Fakta Pembunuhan di Kediri, Korban Pelajar Bandung Usia 16 Tahun, Terlibat Prostitusi Online

Kompas.com - 05/03/2021, 16:06 WIB
RP (23), tersangka pelaku pembunuhan dengan korban M (16), seusai pers rilis di Mapolres Kediri Kota, Jumat (5/3/2021). KOMPAS.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIMRP (23), tersangka pelaku pembunuhan dengan korban M (16), seusai pers rilis di Mapolres Kediri Kota, Jumat (5/3/2021).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sosok mayat perempua ditemukan di kamar 421 Hotel Lotus Garden, Kota Kediri pada Minggu (28/2/2021).

Di mayat korban, polisi menemukan tujuh luka tusuk di pinggang dan dua luka sayatan di leher.

Korban diketahui bernama M warga Bandung, Jawa Barat. Sebelum ditemukan tewas, M datang ke hotel bersama empat rekannya dan menyewa dua kamar.

Ia kemudian ditemukan tewas setelah beberapa jam berada di dalam kamar hotel.

Baca juga: Tak Sanggup Bayar Jasa Prostitusi, Motif Pelaku Habisi Wanita Muda di Hotel

Awalnya M diperkirakan berusia 20 tahun. Namun dari pengembangan kasus, M diketahui masih berstatus pelajar yang berusia 16 tahun.

Dia tempat kejadian perkara, polisi mengamankan barang bukti berupa koper dan dua alat kontrasepsi jenis kondom.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi pun memeriksa empat rekan M sebagai saksi atas kasus pembunuhan tersebut.

Selain itu polisi juga meminta keterangan petugas hotel dan menyelidiki rekaman CCTV yang ada di hotel.

Baca juga: Diduga Dibunuh, Gadis Asal Bandung Tewas dengan 7 Luka Tusuk di Kediri, Polisi Selidiki CCTV

Pelaku pembunuhan hanya butuh sekitar 30 menit untuk melakukan aksinya saat teman pria korban, DK (22) keluar kamar sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat balik ke kamar pukul 16.30 WIB, kamar yang digunakan M telah tekunci. DK pun meminta bantuan petugas hotel untuk membuka kamar dengan kunci duplikat.

Diduga pelaku pembunuhan membawa kunci kamar hotel.

Jenazah M kemudian dijemput keluarganya dan dibawa ke Bandung untuk dimakamkan pada Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Pelaku berprofesi sebagai pedagang online

Jajaran Polres Kediri Kota, Jumat (5/3/2021), memamerkan pelaku dan barang bukti pengungkapan kasus pembunuhan terhadap M, gadis di bawah umur.KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM Jajaran Polres Kediri Kota, Jumat (5/3/2021), memamerkan pelaku dan barang bukti pengungkapan kasus pembunuhan terhadap M, gadis di bawah umur.
Kurang dari sepekan, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yakni FP (23) warga Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Dia ditangkap di kamar kosnya di Desa Kwadungan, kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri pada Kamis (4/3/2021) sore.

Pelaku diketahui berprofesi sebagai pedagang online.

Keberadaan FP didiketahui setelah polisi melakukan penelusuran dari ojek online.

"Akhirnya bisa diketahui tersangka datang ke TKP pakai jasa ojek online," ujar Kapolres Kediri AKBP Eko Setyo dalam jumpa pers di Mapolres Kediri Kota, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Sudah 3 Hari Akses Malang-Kediri Putus akibat Tertutup Material Longsor

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan beberapa brang bukti antara lain pisau dapur yang digunakan untuk membunuh M.

Selain itu polisi juga mengamankan pakaian yang dipakai pelaku saat beraksi, serta helm yang dikenakan saat memasuki areal hotel.

Helm dan pakaian itu identik dengan yang terekam dalam kamera CCTV hotel.

Selain itu polisi juga mengamankan pasangan suami istri asal Tuban yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Baca juga: Terjadi 2 Kali Longsor, Akses Utama Malang-Kediri Tertutup Total

Sementara itu dilansir dari Surya.co.id, Abdul Khamid Kepala Desa Kwadungan, Abdul Khamid menuturkan orang yang dicurigai sebagai pelaku sudah menetap (kos) sejak 3 bulan lalu.

"Saya dapat informasi dari Bu Yuli selaku pemilik kos, kalau yang bersangkutan sudah tinggal 3 bulan lalu," ucapnya.

Terkait prostitusi online

Ilustrasi prostitusiSHUTTERSTOCK Ilustrasi prostitusi
Dilansir dari Surya.co.id, kasus pembunuhan yang terjadi di kamar nomor 421 Hotel Lotus Garden, Kota Kediri itu berkaitan dengan tindak prostitusi online.

Tersangka pembunuhan disebut tidak mampu membayar jasa sevis pelayanan seksuak korban.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Eko Prasetyo menjelaskan, tersangka yang telah menikmati jasa pelayanan M tidak mampu membayar uang jasa yang telah disepakati.

"Pelaku membooking korban lewat aplikasi mi chat dengan kesepakatan awal membayar Rp 700.000," ungkap AKBP Eko Prasetyo saat gelar kasusnya di Mapolres Kediri Kota, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Gibran Ingin Berantas Prostitusi dan Penyakit Masyarakat Lainnya di Solo

Ternyata pelaku tidak membayar uang jasa seperti kesempatan awal. Terjadilah cekcok antara pelaku dan korban.

