11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

Kompas.com - 10/12/2019, 06:41 WIB
Bayi Pandu bersama ibunya tinggal di Rusun Gunungsari Surabaya sejak 3 Desember 2019. KOMPAS.COM/A. FAIZALBayi Pandu bersama ibunya tinggal di Rusun Gunungsari Surabaya sejak 3 Desember 2019.

SURABAYA, KOMPAS.com - RSUD dr Soetomo menyiapkan 11 dokter dari berbagai bidang untuk menangani rekonstruksi wajah Muhammad Pandu Firmansyah, bayi yang menderita hydrocephalus di Surabaya, Jawa Timur.

Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Parulian Edward mengatakan, pihak rumah sakit sudah membentuk tim dokter yang terdiri dari 11 dokter spesialis.

Tim dokter yang diberi nama kraniofasial itu dibentuk untuk terlibat langsung dalam setiap tahapan perawatan bayi Pandu, lantaran penyakit yang dialami cukup kompleks.

Baca juga: Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Selain menderita hydrocephalus, bayi Pandu juga mengalami sumbing wajah. Ia memiliki rongga hingga empat sentimeter pada bagian atas bibir yang dekat dengan area hidungnya.

Sehingga, tim dokter yang menangani Pandu, perlu mempersempit jaringan yang terbuka dengan menutup celah menggunakan taping.

"Semua dokter dari berbagai divisi kami libatkan di situ. Kami sudah membentuk tim dokter yang akan terlibat langsung. Jadi, nama tim dokternya kraniofasial," kata Pesta, saat dihubungi, Senin (9/12/2019) malam.

Adapun 11 dokter spesialis yang dilibatkan dalam proses rekonstruksi wajah bayi Pandu secara bertahap, di antaranya dokter bedah plastik, rekonstruksi, anestesi, bedah syaraf, ahli tumbuh kembang anak, dan dokter rehab medik.

"Untuk perbaikan gizinya, kami penuhi juga," kata Pesta.

Mengenai pembiayaan operasi bayi Pandu, ia menyebut semua pembiayaan akan ditanggung oleh BPJS.

Sebab, ibu Pandu, Dina Oktavia, merupakan peserta BPJS penerima bantuan iuran (PBI) di Surabaya.

Baca juga: Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

"Apabila peralatan, obat, dan ada kekurangan biaya, akan ditanggulangi penuh oleh gubernur Jatim," tutur Pesta.

Saat ini, Pesta melanjutkan, bayi Pandu belum menjalani rawat inap di rumah sakit.

Ia menjalani rawat jalan untuk sementara waktu dan diharuskan melakukan kontrol satu kali dalam sepekan.

"Karena rawat jalan, puskesmas terdekat akan mengontrol setiap hari di rusun tempat bayi Pandu tinggal (rusun Gunung Sari)," imbuh Pesta.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sikat dan Bakar Bendera Merah Putih, Wanita Ini Ingin Cari Perhatian Dunia

Sikat dan Bakar Bendera Merah Putih, Wanita Ini Ingin Cari Perhatian Dunia

Regional
'Saya Diancam Mau Dipecahkan Kepala dengan Palu Sidang'

"Saya Diancam Mau Dipecahkan Kepala dengan Palu Sidang"

Regional
Oknum Polisi Diduga Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas di Hotel

Oknum Polisi Diduga Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas di Hotel

Regional
19 Tahun Istri Tercinta Alami Kelumpuhan, Koestomo Si Tukang Sepatu: Saya Akan Terus Merawatnya

19 Tahun Istri Tercinta Alami Kelumpuhan, Koestomo Si Tukang Sepatu: Saya Akan Terus Merawatnya

Regional
'Pesawat Mendarat Darurat, Pilot, Kopilot, dan Kru Selamat'

"Pesawat Mendarat Darurat, Pilot, Kopilot, dan Kru Selamat"

Regional
Tabrak dan Tantang Polisi Pengatur Lalu Lintas, Sopir Angkot Terancam 4 Tahun Penjara

Tabrak dan Tantang Polisi Pengatur Lalu Lintas, Sopir Angkot Terancam 4 Tahun Penjara

Regional
Prediksi Ledakan Kasus Covid-19 dari Karyawan Pabrik Benar-benar Terjadi

Prediksi Ledakan Kasus Covid-19 dari Karyawan Pabrik Benar-benar Terjadi

Regional
Diterkam, Siswa SMP Pukuli Kepala Buaya sampai Lepas dari Gigitan, lalu Panjat Pohon Bakau

Diterkam, Siswa SMP Pukuli Kepala Buaya sampai Lepas dari Gigitan, lalu Panjat Pohon Bakau

Regional
Gadis ABG Korban Prostitusi Dititipkan di Rumah Aman, Bukannya Dilindungi Malah Dicabuli

Gadis ABG Korban Prostitusi Dititipkan di Rumah Aman, Bukannya Dilindungi Malah Dicabuli

Regional
'Sudah 3 Kali Kami Menemui Mereka agar Mau Tes Swab, Mati-matian Mereka Menolak'

"Sudah 3 Kali Kami Menemui Mereka agar Mau Tes Swab, Mati-matian Mereka Menolak"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pemilik PO Pelangi Diduga Jadi Pengendali Narkoba | Gadis Berjilbab Ditemukan Nyaris Telanjang di Hutan, Ini Keterangan Polisi

[POPULER NUSANTARA] Pemilik PO Pelangi Diduga Jadi Pengendali Narkoba | Gadis Berjilbab Ditemukan Nyaris Telanjang di Hutan, Ini Keterangan Polisi

Regional
Gadis ABG Dicabuli Pengurus Rumah Aman, Dilakukan Berulang Kali di Hadapan Teman Korban

Gadis ABG Dicabuli Pengurus Rumah Aman, Dilakukan Berulang Kali di Hadapan Teman Korban

Regional
9.000 Pegawai Pemda DIY Jalani Rapid Test

9.000 Pegawai Pemda DIY Jalani Rapid Test

Regional
Walhi Sulsel Ungkap Fakta Dibalik Tambang Pasir di Pulau Kodingareng Makassar

Walhi Sulsel Ungkap Fakta Dibalik Tambang Pasir di Pulau Kodingareng Makassar

Regional
Rusunawa Bener Yogyakarta Jadi Shelter Isolasi OTG Covid-19

Rusunawa Bener Yogyakarta Jadi Shelter Isolasi OTG Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X