOK. R.Hendrix Kurniawan Kuasa Hukum Ardi Pratama Saat Membacakan Esepsi Beberapa Waktu Saat Sidang Di PN Surabaya.
Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa kasus salah transfer uang Rp 51 juta, Ardi Pratama dua tahun penjara.

Jaksa Zulfikar menjelaskan, Ardi dinilai bersalah melanggar Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

"Pertimbangan yang memberatkan, terdakwa sudah menikmati uang kesalahan transfer tersebut dan terdakwa berbelit-belit selama persidangan," ujar Zulfikar saat membacakan tuntutannya, Rabu.

Hal yang meringankan dalam sidang tersebut, Ardi dinilai masih berusia muda dan belum pernah dihukum.

Baca juga: Kasus Salah Transfer Uang Rp 51 Juta, Ini Alasan Mantan Pegawai BCA Laporkan Ardi ke Polisi

Terkait tuntutan jaksa tersebut, Ardi melalui tim kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan.

Sebelumnya, kuasa hukum Ardi smepat mengajukan penangguhan penahanan kepada majelis halim Pengadilan Negeri Surabaya.

Alasannya, terdakwa Ardi Pratama adalah tulang punggung keluarga dan memiliki tiga anak yang masih kecil.

Baca juga: Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

"Kami ajukan penangguhan penahanan karena klien kami adalah tulang punggung keluarga dan masih punya anak kecil. Ini alasan kemanusiaan saja," kata Hendrix usai sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (4/3/2021).

"Keluarga siap menjadi penjamin. Istri dan anaknya siap menjadi penjamin," jelasnya.

Sementara itu istri Ardi, Devi Rahmawati berharap keadilan berpihak kepada suaminya.

Sejak suaminya ditahan, Devi mengaku tak memiliki penghasilan. Sementara, ia memiliki tiga anak yang masih kecil.

"Saya ingin suami saya bebas," katanya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Achmad Faizal | Editor : David Oliver Purba, Dheri Agriesta)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Pegawai BNI Madiun Positif Covid-19, Layanan Ditutup Sementara

10 Pegawai BNI Madiun Positif Covid-19, Layanan Ditutup Sementara

Surabaya
Kebakaran Pasar Bululawang Malang, Kios yang Rusak Ringan Bakal Direnovasi

Kebakaran Pasar Bululawang Malang, Kios yang Rusak Ringan Bakal Direnovasi

Surabaya
Rumah dan 2 Mobil, Aset Tersangka Investasi Bodong di Lamongan Disita Polisi

Rumah dan 2 Mobil, Aset Tersangka Investasi Bodong di Lamongan Disita Polisi

Surabaya
3 Pemuda di Lamongan Bacok Pelajar hingga Luka Parah, Ini Penyebabnya

3 Pemuda di Lamongan Bacok Pelajar hingga Luka Parah, Ini Penyebabnya

Surabaya
Pengakuan Korban Investasi Bodong Mahasiswi Lamongan, Awalnya Untung lalu Rugi sampai Rp 65 Juta

Pengakuan Korban Investasi Bodong Mahasiswi Lamongan, Awalnya Untung lalu Rugi sampai Rp 65 Juta

Surabaya
Dinkes Malang Kirim 4 Sampel Dicurigai Omicron ke RS Unair

Dinkes Malang Kirim 4 Sampel Dicurigai Omicron ke RS Unair

Surabaya
1 Siswa Terpapar Covid-19, PTM 100 Persen di MAN 2 Kota Malang Dihentikan

1 Siswa Terpapar Covid-19, PTM 100 Persen di MAN 2 Kota Malang Dihentikan

Surabaya
Dalam 30 Menit, Pencuri Gondol 6 Sepeda Motor di Rumah Indekos di Blitar

Dalam 30 Menit, Pencuri Gondol 6 Sepeda Motor di Rumah Indekos di Blitar

Surabaya
Tambah 3 Kasus Baru, Pasien Covid-19 Varian Omicron di Madiun Jadi 4 Orang

Tambah 3 Kasus Baru, Pasien Covid-19 Varian Omicron di Madiun Jadi 4 Orang

Surabaya
Mencoba Tabrak Polisi, Pencuri Kabel Telkom di Sidoarjo Ditembak Mati

Mencoba Tabrak Polisi, Pencuri Kabel Telkom di Sidoarjo Ditembak Mati

Surabaya
Cekcok Saat Buat Minuman Pelanggan, Pekerja Siram Anak Pemilik Warung Pakai Air Panas

Cekcok Saat Buat Minuman Pelanggan, Pekerja Siram Anak Pemilik Warung Pakai Air Panas

Surabaya
Rumah Bupati Jember Sudah Jadi Langganan Banjir Setiap Tahun, Ini Penyebabnya

Rumah Bupati Jember Sudah Jadi Langganan Banjir Setiap Tahun, Ini Penyebabnya

Surabaya
Kisah Pilu Kusdiono, Tewas Usai Tergelincir Tumpahan Cairan Kimia di Jalan yang Disebut Lebih Licin dari Oli

Kisah Pilu Kusdiono, Tewas Usai Tergelincir Tumpahan Cairan Kimia di Jalan yang Disebut Lebih Licin dari Oli

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 18 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 18 Januari 2022

Surabaya
Pasien Omicron Kota Malang Isolasi Mandiri di Rumah, Punya Riwayat Perjalanan dari Bali

Pasien Omicron Kota Malang Isolasi Mandiri di Rumah, Punya Riwayat Perjalanan dari Bali

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.