Iuran bagi Warga Non-pribumi di Surabaya: Dinilai Tak Lazim hingga Aturan Dicabut

Kompas.com - 22/01/2020, 17:14 WIB
Surat edaran penarikan iuran RW 03 Kelurahan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur menggunakan diksi pribumi dan non pribumi. istimewaSurat edaran penarikan iuran RW 03 Kelurahan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur menggunakan diksi pribumi dan non pribumi.

KOMPAS.com- Surat keputusan RW 03, Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur, menjadi viral di Twitter gara-gara membedakan status pribumi dan non-pribumi.

Aturan tertanggal 12 Januari 2020 itu berisi 21 poin, antara lain tentang pembayaran iuran ketika mendirikan rumah, PT, ataupun CV.

Pembayaran iuran tersebut diwajibkan kepada warga non-pribumi. Mereka wajib membayar iuran dengan nilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Berikut fakta-fakta yang dihimpun Kompas.com:

Baca juga: Viral Surat Edaran RW di Surabaya soal Iuran bagi Nonpribumi, Ini Penjelasannya

Kesepakatan warga, belum diserahkan ke kelurahan

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bangkingan Paran mengatakan, aturan tersebut merupakan kesepakatan warga mulai dari RT 01 sampai 05.

Namun, aturan tersebut belum diserahkan ke kelurahan untuk disahkan.

"Belum, belum, belum (diserahkan ke kelurahan)," kata Paran.

Aturan tidak dapat dilaksanakan jika surat tersebut belum dievaluasi oleh lurah setempat.

Usai viral, mereka mengaku masih akan merapatkan lagi dengan pengurus RT dan tokoh masyarakat.

Baca juga: Duduk Perkara Iuran bagi Warga Non-pribumi di Surabaya yang Viral

Tak bermaksud menyinggung SARA

Paran juga meminta maaf atas kehebohan yang terjadi. Menurut dia, tak ada maksud menyinggung masalah SARA.

"Kami mewakili pengurus RW 03 meminta maaf apabila bahasa pribumi dan non-pribumi jadi masalah. Maksud kami mencantumkan istilah pribumi hanya untuk membedakan warga asli dan pendatang," kata dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Bocah SD dengan Satu Kaki, Berjalan dengan Tongkat Sejauh Satu Kilometer untuk Bersekolah

Kisah Bocah SD dengan Satu Kaki, Berjalan dengan Tongkat Sejauh Satu Kilometer untuk Bersekolah

Regional
Garut Darurat Covid-19, Ini Langkah yang Diambil Pemda

Garut Darurat Covid-19, Ini Langkah yang Diambil Pemda

Regional
Pengusaha Rental Mobil yang Hilang Ditemukan Tewas Dalam Sumur di Riau

Pengusaha Rental Mobil yang Hilang Ditemukan Tewas Dalam Sumur di Riau

Regional
Jadi Zona Merah Covid-19, Karawang Didominasi Klaster Industri

Jadi Zona Merah Covid-19, Karawang Didominasi Klaster Industri

Regional
Instruksi Ridwan Kamil untuk Kepala Daerah Terkait Banjir dan Longsor

Instruksi Ridwan Kamil untuk Kepala Daerah Terkait Banjir dan Longsor

Regional
Sidak, Satgas Covid-19 Kota Tegal Temukan Kafe dan Tempat Karaoke Langgar Protokol Kesehatan

Sidak, Satgas Covid-19 Kota Tegal Temukan Kafe dan Tempat Karaoke Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Bupati Sikka Heran IGD RSUD Tc Hillers Belum Beroperasi karena Tak Ada Listrik

Bupati Sikka Heran IGD RSUD Tc Hillers Belum Beroperasi karena Tak Ada Listrik

Regional
2 Korban yang Terseret Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan di Sungai

2 Korban yang Terseret Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan di Sungai

Regional
Menghadang Covid-19 dengan 3M dan Senjata Komunitas

Menghadang Covid-19 dengan 3M dan Senjata Komunitas

Regional
Seorang Anggota DPRD Palembang Ditangkap BNN

Seorang Anggota DPRD Palembang Ditangkap BNN

Regional
Polisi yang Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas Mengaku Tergiur Tubuh Korban

Polisi yang Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas Mengaku Tergiur Tubuh Korban

Regional
Kontak dengan Ketua KPU RI, IDI Sayangkan Pj Wali Kota Makassar Hanya Rapid Test

Kontak dengan Ketua KPU RI, IDI Sayangkan Pj Wali Kota Makassar Hanya Rapid Test

Regional
Ini Alasan Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Kabur dari RS

Ini Alasan Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Kabur dari RS

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Indramayu yang Kabur dari RS Sudah Ditemukan

Pasien Positif Covid-19 di Indramayu yang Kabur dari RS Sudah Ditemukan

Regional
11 Prajurit TNI Positif Covid-19 Setelah Pulang Pendidikan dari Bali

11 Prajurit TNI Positif Covid-19 Setelah Pulang Pendidikan dari Bali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X