Wajah Gang Dolly, 5 Tahun Setelah Penutupan Lokalisasi

Kompas.com - 07/12/2019, 06:16 WIB
Ruang terbuka ramah anak di Dolly VOA IndonesiaRuang terbuka ramah anak di Dolly
Editor Rachmawati

Dalam kurun waktu lima tahun setelah penutupan, Pemkot Surabaya juga telah membangun beberapa taman ramah anak.

Selain Wisma Barbara, Pemkot Surabaya telah membeli beberapa wisma yang rencananya akan dibuat proyek pasar burung.

Dilansir dari VOA Indonesia, Ery Cahyadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mengatakan proyek pembangunan pasar burung itu adalah upaya untuk membuka lapangan kerja baru bagi warga Dolly yang kehilangan pekerjaanya karena penutupan lokalisasi.

Baca juga: Dijenguk Wali Kota Jayapura, Risma Bercerita Soal Penutupan Dolly

Ia mencontohkan  warga terdampak yang kehilangan pekerjaan adalah juru parkir dan petugas keamanan di wisma-wisma.

“Yang perlu kita pikirkan ketika kita menutup sebuah lokalisasi adalah bagaimana membuat tempat tersebut jadi tempat wisata. Di sana itu terkenal lomba burungnya. Orang Surabaya pasti suka ngumpul burung, pertandingan suara terenak,” jelas Ery Cahyadi.

Baca juga: Dolly, Dari Kawasan Eks Lokalisasi Menjadi Kampung Laundry

Bertahan di bekas lokalisasi

Ida adalah satu warga Gang Dolly yang bergabung di program pelatihan dan penjualan UMKM.

Sehari-hari Ida adalah ibu rumah tangga. Ia bercerita program tersebut awalnya untuk menampung para WPS yang berhenti bekerja karena penutupan lokalisasi.

Namun karena tidak ada yang mau, Ida sebagai warga terdampak mendapat tawaran.

“Tetapi tidak ada yang mau. Dulu ada satu-dua yang mau. Kalau saya kan warga terdampak. Akhirnya dilempar (tawaran kerjanya) ke warga terdampak,” cerita Ida.

“Ini dibentuk seperti Yogja, Bali gitu lho. Jadi wisata UKM-UKM. Jadi kalau ada turis itu bisa beli suvenir di sini, gitu lho,” kata Ida.

Baca juga: Kisah Jarwo Susanto: Dulu Tolak Penutupan Dolly, Kini Sukses Jadi Pengusaha Tempe

Ida bercerita pusat UMKM menjadi rumah keduanya untuk mendapatkan uang tambahan.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditemukan Banyak Pasir dalam Perut Hiu Paus yang Mati Terdampar di Pantai Kulon Progo

Ditemukan Banyak Pasir dalam Perut Hiu Paus yang Mati Terdampar di Pantai Kulon Progo

Regional
7 Pelaku Pencurian Traktor di Banjar Ditangkap, 4 Ditembak

7 Pelaku Pencurian Traktor di Banjar Ditangkap, 4 Ditembak

Regional
KKB Terus Beraksi di Nduga, Pangdam Tak akan Tarik Pasukan

KKB Terus Beraksi di Nduga, Pangdam Tak akan Tarik Pasukan

Regional
Kronologi TNI dan Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Satu Polsek Rusak, 7 Orang Luka

Kronologi TNI dan Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Satu Polsek Rusak, 7 Orang Luka

Regional
Coba Lagi Tangkap Buaya Berkalung Ban, Matt Wrigt Kembali ke Palu

Coba Lagi Tangkap Buaya Berkalung Ban, Matt Wrigt Kembali ke Palu

Regional
Kepala Sekolah Perkosa Siswinya Selama 4 Tahun, Korban Diancam Foto Bugil

Kepala Sekolah Perkosa Siswinya Selama 4 Tahun, Korban Diancam Foto Bugil

Regional
Peti Jenazah Pelajar SMA Dipikul 6 Pemuda Seberangi Sungai, Menginap Semalam karena Banjir

Peti Jenazah Pelajar SMA Dipikul 6 Pemuda Seberangi Sungai, Menginap Semalam karena Banjir

Regional
Respons Walkot Pontianak Soal Polusi di Kotanya Disebut Terburuk Keempat di Asia Tenggara

Respons Walkot Pontianak Soal Polusi di Kotanya Disebut Terburuk Keempat di Asia Tenggara

Regional
Soal Dana Desa, Mendagri Tito Minta Aparat Tak Langsung Tindak Kades yang Salah Administrasi

Soal Dana Desa, Mendagri Tito Minta Aparat Tak Langsung Tindak Kades yang Salah Administrasi

Regional
Pembunuhan Sadis terhadap Mertua di Sidoarjo, Gunakan Elpiji dan Gunting

Pembunuhan Sadis terhadap Mertua di Sidoarjo, Gunakan Elpiji dan Gunting

Regional
Tuntut Ungkap Kasus Pembunuhan, Mahasiswa dan Warga Bentrok dengan Polisi

Tuntut Ungkap Kasus Pembunuhan, Mahasiswa dan Warga Bentrok dengan Polisi

Regional
Dampak Virus Corona, Sri Mulyani Sebut Harga Gas, CPO dan Minyak Melemah

Dampak Virus Corona, Sri Mulyani Sebut Harga Gas, CPO dan Minyak Melemah

Regional
Tahanan Wanita Kabur Saat Hendak Disidang di PN Bandung

Tahanan Wanita Kabur Saat Hendak Disidang di PN Bandung

Regional
Kasus Driver Online Raup Bonus Rp 400 Juta dari 'Gojek Tuyul', Bagaimana Kecurangan Ini Dilakukan?

Kasus Driver Online Raup Bonus Rp 400 Juta dari "Gojek Tuyul", Bagaimana Kecurangan Ini Dilakukan?

Regional
Geramnya Ibu Kandung Tahu Anaknya Dibunuh Ayah, Pelaku Pura-pura Cari Delis

Geramnya Ibu Kandung Tahu Anaknya Dibunuh Ayah, Pelaku Pura-pura Cari Delis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X