Unggah Foto Tanpa Izin dan Hapus Wajah Risma, Timses Machfud Arifin: Kami Minta Maaf

Kompas.com - 13/10/2020, 13:22 WIB
Foto di akun instagram @cak.machfudarifin yang diprotes pelajar dan foto asli pelajar bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALFoto di akun instagram @cak.machfudarifin yang diprotes pelajar dan foto asli pelajar bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

KOMPAS.com - Seorang pelajar memprotes foto berisi wajah calon wali kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin.

Pelajar bernama Deajeng itu menyebut tim Machfud tidak meminta izin saat mengunggah foto itu.

Selain itu, wajah Wali Kota Risma yang seharusnya ada di foto itu malah dihilangkan.

Terkait hal itu, Direktur Media dan Komunikasi Tim Pemenangan Machfud Arifin, Imam Syafii, memohon maaf karena tak meminta izin saat mengunggah foto tersebut.

Baca juga: Foto Itu Momen Kami Bersama Bu Risma, tapi Unggahan Itu Diedit, Bu Risma Dihilangkan

Dia menyampaikan, alasan menghapus foto Risma karena Risma masih menjadi kepala daerah.

"Kenapa tanpa Bu Risma, karena kita memang tidak ingin membawa-bawa foto Bu Risma. Sebab, Bu Risma berstatus kepala daerah yang dalam aturan tidak boleh tampil dalam unggahan kontestan pilkada," ujar Imam, Senin (12/10/2020).

Tim Machfud Arifin juga telah menghapus foto tersebut.

"Kami minta maaf atas kejadian tersebut, dan kami sudah menghapus foto dimaksud," jelasnya.

Baca juga: Seorang Pelajar Protes Machfud Arifin karena Unggah Foto Tanpa Izin untuk Kepentingan Pilkada


Sebelumnya diberitakan, calon wali kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin, diprotes seorang pelajar karena mengunggah foto tanpa izin di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan itu, Machfud juga menghilangkan wajah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Pelajar tersebut telah melakukan protes lewat akun Instagram pribadinya di kolom komentar. Namun, tak ada jawaban dari Machfud Arifin.

"Permisi Pak, ini kok ada foto saya dan teman-teman saya di postingan bapak, tanpa ada izin ya pak? Dan sebelumnya Bu Risma juga ada di foto tersebut berada di tengah kami, kok jadi ndak ada?" tulis pelajar dengan akun @deajengramadin pada kolom komentar unggahan di akun @cak.machfudarifin.

 

Foto yang dimaksud Deajeng memperlihatkan dirinya bersama sejumlah rekan saat mengisi kesenian tari pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional 2015 di Surabaya.

Dalam foto tersebut, Deajeng dan temannya yang berseragam tari tengah bersama Risma.

Ada dua foto yang diunggah di akun @cak.machfudarifin, yakni pada 13 Maret dan 19 Maret 2020.

Dalam dua unggahan tersebut, Machfud Arifin menulis status tentang kesenian Surabaya dan niatnya untuk mengabdi sebagai calon wali kota.

"Jadi tidak ada izin dari kami, padahal foto tersebut untuk kepentingan politik Pilkada Surabaya," ucap Deajeng. (Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Editor Dheri Agriesta)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Warga Menolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab | Uang Rp 165 Juta Milik Sujinah di KUD Tak Bisa Diambil

[POPULER NUSANTARA] Warga Menolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab | Uang Rp 165 Juta Milik Sujinah di KUD Tak Bisa Diambil

Regional
Detik-detik Mobil Pikap Terguling ke Jurang, Penumpang Terjatuh, Sopir Melompat Keluar

Detik-detik Mobil Pikap Terguling ke Jurang, Penumpang Terjatuh, Sopir Melompat Keluar

Regional
Menyoal Jejak Satwa di Jalur Evakusi Gunung Merapi, Jejak Anjing Bukan Macan Tutul

Menyoal Jejak Satwa di Jalur Evakusi Gunung Merapi, Jejak Anjing Bukan Macan Tutul

Regional
Kasus Covid-19 di Brebes Bertambah Usai Pejabat Tur Ke Bromo, Ganjar Ingatkan Kurangi Piknik

Kasus Covid-19 di Brebes Bertambah Usai Pejabat Tur Ke Bromo, Ganjar Ingatkan Kurangi Piknik

Regional
Kronologi Prajurit TNI Hilang Saat Kejar Orang Mencurigakan di Tembagapura

Kronologi Prajurit TNI Hilang Saat Kejar Orang Mencurigakan di Tembagapura

Regional
Penjelasan Ganjar soal Jateng Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Penjelasan Ganjar soal Jateng Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Regional
Kisah Sujinah Tak Bisa Ambil Tabungannya Rp 165 Juta, Alasan KUD Pailit karena Dikorupsi Oknum Pegawai

Kisah Sujinah Tak Bisa Ambil Tabungannya Rp 165 Juta, Alasan KUD Pailit karena Dikorupsi Oknum Pegawai

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Seorang Siswa Tertular Covid-19 dari Gurunya

Gelar Sekolah Tatap Muka, Seorang Siswa Tertular Covid-19 dari Gurunya

Regional
Tulungagung Banyak Zona Hijau Covid-19, Bupati Belum Terapkan Belajar Tatap Muka untuk TK-SMP

Tulungagung Banyak Zona Hijau Covid-19, Bupati Belum Terapkan Belajar Tatap Muka untuk TK-SMP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X