Tak Pakai Masker, 25 Warga Surabaya Disanksi Beri Makan ODGJ di Liponsos

Kompas.com - 28/06/2020, 18:23 WIB
Sebanyak 25 orang pelanggar protokol kesehatan yang tak bermasker dikirim ke Liponsos Keputih, Surabaya, dan dihukum memberi makan ODGJ, Minggu (28/6/2020). Dok. Pemkot SurabayaSebanyak 25 orang pelanggar protokol kesehatan yang tak bermasker dikirim ke Liponsos Keputih, Surabaya, dan dihukum memberi makan ODGJ, Minggu (28/6/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Satpol PP Kota Surabaya menggelar razia gabungan bersama jajaran kepolisian menyasar masyarakat yang tak memakai masker di Jalan Protokol Kota Pahlawan, Sabtu (27/06/2020) malam.

Hasilnya, sebanyak 25 orang tak memakai masker dan membawa identitas diri langsung diamankan dan dikirim ke UPTD Liponsos Keputih.

Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, razia gabungan ini bertujuan untuk menegakkan Perwali Nomor 28 tahun 2020 tentang tatanan normal baru.

Razia dilakujan di jalan protokol dan tempat keramaian, seperti Jalan Tunjungan hingga Taman Bungkul Surabaya.

Baca juga: Ribuan CCTV Awasi Warga Surabaya yang Langgar Protokol Kesehatan

Warga yang diketahui tidak memakai masker dan identitas diri langsung diamankan dan dikirim ke Liponsos Keputih.

"Ada 25 orang diamankan karena tidak memakai masker dan tidak bawa KTP. Tadi pagi kita kirim ke Liponsos pukul 06.00 WIB. Sampai di sana mereka membantu membersihkan sampah di lapangan," kata Eddy saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2020).

Selain dihukum membersihkan sampah, Eddy menyebut, pelanggar dihukum membantu petugas Liponsos Keputih memberi makan Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ).

"Setelah itu, mereka kita kasih makan pagi sarapan, terus buat pernyataan agar tidak mengulangi dan pulang," ujar Eddy.

Baca juga: 2 Unit Mobil PCR Kembali ke Surabaya, Tes Swab Massal Digelar

Dia menjelaskan, puluhan pelanggar protokol kesehatan tak bermasker dan membawa identitas diri ini semuanya berjenis kelamin laki-laki.

"Untuk yang tidak membawa KTP plus tidak pakai masker kita kirim ke Liponsos. Kalau yang tidak pakai masker tapi bawa KTP, KTP nya yang disita," kata Eddy.

Ia menambahkan, kebanyakan dari pelanggar protokol kesehatan yang dijatuhi sanksi sosial ini rata-rata baru pertama kali mengunjungi Liponsos Keputih.

Mereka pun mengaku empati dan terharu saat membantu petugas memberi makan ODGJ di Liponsos Keputih.

Eddy berharap, hukuman sanksi sosial kepada pelanggar protokol kesehatan ini menjadi pelajaran berharga bagi mereka.

"Mereka menyampaikan tidak akan mengulangi lagi dan kapok. Kalau mereka masih melanggar lagi akan kita hukum lagi seperti itu," tegas dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] 10 Pesepeda Ditangkap Satpol PP karena Berbaju Ketat | Santri Pondok Gontor Positif Corona

[POPULER NUSANTARA] 10 Pesepeda Ditangkap Satpol PP karena Berbaju Ketat | Santri Pondok Gontor Positif Corona

Regional
Nelayan Pantura Rugi Saat Cari ikan di Natuna, Menteri Edhy: Jangan Menyerah

Nelayan Pantura Rugi Saat Cari ikan di Natuna, Menteri Edhy: Jangan Menyerah

Regional
Bupati Tangerang: 14.910 Karyawan Kena PHK, Juli Nanti Tambah Lagi 8.000

Bupati Tangerang: 14.910 Karyawan Kena PHK, Juli Nanti Tambah Lagi 8.000

Regional
Penemuan Perempuan Tewas di Penginapan, Penjaga Kaget Lihat Ada Tangan di Bawah Ranjang

Penemuan Perempuan Tewas di Penginapan, Penjaga Kaget Lihat Ada Tangan di Bawah Ranjang

Regional
'Makan Saja Susah, Mana Ada Bayar Sekolah Swasta..'

"Makan Saja Susah, Mana Ada Bayar Sekolah Swasta.."

Regional
Saat Kritikan kepada Polisi Berujung Jadi Tersangka

Saat Kritikan kepada Polisi Berujung Jadi Tersangka

Regional
'Kami Telanjur Merambah Hutan, Mohon Belas Kasihnya, Ini karena Kemiskinan'

"Kami Telanjur Merambah Hutan, Mohon Belas Kasihnya, Ini karena Kemiskinan"

Regional
Teka-teki Mobil Pikap Tak Bertuan Ditemukan di Tengah Hutan

Teka-teki Mobil Pikap Tak Bertuan Ditemukan di Tengah Hutan

Regional
Ganjar Akan Berlakukan PKM di Semarang Raya

Ganjar Akan Berlakukan PKM di Semarang Raya

Regional
Risih Jadi Tontonan, Alasan Suku Baduy Minta Wilayahnya Dihapus dari Destinasi Wisata

Risih Jadi Tontonan, Alasan Suku Baduy Minta Wilayahnya Dihapus dari Destinasi Wisata

Regional
Sopir Taksi yang Dipaksa Ratusan Warga Bawa Jenazah Pasien Covid-19 Jalani Rapid Test

Sopir Taksi yang Dipaksa Ratusan Warga Bawa Jenazah Pasien Covid-19 Jalani Rapid Test

Regional
Kronologi Sekelompok Pesepeda Keroyok Pelajar karena Kesal Diteriaki 'Minggir Bos'

Kronologi Sekelompok Pesepeda Keroyok Pelajar karena Kesal Diteriaki "Minggir Bos"

Regional
Polemik Aset Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Duduk Bareng Saja

Polemik Aset Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Duduk Bareng Saja

Regional
Ini Alasan Suku Baduy Minta Kawasannya Dihapus dari Lokasi Tujuan Wisata

Ini Alasan Suku Baduy Minta Kawasannya Dihapus dari Lokasi Tujuan Wisata

Regional
Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X