UWK Surabaya: Dosen Beri Nilai A ke Mahasiswa yang Ikut Demo Omnibus Law Tak Dibenarkan

Kompas.com - 09/10/2020, 23:50 WIB
Dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Umar Sholahudin Dokumentasi pribadiDosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Umar Sholahudin

SURABAYA, KOMPAS.com - Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya mengeluarkan sikap atas maraknya pemberitaan seorang dosen yang akan memberi nilai A kepada mahasiswanya yang ikut demonstrasi tolak UU Omnibus Law di Surabaya, Kamis (8/10/2020) kemarin.

Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Humas Andi Aruji, menyebut, kebijakan dosen tersebut tidak merepresentasikan sikap kampus dalam memberikan nilai mata kuliah kepada mahasiswa.

"Jadi, itu kebijakan pribadi, bukan kebijakan kampus secara institusi," kata Andi, saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2020) malam.

Kampus, kata dia, memiliki pedoman akademik tentang pemberian nilai kepada mahasiswa.

Baca juga: Dosen Ini Janji Beri Nilai A kepada Mahasiswanya yang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

 

"Tidak semudah itu memberi nilai A kepada mahasiswa, ada proses yang harus dilalui," terang dia.

Proses yang dimaksud dari mahasiswa mengikuti perkuliahan, lalu ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS), lalu pemberian nilai melalui kartu hasil studi atau KHS.

"Jika ada dosen memberikan nilai A kepada mahasiswanya karena ikut demonstrasi tolak UU Omnibus Law, itu tidak dibenarkan secara akademik," terang dia.

Dewan Pertimbangan Akademik UWK Surabaya akan menggelar rapat khusus menyikapi dosen yang mengobral nilai A tersebut.

"Jika dalam rapat ditemukan pelanggaran akademik oleh dosen dimaksud, maka akan ditentukan tindakan sesuai hasil rapat dewan akademik," kata Andi.

Sebelumnya, Umar Sholahudin, Dosen pengampu mata kuliah Gerakan Sosial dan Pembangunan UWK Surabaya berjanji akan memberi nilai A kepada mahasiswa yang mengikuti demonstrasi tolak UU Omnibus Law Kamis (8/10/2020) kemarin.

Janji itu diunggah Umar Sholahudin dalam akun Facebooknya Rabu (7/10/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marwan Tewas Saat Bersihkan Tanah Longsor, Kendarai Ekskavator dan Tergelincir ke Jurang

Marwan Tewas Saat Bersihkan Tanah Longsor, Kendarai Ekskavator dan Tergelincir ke Jurang

Regional
Update Banjir Kalsel, Ratusan Pengungsi Butuh Selimut dan Alas Tidur

Update Banjir Kalsel, Ratusan Pengungsi Butuh Selimut dan Alas Tidur

Regional
2 Korban Longsor Sumedang Ditemukan, 13 Orang Masih Dalam Pencarian

2 Korban Longsor Sumedang Ditemukan, 13 Orang Masih Dalam Pencarian

Regional
Emil Dardak Sehat, Arumi Bachsin Disuntik Vaksin Covid-19 di RSU dr Soetomo Surabaya

Emil Dardak Sehat, Arumi Bachsin Disuntik Vaksin Covid-19 di RSU dr Soetomo Surabaya

Regional
Kajati NTT Ungkap Status Gories Mere dan Karni Ilyas dalam Kasus Dugaan Korupsi Tanah Rp 3 T di Labuan Bajo

Kajati NTT Ungkap Status Gories Mere dan Karni Ilyas dalam Kasus Dugaan Korupsi Tanah Rp 3 T di Labuan Bajo

Regional
Ini Kata Risma Soal Viral Video Logistik Bantuan Gempa Majene yang Diduga Dijarah Warga

Ini Kata Risma Soal Viral Video Logistik Bantuan Gempa Majene yang Diduga Dijarah Warga

Regional
Hendak Berangkat ke Sekolah, Seorang Siswi Tewas Tertabrak Lari Truk

Hendak Berangkat ke Sekolah, Seorang Siswi Tewas Tertabrak Lari Truk

Regional
Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah Agus Minarni di Bandara Supadio Pontianak

Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah Agus Minarni di Bandara Supadio Pontianak

Regional
Penyidikan Korupsi Tanah Rp 3 T di Labuan Bajo, Pintu Masuk Ungkap Mafia Agraria

Penyidikan Korupsi Tanah Rp 3 T di Labuan Bajo, Pintu Masuk Ungkap Mafia Agraria

Regional
2 Jenazah Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kalbar Diserahkan ke Keluarga

2 Jenazah Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kalbar Diserahkan ke Keluarga

Regional
Mahasiswa Dibunuh dan Jenazahnya Dibuang di Parit, Ayah Korban: Saya Berharap Pelaku Diadili

Mahasiswa Dibunuh dan Jenazahnya Dibuang di Parit, Ayah Korban: Saya Berharap Pelaku Diadili

Regional
Wakil Bupati HST Minta Daerahnya Jadi Prioritas Penanganan Banjir di Kalsel

Wakil Bupati HST Minta Daerahnya Jadi Prioritas Penanganan Banjir di Kalsel

Regional
Korban Banjir di Tanah Laut Kalsel Mengungsi ke Kandang Ayam: Pas Malam Dingin Banget

Korban Banjir di Tanah Laut Kalsel Mengungsi ke Kandang Ayam: Pas Malam Dingin Banget

Regional
Sumba Timur Terapkan PPKM, Ini yang Perlu Diketahui Pelaku Perjalanan

Sumba Timur Terapkan PPKM, Ini yang Perlu Diketahui Pelaku Perjalanan

Regional
Kronologi Terbongkarnya 2 Napi Jual Ganja di Lapas Lhokseumawe

Kronologi Terbongkarnya 2 Napi Jual Ganja di Lapas Lhokseumawe

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X