Soal Nasib UMKM di Kawasan Dolly, Ini Program yang Disiapkan Kedua Paslon di Pilkada Surabaya

Kompas.com - 18/11/2020, 22:36 WIB
Debat publik Pilkada Surabaya 2020 putaran kedua digelar Rabu (18/11/2020) malam di Dyandra Convention Center Surabaya. Tangkapan layar YouTube KPU SurabayaDebat publik Pilkada Surabaya 2020 putaran kedua digelar Rabu (18/11/2020) malam di Dyandra Convention Center Surabaya.

KOMPAS.com - Calon wali kota Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi memastikan warga eks lokalisasi Dolly tetap mendapat perhatian dari pemerintah kota di masa depan.

Hal itu disampaikan saat menjawab pertanyaan calon wali kota Machfud Arifin dalam debat yang digelar pada Rabu (18/11/2020).

"Tolong UMKM yang ada di Dolly bisa diperhatikan. Kami sepakat kalau lokalisasi yang ada di Dolly harus ditutup. Namun, saat ini warga di sana menjerit karena tidak memiliki penghasilan," kata Machfud.

Machfud mengatakan, banyak aset milik Pemkot Surabaya yang berada di wilayah itu yang tak bisa dimanfaatkan warga eks lokalisasi.

Ia pun berjanji akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk modal jika terpilih sebagai wali kota.

Baca juga: Machfud Arifin-Mujiaman Janji Beri Rp 150 Juta per RT, Armuji: Itu Kemunduran Namanya...

"Kemudian, pendampingan dan pemasaran yang tak hanya lokal Surabaya, namun juga Jatim bahkan menjangkau internasional," katanya.

Menjawab hal itu, Eri Cahyadi menjelaskan, Pemkot Surabaya selalu memberi perhatian khusus kepada warga eks lokalisasi.

Menurutnya, kawasan Dolly akan dijadikan salah satu destinasi wisata di Surabaya. Rencana itu telah disiapkan pemerintah kota.

"Gambar (rencana) sudah kami siapkan. Sejumlah tempat-tempat yang kami beli di Dolly akan dipergunakan sebagai tempat pemutaran film seperti sejarah Doli dan sekarang," katanya.

 

Selain itu, pasangan Eri Cahyadi-Armuji juga tak ingin ada UMKM yang terlilit utang. Pemkot Surabaya akan menjamin pemasaran produk UMKM.

"Kami akan ada di Garda terdepan untuk memasarkan produk produk UMKM di Surabaya," tegas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Baca juga: Debat Pilkada Surabaya, Eri-Armuji Janji Rawat Lansia Seperti Orangtua, Listrik Bakal Gratis

Calon wakil wali kota Surabaya Armuji menambahkan, Pemkot Surabaya telah memberikan pelatihan kepada sejumlah UMKM yang terdapat di kawasan Dolly.

"Hasilnya, Rp100 juta per bulan bisa mereka dapatkan dalam waktu satu bulan," kata Armuji.

"Kalau ada yang belum, kami tingkatkan. Kami tidak menutup mata dan berdiam diri. Jangan sampai warga Surabaya terbius dengan hal-hal yang tidak benar. Kami tidak hoax, ini pengakuan yang sudah diakui untuk warga Surabaya," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Warga eks Lokalisasi Disebut Menjerit Pasca Dolly Ditutup, Armuji: UMKM Batik Omzetnya Jutaan Rupiah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Regional
Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Regional
Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Regional
Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Regional
Tim SAR Evakuasi 51 Orang Terdampak Banjir dan Longsor di Manado

Tim SAR Evakuasi 51 Orang Terdampak Banjir dan Longsor di Manado

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X