Kurang 140 Kilometer, Proyek Jalur Lintas Selatan Jatim Rampung 3 Tahun Lagi

Kompas.com - 24/11/2020, 19:30 WIB
Rombongan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi proyek Jalur Lintas Selatan di Tulungagung, 13 September 2020. Dokumentasi Humas Pemprov JatimRombongan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi proyek Jalur Lintas Selatan di Tulungagung, 13 September 2020.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pembangunan Jalur Lintas Selatan Jawa Timur dari Banyuwangi hingga Pacitan diprediksi rampung 3 tahun lagi.

Masih ada sekitar 140 kilometer lagi lahan jalan yang belum dibangun dari total 675 kilometer lebih panjang jalan.

140 kilometer tersebut 39,57 kilometer di antaranya ada di Trenggalek, 21,14 kilometer di Tulungagung, 4,40 kilometer di Kabupaten Malang, 56,43 kilometer di Jember dan 19,10 kilometer di Banyuwangi.

Baca juga: Khofifah Minta Sekolah Matangkan Persiapan Teknis Jelang Belajar Tatap Muka 2021

Sejumlah ruas saat ini sedang dalam pengerjaan. Yakni, 37,76 kilometer yang dibiayai Islamic Development Bank (IDB), 25,24 kilometer yang dibiayai APBN 2021-2022, 16,89 kilometer juga dari APBN 2020-2021 dan 71,69 kilometer dibiayai IDB.

"Kalau anggarannya konsisten, 3 tahun lagi Insya Allah selesai. Karena setiap tahun pengerjaan bisa sampai 50 kilometer," kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Nyono, dalam acara diskusi Forum Komunikasi Sinergitas Komisi Pembangunan DPRD Jawa Timur, Selasa (24/11/2020).

JLS menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tidak hanya akan membuka akses infrastruktur jalan, melainkan juga membuka akses ekonomi warga di pantai selatan Jawa Timur.

"Masih ada kesenjangan yang cukup tinggi antara wilayah utara dan selatan Jawa Timur," kata dia.

Baca juga: Buruh Minta Khofifah Naikan Upah Minimum Rp 600.000 untuk Beli Kebutuhan Saat Pandemi Covid-19

Selain potensi wisata alam berupa pantai selatan yang sangat indah, JLS juga membuka potensi ekonomi industri sektor agro dan perikanan yang menjanjikan.

"Sepanjang JLS itu pantai-pantai yang sangat indah. Punya corak pasir khas dan gugusan karang yang mempesona. Kalau sektor wisata jalan, secara otomatis UMKM juga ikut terdongkrak," terang dia.

JLS melintasi 8 daerah yakni Banyuwangi, Jember, Kabupaten Malang, Lumajang, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Trenggalek, hingga Pacitan.

Proyek JLS awal dibangun sejak masa Gubernur Jawa Timur Imam Utomo pada 2002.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditangkap, Bandar Narkoba Lompat ke Danau dengan Tangan Diborgol, Sempat Dikira Tenggelam, Kini Dalam Pelarian

Ditangkap, Bandar Narkoba Lompat ke Danau dengan Tangan Diborgol, Sempat Dikira Tenggelam, Kini Dalam Pelarian

Regional
Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Regional
'Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes'

"Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes"

Regional
Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Regional
Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X