Fakta Perempuan Muda Ditemukan Tewas di Hotel Semarang, Diduga Korban Pembunuhan, Pelaku ditangkap

Kompas.com - 18/11/2020, 07:45 WIB
Ilustrasi garis polisi. THINKSTOCKIlustrasi garis polisi.

KOMPAS.com - Seorang perempuan muda berinisial DF (17), warga Demak, Jawa Tengah, ditemukan tewas di sebuah kamar Hotel Frieda, Jalan Raya Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (15/11/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh karyawan hotel. Saat ditemukan, korban dibungkus dengan selimut dan tericum bau tidak sedap.

Polisi menduga, DF adalah korban pembunuhan. Pasalnya, barang-barang berharga milik korban hilang diduga dibawa kabur pelaku.

Usai penemuan jasad tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, kurang dari 24 jam terduga pelaku pembunuh DF berhasil ditangkap.

Pelaku ditangkap di Surabaya, Jawa Timur, setelah menjual sepeda motor dan handphone korban.

Berikut faktanya yang Kompas.com rangkum:

Kronologi ditemukannya jasad korban

Ilustrasi.THINKSTOCK Ilustrasi.

Jasad korban ditemukan berawal dari kecurigaan karyawan hotel saat mengecek sepeda motor yang terparkir ternyata kurang satu tidak sesuai dengan jumlah kamar yang disewa, Sabtu (14/11/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kemudian, pada Minggu (15/11/2020) pukul 10.00, karyawan hotel melapor jika salah satu tamu belum check out.

Karena belum check out, pegawai hotel pun mengentuk pintu namun tidak ada respons.

"Karena ada yang janggal, jendela dicongkel untuk mengetahui kondisi di dalam kamar," kata Suramto salah satu karyawan Hotel Frieda.

Sambungnya, setelah jendela terbuka, petugas hotek mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan posisi terlentang di atas kasur mengenakan jaket.

Melihat itu, pihak hotel kemudian melapor ke Polsek Bandungan.

Baca juga: Perempuan Muda Ditemukan Tewas di Hotel Semarang, Diduga Korban Pembunuhan

 

Diduga korban pembunuhan, sepeda motor korban hilang

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Polisi yang mendapat informasi itu langsung ke lokasi kejadian dn melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, polisi menduga korban berinisial DF (17), warga Demak adalah korban pembunuhan. Selain itu, sepeda motor dan handphonenya hilang.

"Ada barang bukti yang mengarah ke pelaku pembunuhan. Selain itu, kendaraan milik korban juga hilang," kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar saat dihubungi, Senin (16/11/2020).

Guna untuk kepentingan penyelidikan, jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi.

"Para saksi juga sudah dimintai keterangan, dari karyawan hotel," ujarnya.

Baca juga: Motor Perempuan Muda Korban Pembunuhan di Hotel Semarang Hilang

 

Terduga pelaku ditangkap di Surabaya

Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.

Setelah melakukan serangkain penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap terduga pembunuh DF. Pelaku ditangkap di Surabaya.

"Pelaku tertangkap kurang dari 24 jam di Surabaya. Ini sekarang baru perjalanan menuju Polres Ungaran," kata Onkoseno saat dihubungi, Selasa (17/11/2020).

Kata Onkoseno, pelaku melarikan diri setelah menjual barang milik korban, yakni sepeda motor dan handphone.

"Sementara itu yang diketahui, tapi untuk data komplit menunggu pemeriksaan di kantor," jelasnya.

Baca juga: Pembunuh Perempuan Muda di Hotel Frieda Semarang Ditangkap di Surabaya

 

(Penulis : Kontributor Ungaran, Dian Ade Permana | Editor : Dony Aprian, Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditangkap, Bandar Narkoba Lompat ke Danau dengan Tangan Diborgol, Sempat Dikira Tenggelam, Kini Dalam Pelarian

Ditangkap, Bandar Narkoba Lompat ke Danau dengan Tangan Diborgol, Sempat Dikira Tenggelam, Kini Dalam Pelarian

Regional
Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Regional
'Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes'

"Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes"

Regional
Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Regional
Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X