[POPULER NUSANTARA] Surabaya bisa Jadi Seperti Wuhan, Jika... | Malang Raya Jelang New Normal

Kompas.com - 29/05/2020, 05:40 WIB
Sebanyak 30 pedagang di Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung, Surabaya menjalani tes cepat atau rapid test setelah ditemukan ada dua pedagang berstatus positif Covid-19 dan meninggal dunia, Kamis (7/5/2020). Dok. Pemkot SurabayaSebanyak 30 pedagang di Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung, Surabaya menjalani tes cepat atau rapid test setelah ditemukan ada dua pedagang berstatus positif Covid-19 dan meninggal dunia, Kamis (7/5/2020).

KOMPAS.com - Unggahan seorang pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi, Maluku Tengah, menjadi viral.

Pasien yang berinisial AZT itu mengaku mendapatkan perlakukan tak layak.

Salah satunya, selama 30 hari jalani isolasi tak pernah diberi kesempatan keluar kamar untuk berjemur sinar matahari.

Selain itu, sikap warga Surabaya yang tidak disiplin mengikuti protokol kesehatan juga menjadi sorotan pembaca.

Tim Gugus Tugas Covid-19 di Surabaya menjelaskan, nasib Surabaya bisa jadi seperti Kota Wuhan jika warganya tak disiplin.

Berikut ini berita populer nusantara secara lengkap:

1. Surabaya bisa jadi seperti Wuhan, jika...

Pemerintah Kota Surabaya kembali menutup pasar tradisional, yakni Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung, Surabaya, setelah ditemukan terdapat pedagang meninggal dan terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (7/5/2020).Dok. Pemkot Surabaya Pemerintah Kota Surabaya kembali menutup pasar tradisional, yakni Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung, Surabaya, setelah ditemukan terdapat pedagang meninggal dan terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (7/5/2020).

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi mengatakan, Surabaya bisa menjadi seperti Wuhan jika warganya tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Alasannya, kondisi saat ini mayoritas kasus Covid-19 di Jawa Timur ada di Surabaya.

Selain itu, sikap warga yang tak patuh aturan protokol kesehatan juga memicu transmission rate Covid-19 di Surabaya.

"65 persen Covid ada di Surabaya Raya. Ini tidak main-main, Surabaya bisa jadi Wuhan kalau warganya tidak disiplin," kata Joni, Rabu.

Baca selengkapnya: "Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin"

2. Puluhan WNA nekat gelar pesta di tengah pandemi corona

Satpol PP Badung mendatangi villa tempat pesta warga negara asing di Badung, Bali.Istimewa Satpol PP Badung mendatangi villa tempat pesta warga negara asing di Badung, Bali.

Puluhan warga negara asing (WNA) di Bali nekat gelar pesta di tengah pandemi corona.

Mereka pun terpaksa dibubarkan karena ni dinilai tidak mematuhi imbauan pemerintah untuk physical distancing dan mengganggu warga setempat.

"Kita bubarin sekitar 10 orang bule, karena dilaporin wajib kita cek karena tetangganya terganggu. Pagi (Rabu) mereka sudah dikeluarkan oleh yang punya tempat (vila)," kata Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Kerta Suryanegara saat dihubungi, Kamis (28/5/2020).

Baca selengkapnya: Lagi, Puluhan WNA Tepergok Berpesta di Bali, Berteriak Tak Jelas Sambil Konsumsi Miras

3. Pasien positif corona di Probolinggo kabur ke Bali

Ilustrasi pencegahan dan penularan virus corona, Covid-19 di udaraShutterstock Ilustrasi pencegahan dan penularan virus corona, Covid-19 di udara

Menurut Jubir Pelaksana Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto, FS dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test.

Lalu, sembari menunggu hasil tes swab keluar, FS melakukan isolasi mandiri di desa setempat.

Setelah hasil tes keluar dan dinyatakan positif, petugas medis segera menjemput FS.

"Terus, saat hasil tes swab-nya keluar dan FS positif. Saat Tim Gugus Tugas Kecamatan Tiris menjemputnya di desa, Selasa (26/5/2020), dia sudah tidak ada di rumah dan kabur," kata Anang saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/5/2020) malam.

Baca selengkapnya: Sebelum Kabur ke Bali, Pasien Positif Corona Ini Sempat Salaman dengan Tetangga Saat Lebaran

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Pakai Jilbab, Ombudsman Sumbar Minta Keterangan Sekolah

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Pakai Jilbab, Ombudsman Sumbar Minta Keterangan Sekolah

Regional
Hak Remisi Napi Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Dicabut, Tak Bisa Urus Pembebasan Bersyarat

Hak Remisi Napi Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Dicabut, Tak Bisa Urus Pembebasan Bersyarat

Regional
Ditangkap, Bandar Narkoba Lompat ke Danau dengan Tangan Diborgol, Sempat Dikira Tenggelam, Kini Dalam Pelarian

Ditangkap, Bandar Narkoba Lompat ke Danau dengan Tangan Diborgol, Sempat Dikira Tenggelam, Kini Dalam Pelarian

Regional
Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Regional
'Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes'

"Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes"

Regional
Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Regional
Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X