Penyelundupan 10.000 Ekor "Baby Lobster" ke Vietnam Digagalkan

Kompas.com - 03/12/2019, 14:21 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus jual beli Baby Lobster ke luar negeri. KOMPAS.COM/A. FAIZALPolisi menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus jual beli Baby Lobster ke luar negeri.

SURABAYA, KOMPAS.com - Polisi menggagalkan jual beli 10.278 ekor benur atau lobster anakan atau "Baby Lobster" asal Jawa Timur.

Puluhan ribu ekor baby lobster itupun akhirnya kembali dilepas ke habitatnya di perairan wilayah Jawa Timur.

Rencananya, puluhan ribu ekor baby lobster itu akan dikirim ke Jawa Barat, dan diteruskan ke pasar luar negeri.

"Baby Lobster rencananya akan diselundupkan ke Vietnam melalui Singapura," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Gideon Arif Setyawan, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Diupah Rp 150 Juta, Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar Diselundupkan ke Singapura

Dari 10.278 ekor baby lobster itu, 7.300 ekor benur jenis pasir dan 2.978 ekor benur jenis mutiara.

"Di luar negeri, benih ini dihargai sekitar Rp 200 ribu per ekor. Pengiriman bisa sampai 4 kali dalam sebulan," ujarnya.

Polisi menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus ini.

Salah seorang yang diduga otak penyelundupan bernama Dwi Puji Kurniawan alias Wawan, warga Desa Prigi, Kecamatan Watu Limo, Trenggalek. Dia adalah residivis kasus yang sama.

Baca juga: Hendak Selundupkan Benih Lobster, Petugas Bandara Ngurah Rai Ditangkap

Modus penyelundupan

Dalam praktiknya, Wawan mengutus kedua anak buahnya yakni Anggit Handoyo Putro dan Nurcahyo Wijianto, keduanya warga Pacitan, untuk mengirimkan benur tersebut ke kawasan Jawa Barat melalui jalan tol.

"Di jalan tol Ngawi, keduanya diamankan dengan barang bukti puluhan ribu benur yang diberi wadah khusus siap antar. Penangkapan dikembangkan kepada Wawan yang ternyata memiliki tempat penangkaran khusus untuk baby lobster," ujarnya.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 86 ayat 1 jo pasal 12 ayat 1 dan/atau pasal 92 jo pasal 26 ayat 1 UU nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan jo pasal 55 ayat 1 KUHP. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Lindas Pemotor di Bandung Viral, Ini Kejadian Sebenarnya

Mobil Lindas Pemotor di Bandung Viral, Ini Kejadian Sebenarnya

Regional
Agar Tetap Bernilai, Warga Diminta Jaga Keaslian Bunker Peninggalan Belanda di Klaten

Agar Tetap Bernilai, Warga Diminta Jaga Keaslian Bunker Peninggalan Belanda di Klaten

Regional
Berenang di Lubang Galian C, 4 Siswa SMP di Kudus Tewas Tenggelam

Berenang di Lubang Galian C, 4 Siswa SMP di Kudus Tewas Tenggelam

Regional
Tata Janeeta: Saya Bukan Member MeMiles, Hanya Diundang Menyanyi, Dicancel Lagi

Tata Janeeta: Saya Bukan Member MeMiles, Hanya Diundang Menyanyi, Dicancel Lagi

Regional
Kepala BNBP Sebut Kecilnya Drainase Penyebab Sawah Terendam Banjir di Samarinda

Kepala BNBP Sebut Kecilnya Drainase Penyebab Sawah Terendam Banjir di Samarinda

Regional
Viral Iuran bagi Warga Non-Pribumi di Surabaya: Pemkot Temui RT-RW Bangkingan, Ini Hasilnya

Viral Iuran bagi Warga Non-Pribumi di Surabaya: Pemkot Temui RT-RW Bangkingan, Ini Hasilnya

Regional
Buron 9 Tahun, WNA Pembunuh Sekeluarga di Pakistan Ditangkap di Asahan

Buron 9 Tahun, WNA Pembunuh Sekeluarga di Pakistan Ditangkap di Asahan

Regional
Anggota DPRD Ngaku Temukan Bangkai Babi di IPAL Kabupaten Semarang

Anggota DPRD Ngaku Temukan Bangkai Babi di IPAL Kabupaten Semarang

Regional
Tidak Perlu Capek Mendaki, Akan Ada Kereta Gantung di Rinjani

Tidak Perlu Capek Mendaki, Akan Ada Kereta Gantung di Rinjani

Regional
Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas, Pelaku: Saya Kesal karena Istri Sering Diintip dan Dipeluk-peluk

Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas, Pelaku: Saya Kesal karena Istri Sering Diintip dan Dipeluk-peluk

Regional
Underpass di Kulon Progo Tergenang Jadi Kolam Renang dan Tempat Wisata

Underpass di Kulon Progo Tergenang Jadi Kolam Renang dan Tempat Wisata

Regional
Anggota Brimob dan Warga yang Terlibat Kericuhan di Polewali Mandar Berdamai

Anggota Brimob dan Warga yang Terlibat Kericuhan di Polewali Mandar Berdamai

Regional
Anggota KKB Intan Jaya Berstatus Komandan Operasi Tewas Ditembak

Anggota KKB Intan Jaya Berstatus Komandan Operasi Tewas Ditembak

Regional
Pria Ini Menagis Menyesal Telah Menyetubuhi Kedua Putrinya

Pria Ini Menagis Menyesal Telah Menyetubuhi Kedua Putrinya

Regional
Cerita Alwan, Siswa SMK yang Bikin Tangan Robot dari Plastik dan 'Powerbank'

Cerita Alwan, Siswa SMK yang Bikin Tangan Robot dari Plastik dan "Powerbank"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X