Awas! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jatim hingga 2 Pekan, Ini Ancamannya

Kompas.com - 09/01/2020, 13:35 WIB
Ilustrasi hujan KulkannIlustrasi hujan

"Hujan disertai angin kencang masih akan terjadi, tapi fluktuatif ya. Karena bicara cuaca ini tentu harus melihat pantauan harian untuk update-nya. Tapi, secara umum, hujan yang terjadi di Jatim relatif lebih banyak," ujar Teguh.

Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir.

Ketika akan terjadi cuaca ekstrem di seluruh Jatim, BMKG akan memberikan informasi harian yang bisa diakses masyarakat melalui media sosial, tepatnya satu jam sebelum kejadian.

Di samping itu, ia juga mengingatkan bahwa rata-rata bencana tertinggi di Jawa Timur adalah bencana hidrometeorologi atau bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti angin kencang, hujan lebat, hingga gelombang tinggi.

"Hidrometeorologi lebih kepada karena ada puncak musim penghujan. Efek dominannya bisa jadi genangan dan berpotensi tanah longsor, hingga angin puting beliung. Ini masih bisa terjadi, sampai Januari ini masih ada," imbuh dia.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya Taufiq Hermawan juga mengutarakan hal yang sama.

Menurut dia, kondisi cuaca secara umum di Jawa Timur, termasuk Surabaya, telah memasuki puncak musim penghujan.

Baca juga: Bersiap Hadapi Fenomena Monsun Asia, Cuaca Ekstrem 4 Hari hingga Dirikan Posko Siaga Bencana

Biasanya, puncak musim penghujan ini terjadi di bulan Januari dan Februari.

"Jadi, hingga bulan depan (Februari) kami masih berada di puncak musim hujan," kata Taufiq.

Pihaknya turut mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkot Surabaya dengan melakukan pemasangan weather information display (WID) di beberapa titik pesisir pantai.

Melalui papan informasi cuaca digital ini, kata Taufiq, pemkot memberikan fasilitas kepada masyarakat agar bisa memahami kondisi cuaca yang ada.

Dengan begitu, mereka bisa mengetahui kondisi cuaca dan mengantisipasi lebih dini.

"Jadi, ketika masyarakat mengetahui melalui display (WID), kondisi cuaca lembap masyarakat bisa mengantisipasi. Demikian juga ketika kondisi gelombang tinggi masyarakat juga bisa mengantisipasi," kata Taufiq.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Regional
Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Regional
Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Regional
Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Regional
1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

Regional
Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Regional
'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

"Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

Regional
Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Regional
Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Regional
Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Regional
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X