Pelaku yang panik kemudian mencekik korban dan menusuk leher serta punggung dengan belati.

"Korban sempat berteriak-teriak sehingga pelaku mencekik, membekap dan melakukan penusukan di leher dan punggung korban," jelasnya.

Meski telah ditusuk pisau belati, ternyata masih hidup, Pelaku pun membekap korban dengan bantal hingga korban meninggal.

Baca juga: Langgar PSBB dan Jadi Tempat Prostitusi, Griya Pijat Metropolis di Blok M Ditutup Permanen

Sementara barang bukti pisau belati dibawa pelaku sejak dari tempat kos dimasukkan dalam tas.

"Pengakuannya sejak dari rumah sudah membawa pisau," jelasnya.

Kepada petugas, RF mengaku selalu membawa pisau di dalam tasnya untuk jaga-jaga.

Pisau untuk menghabisi korban sejenis belati seperti pisau Rambo, panjang 20 cm, ujung runcing serta di dekat gagang ada gergaji.

Baca juga: Polisi Ungkap Prostitusi Online Tawarkan Threesome, Muncikari dan Admin Grup Chat Ditangkap

Dalam kasus pembunuhan dengan korban M, petugas juga mengamankan 2 tersangka lain yang bertindak selaku mucikari kasus prostitusi online.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal 340 KUHP, sub pasal 338 KUHP, sub pasal 335 KUHP pasal 80 ayat 3 Undang undang RI No 35/2014 tentang perubahan Undang-undang RI No 23 /2002 tentang Perlindungan Anak.

Tersangka mendapatkan ancaman hukumannya mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: M Agus Fauzul Hakim | Editor : Robertus Belarminus), Surya.co.id



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Mohon Maaf untuk Sementara IGD Tidak Menerima Pelayanan Pasien yang Memerlukan Oksigen'

"Mohon Maaf untuk Sementara IGD Tidak Menerima Pelayanan Pasien yang Memerlukan Oksigen"

Surabaya
Daftar 3 Tempat Isi Oksigen Gratis di Jatim yang Buka 24 Jam dan Cara Mendapatkannya

Daftar 3 Tempat Isi Oksigen Gratis di Jatim yang Buka 24 Jam dan Cara Mendapatkannya

Surabaya
Gubernur Jawa Timur Sebut Stasiun Pengisian Ulang Oksigen Gratis Buka 24 Jam

Gubernur Jawa Timur Sebut Stasiun Pengisian Ulang Oksigen Gratis Buka 24 Jam

Surabaya
Vaksinasi Covid-19 di Jatim, Gubernur Khofifah: Kendala Saat Ini Masih Pasokan...

Vaksinasi Covid-19 di Jatim, Gubernur Khofifah: Kendala Saat Ini Masih Pasokan...

Surabaya
Cerita Arya Mengaku Diusir Warga Saat Isoman: Sedih, tapi Ya Sudah, Memang Risiko Nakes...

Cerita Arya Mengaku Diusir Warga Saat Isoman: Sedih, tapi Ya Sudah, Memang Risiko Nakes...

Surabaya
Daftar Nomor Telepon Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Surabaya

Daftar Nomor Telepon Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Surabaya

Surabaya
Jadi Pengedar Sabu, Relawan Anti-narkoba Ditangkap Polisi, Ini Alasannya

Jadi Pengedar Sabu, Relawan Anti-narkoba Ditangkap Polisi, Ini Alasannya

Surabaya
Tes GeNose Palsu di Sumenep, Gunakan Kantong Urine, Dijual Rp 50.000 ke Penumpang Bus

Tes GeNose Palsu di Sumenep, Gunakan Kantong Urine, Dijual Rp 50.000 ke Penumpang Bus

Surabaya
'Banyak Pasien Datang ke RS dengan Kondisi Sudah Jelek, Sehingga Banyak yang Meninggal di IGD'

"Banyak Pasien Datang ke RS dengan Kondisi Sudah Jelek, Sehingga Banyak yang Meninggal di IGD"

Surabaya
'Semua Penumpang ke Depan Cari Pelampung, Semua Berebutan'

"Semua Penumpang ke Depan Cari Pelampung, Semua Berebutan"

Surabaya
'Dapat Panggilan Memakamkan Jenazah Covid-19 Tengah Malam hingga Dini Hari Itu Sudah Biasa'

"Dapat Panggilan Memakamkan Jenazah Covid-19 Tengah Malam hingga Dini Hari Itu Sudah Biasa"

Surabaya
RS Lapangan Gejos Kembali Dibuka, Bupati Gresik: Pemkab Tak Ingin Ada Pasien Telantar

RS Lapangan Gejos Kembali Dibuka, Bupati Gresik: Pemkab Tak Ingin Ada Pasien Telantar

Surabaya
Aturan PPKM Mikro Surabaya, SIKM Berlaku, Jam Operasional Usaha Dibatasi

Aturan PPKM Mikro Surabaya, SIKM Berlaku, Jam Operasional Usaha Dibatasi

Surabaya
Khofifah Kembali Terinfeksi Covid-19, Wagub Jatim: Penanganan Corona Tetap Sesuai Prosedur

Khofifah Kembali Terinfeksi Covid-19, Wagub Jatim: Penanganan Corona Tetap Sesuai Prosedur

Surabaya
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Wali Kota Madiun Minta RS Swasta Sediakan Ruangan Isolasi

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Wali Kota Madiun Minta RS Swasta Sediakan Ruangan Isolasi

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X