Khofifah Sebut Rasio Tracing Pasien Covid-19 di Surabaya Masih Rendah

Kompas.com - 25/06/2020, 16:13 WIB
Gubernur Jatim Khofifah saat menyambut kedatangan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (24/6/2020). IstimewaGubernur Jatim Khofifah saat menyambut kedatangan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (24/6/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut rasio tracing atau penelusuran pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya masih rendah.

Rasio tracing pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya sebanyak 2,8. Artinya, setiap satu pasien positif Covid-19 yang ditemukan, tracing dilakukan kepada tiga orang yang kontak dengan pasien itu.

Baca juga: Khofifah: Pak Presiden, Kami Sempat Bahagia Tingkat Penularan Covid-19 Jatim 0,86 Persen, tapi...

Rasio tracing itu masih lebih rendah dibandingkan Kabupaten Sidoarjo yang memiliki kasus positif Covid-19 lebih sedikit dari Surabaya.

Kabupaten Sidoarjo memiliki angka rasio tracing sebesar 3,5. Artinya, setiap satu pasien positif Covid-19 tracing dilakukan maksimal kepada empat orang.

"Intervensi tracing seharusnya lebih maksimal dilakukan sebagai ikhtiar untuk menekan angka kasus Covid-19 di Jawa Timur," kata Khofifah saat paparan dalam pertemuan dengan Menkopolhukam, Menkes, dan Kepala BNPB di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (24/6/2020).

Di sisi lain, kata Khofifah, attack rate atau serangan Covid-19 di Surabaya tinggi, mencapai 189 per 100 ribu jumlah penduduk.

Sementara attack rate Jawa Timur sebanyak 25 per 100 ribu. Sedangkan attack rate nasional sebesar 179 per 100 ribu penduduk.

Baca juga: Covid-19 di Jatim Tembus 10.092 Kasus, Waspada Attack Rate Surabaya Meningkat

Hingga Rabu, jumlah kasus Covid-19 di Surabaya mencapai 4.962 kasus, dengan angka kematian mencapai 369 kasus.

 

 

Sementara total di Jawa Timur mencapai 10.282 kasus.

"Hampir separuh kasus Covid-19 Jatim ada di Surabaya," jelas Khofifah.

Khofifah mengatakan, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya sempat menekan tingkat penularan Covid-19 menjadi di bawah 1.

Baca juga: Jokowi Minta Pangkogabwilhan II Tangani RS Darurat Covid-19 di Surabaya

Rata-rata, angka tingkat penularan itu bertahan di Kota Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, selama enam hari.

"Namun hanya berlangsung selama enam hari yakni pada 20 sampai 26 Mei, setelah itu kembali naik akibat rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat," jelas Khofifah. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X