Teater Gandrik Digelar di Surabaya Tanpa Djaduk Ferianto

Kompas.com - 06/12/2019, 18:30 WIB
Butet Kertaredjasa, pimpinan produksi Teater Gandrik. KOMPAS.COM/A. FAIZALButet Kertaredjasa, pimpinan produksi Teater Gandrik.

SURABAYA, KOMPAS.com - Teater Gandrik dijadwalkan digelar di Surabaya, Jumat (6/12/2019) malam dan Sabtu (7/12/2019) di Ciputra Hall Surabaya, Jawa Timur.

Tampil dengan mengusung lakon Para Pensiunan, Teater Gandrik tampil tanpa seniman kondang Djaduk Ferianto, yang meninggal dunia 13 November lalu.

"Djaduk ikut menyusun naskah dan aransemen musik Para Pensiunan. Jadi ini bisa disebut karya terakhirnya," kata Butet Kertaredjasa, pimpinan produksi Teater Gandrik, yang juga kakak dari Djaduk, di Surabaya, Jumat.

Baca juga: Ngayogjazz Pertama Tanpa Djaduk...

Teater Gandrik sudah beberapa kali manggung di Surabaya. Yang dia ingat, teater itu pada 2007 dan 2017 mendapat respons luar biasa dari warga Surabaya.

Lakon Para Pensiunan menceritakan tentang para pensiunan lintas instansi yang menunggu mati.

Lalu muncul Undang-Undang Pemberantasan Pelaku Korupsi yang secara konstitusional mengharuskan siapa pun yang mati wajib memiliki surat keterangan kematian yang baik (SKKB).

Hanya orang yang tidak pernah melakukan korupsi yang berhak mendapatkan SKKB itu.

Bila tidak punya SKKB, mayatnya tak boleh dikuburkan karena dianggap tak bersih dari korupsi.

Celakanya, satu dari pensiunan itu terlanjur mati tanpa memiliki SKKB, padahal dia mantan pejabat.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Ledakan Bom di Polrestabes Medan | Djaduk Meninggal di Pangkuan Istri

 

Akibatnya, jenazahnya terlunta-lunta nasibnya. Para pesiunan yang lain menjadi gelisah, dan masing-masing ingin membuktikan bahwa mereka tak pernah korupsi agar mendapatkan SKKB sehingga bila nanti mati bisa dikubur baik-baik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] 10 Pesepeda Ditangkap Satpol PP karena Berbaju Ketat | Santri Pondok Gontor Positif Corona

[POPULER NUSANTARA] 10 Pesepeda Ditangkap Satpol PP karena Berbaju Ketat | Santri Pondok Gontor Positif Corona

Regional
Nelayan Pantura Rugi Saat Cari ikan di Natuna, Menteri Edhy: Jangan Menyerah

Nelayan Pantura Rugi Saat Cari ikan di Natuna, Menteri Edhy: Jangan Menyerah

Regional
Bupati Tangerang: 14.910 Karyawan Kena PHK, Juli Nanti Tambah Lagi 8.000

Bupati Tangerang: 14.910 Karyawan Kena PHK, Juli Nanti Tambah Lagi 8.000

Regional
Penemuan Perempuan Tewas di Penginapan, Penjaga Kaget Lihat Ada Tangan di Bawah Ranjang

Penemuan Perempuan Tewas di Penginapan, Penjaga Kaget Lihat Ada Tangan di Bawah Ranjang

Regional
'Makan Saja Susah, Mana Ada Bayar Sekolah Swasta..'

"Makan Saja Susah, Mana Ada Bayar Sekolah Swasta.."

Regional
Saat Kritikan kepada Polisi Berujung Jadi Tersangka

Saat Kritikan kepada Polisi Berujung Jadi Tersangka

Regional
'Kami Telanjur Merambah Hutan, Mohon Belas Kasihnya, Ini karena Kemiskinan'

"Kami Telanjur Merambah Hutan, Mohon Belas Kasihnya, Ini karena Kemiskinan"

Regional
Teka-teki Mobil Pikap Tak Bertuan Ditemukan di Tengah Hutan

Teka-teki Mobil Pikap Tak Bertuan Ditemukan di Tengah Hutan

Regional
Ganjar Akan Berlakukan PKM di Semarang Raya

Ganjar Akan Berlakukan PKM di Semarang Raya

Regional
Risih Jadi Tontonan, Alasan Suku Baduy Minta Wilayahnya Dihapus dari Destinasi Wisata

Risih Jadi Tontonan, Alasan Suku Baduy Minta Wilayahnya Dihapus dari Destinasi Wisata

Regional
Sopir Taksi yang Dipaksa Ratusan Warga Bawa Jenazah Pasien Covid-19 Jalani Rapid Test

Sopir Taksi yang Dipaksa Ratusan Warga Bawa Jenazah Pasien Covid-19 Jalani Rapid Test

Regional
Kronologi Sekelompok Pesepeda Keroyok Pelajar karena Kesal Diteriaki 'Minggir Bos'

Kronologi Sekelompok Pesepeda Keroyok Pelajar karena Kesal Diteriaki "Minggir Bos"

Regional
Polemik Aset Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Duduk Bareng Saja

Polemik Aset Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Duduk Bareng Saja

Regional
Ini Alasan Suku Baduy Minta Kawasannya Dihapus dari Lokasi Tujuan Wisata

Ini Alasan Suku Baduy Minta Kawasannya Dihapus dari Lokasi Tujuan Wisata

Regional
Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X