Awas! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jatim hingga 2 Pekan, Ini Ancamannya

Kompas.com - 09/01/2020, 13:35 WIB
Ilustrasi hujan KulkannIlustrasi hujan

SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menetapkan cuaca ekstrem masih mungkin terjadi pada kurun Januari 2020 atau selama dua pekan ke depan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan, secara umum, cuaca di Surabaya dan Jawa Timur sudah memasuki musim penghujan.

Ia mengemukakan, curah hujan di Jawa Timut masih tetap terjadi secara intens setiap harinya.


"Apalagi prediksi kami kemarin (cuaca ekstrem), masih sampai dengan 12 Januari masih terjadi hujan. Kalaupun ada jeda tidak hujan, itu hanya beberapa hari saja. Tapi, kalau secara musim, di Jawa Timur ini sudah memasuki musim penghujan. Puncaknya nanti di awal Februari," kata Teguh, dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (9/1/2020).

Baca juga: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di DIY hingga 12 Januari

Cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir, tetap harus diwaspadai.

Teguh menyebut, cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin kencang masih akan terjadi satu atau dua minggu ke depan.

"Kejadian cuaca ekstrem ini harus diwaspadai masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu untuk terus meng-update informasi. Karena biasanya kalau di Surabaya ini lebih cenderung hujan dengan disertai angin kencang," ujar dia.

Menurut dia, hujan pertama yang turun setiap harinya, biasanya akan disertai dengan angin kencang.

Lantaran sudah memasuki musim penghujan, curah hujan di Surabaya dan Jawa Timur saat ini relatif lebih banyak daripada bulan-bulan sebelumnya.

BMKG, kata dia, akan terus memperbaharui informasi cuaca di Jawa Timur melalui media sosial dan situs web resmi mereka.

"Hujan disertai angin kencang masih akan terjadi, tapi fluktuatif ya. Karena bicara cuaca ini tentu harus melihat pantauan harian untuk update-nya. Tapi, secara umum, hujan yang terjadi di Jatim relatif lebih banyak," ujar Teguh.

Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir.

Ketika akan terjadi cuaca ekstrem di seluruh Jatim, BMKG akan memberikan informasi harian yang bisa diakses masyarakat melalui media sosial, tepatnya satu jam sebelum kejadian.

Di samping itu, ia juga mengingatkan bahwa rata-rata bencana tertinggi di Jawa Timur adalah bencana hidrometeorologi atau bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti angin kencang, hujan lebat, hingga gelombang tinggi.

"Hidrometeorologi lebih kepada karena ada puncak musim penghujan. Efek dominannya bisa jadi genangan dan berpotensi tanah longsor, hingga angin puting beliung. Ini masih bisa terjadi, sampai Januari ini masih ada," imbuh dia.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya Taufiq Hermawan juga mengutarakan hal yang sama.

Menurut dia, kondisi cuaca secara umum di Jawa Timur, termasuk Surabaya, telah memasuki puncak musim penghujan.

Baca juga: Bersiap Hadapi Fenomena Monsun Asia, Cuaca Ekstrem 4 Hari hingga Dirikan Posko Siaga Bencana

Biasanya, puncak musim penghujan ini terjadi di bulan Januari dan Februari.

"Jadi, hingga bulan depan (Februari) kami masih berada di puncak musim hujan," kata Taufiq.

Pihaknya turut mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkot Surabaya dengan melakukan pemasangan weather information display (WID) di beberapa titik pesisir pantai.

Melalui papan informasi cuaca digital ini, kata Taufiq, pemkot memberikan fasilitas kepada masyarakat agar bisa memahami kondisi cuaca yang ada.

Dengan begitu, mereka bisa mengetahui kondisi cuaca dan mengantisipasi lebih dini.

"Jadi, ketika masyarakat mengetahui melalui display (WID), kondisi cuaca lembap masyarakat bisa mengantisipasi. Demikian juga ketika kondisi gelombang tinggi masyarakat juga bisa mengantisipasi," kata Taufiq.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Regional
Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Regional
Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Regional
Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Regional
Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Regional
Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Regional
Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Regional
PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

Regional
Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Regional
Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Regional
Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Regional
Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Regional
Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Regional
Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X