Lahan Pemkot Surabaya 27 Tahun Dikuasai Swasta, Risma Tarik Kembali

Kompas.com - 21/07/2020, 23:12 WIB
Wali Kota Risma menandatangani penyerahan aset di Kejati Jatim, Selasa (21/7/2020). KOMPAS.COM/A. FAIZALWali Kota Risma menandatangani penyerahan aset di Kejati Jatim, Selasa (21/7/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membebaskan aset milik Pemkot Surabaya yang dikuasai pihak ketiga.

Aset tersebut merupakan lahan seluas 39.985 meter persegi yang dikuasai sebuah pabrik keramik.

Baca juga: Gugus Tugas Dihapus, Risma Bentuk Tim Baru untuk Tangani Covid-19 di Surabaya

Penyerahan aset tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kejati Jawa Timur M Dofir kepada Risma di Gedung Kejati Jawa Timur, Surabaya, Selasa (21/7/2020).

Dofir mengatakan, sudah 27 tahun lamanya aset milik Pemkot Surabaya itu dikuasai pihak ketiga.

"Setelah melalui sejumlah proses seperti laporan, mediasi dan gugatan, akhirnya kami bisa kembalikan lagi ke Pemkot Surabaya," kata Dofir di Gedung Kejati Jawa Timur.

Selain mengembalikan aset berupa lahan, Kejati Jawa Timur juga mengembalikan uang tunai sebesar Rp 6,3 miliar sebagai kompensasi sebagian lahan yang dipakai untuk pembangunan jalan tol sebagai proyek strategis nasional.

Ini merupakan aset ketujuh yang diserahkan Kejati Jawa Timur kepada Pemkot Surabaya.

Sejumlah aset yang lebih dulu dikembalikan di antaranya Gelora Pancasila, jalan Upa Jiwa, jalan Kenari, Tambaksari, dan YKP.

Risma mengaku bersyukur karena berhasil menarik aset pemkot yang dikuasai pihak swasta.

"Aset ini senilai Rp 54 miliar, jika ditambah uang tunai berarti Rp 61 miliar," terang Risma.

Baca juga: Diikuti 500 Ibu Hamil dalam Sehari, Ini Tujuan Pemkot Surabaya Gelar Tes Swab Gratis

Risma mengaku belum memiliki rencana untuk memanfaatkan aset tersebut.

"Kita belum merencanakan secara matang, letak lahan masih terapit dengan pabrik keramik dan jalan tol," jelasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes'

"Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes"

Regional
Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Regional
Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Regional
Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Regional
Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X