Risma Perintahkan Satpol PP Tindak Tegas Penembak Satwa Dilindungi

Kompas.com - 08/10/2019, 19:20 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini KOMPAS.COM/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma mendengar kabar adanya lima burung dilindungi yang mati di Hutan Mangrove Wonorejo, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Ia pun meminta Satpol PP dan Dinas Pertanian Kota Surabaya untuk rutin melakukan patroli. Sehingga, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa.

Lima burung yang mati tersebut, dikabarkan ditembak oleh oknum tak bertanggungjawab menggunakan senapan angin.

"Satpol PP rutin melakukan patroli. Cuma ini masalahnya itu kan luas tempatnya. Jadi saya berharap warga juga mengerti," kata Risma di kediamannya Jalan Sedap Malam, Surabaya, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Aparat Gabungan Ungkap Kasus Penyelundupan 7 Satwa Dilindungi ke Malaysia

Selain Satpol PP yang memiliki tim Bercak Air untuk patroli di Hutan Mangrove Wonorejo, menurut Risma, kawasan terswbut juga akan dijaga ketat oleh petugas dari Dinas Pertanian Surabaya.

Ia berharap, perburuan satwa dilindungi di Hutan Mangrove tidak terjadi lagi.

"Dinas pertanian ini juga nangkap kalau di situ ada warga yang bawa senjata, bawa bedil. Satpol PP juga keliling patroli," ujar Risma.

Di samping itu, dengan kawasan hutan mangtove yang begitu luas, warga juga diminta untuk membantu pemerintah kota apabila menemukan satwa yang mati atau perburuan satwa dilindungi.

"Saya berharap warga juga yang menemukan bisa bantu untuk itu. Karena tempatnya kan luas," ucap Risma.

Baca juga: Paus Terdampar di Kawasan Geopark Ciletuh Berjenis Hidung Botol, Masuk Satwa Dilindungi

Menurut Risma, seluruh daerah sudah memiliki perda yang mengatur satwa dilindungi.

Di Surabaya sendiri, sambung Risma, aturan tersebut tertuang dalam Perda Nomor 2 Tahun 2014.

Dalam Bab V Pasal 17 disebutkan, setiap orang dan/atau badan dilarang menangkap, memelihara, memburu, memperdagangkan atau membunuh hewan tertentu yang jenisnya ditetapkan dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, aturan tersebut dalam Perwali Nomor 15 Tahun 2018. Aturan tersebut mengatur sanksi terhadap para pelanggar perda tersebut.

"Jadi, seluruh kota ada perda yang mengatur satwa dilindungi. Ada perdanya kok itu," ujar Risma.

Baca juga: Jual Online Satwa Dilindungi, Warga Bondowoso Ini Ditangkap Polisi

Melacak oknum penembak

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto menegaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim investigasi untuk melacak oknum yang menembak burung dilindungi secara liar tersebut.

"Kami intruksikan kepada Camat Mulyorejo, Camat Rungkut, Camat Sukolilo dan Camat Gunung Anyar untuk melakukan pengawasan melekat dikawasan Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya)," kata Irvan.

Ia berjanji akan menindak tegas pelaku penembakan burung atau satwa lain yang dilindungi.

Dalam penindakan tersebut, ia akan melibatkan pihak kelurahan, polisi, TNI dan tokoh masyarakat setempat untuk melakukan patroli di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).

"Kita akan langsung menindak dengan menyita dan memprosesnya melalui jalur hukum," tegas Irvan.

Baca juga: Tawarkan Satwa Dilindungi di Facebook, 2 Orang Diamankan Polisi



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Polisi Diduga Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas di Hotel

Oknum Polisi Diduga Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas di Hotel

Regional
19 Tahun Istri Tercinta Alami Kelumpuhan, Koestomo Si Tukang Sepatu: Saya Akan Terus Merawatnya

19 Tahun Istri Tercinta Alami Kelumpuhan, Koestomo Si Tukang Sepatu: Saya Akan Terus Merawatnya

Regional
'Pesawat Mendarat Darurat, Pilot, Kopilot, dan Kru Selamat'

"Pesawat Mendarat Darurat, Pilot, Kopilot, dan Kru Selamat"

Regional
Tabrak dan Tantang Polisi Pengatur Lalu Lintas, Sopir Angkot Terancam 4 Tahun Penjara

Tabrak dan Tantang Polisi Pengatur Lalu Lintas, Sopir Angkot Terancam 4 Tahun Penjara

Regional
Prediksi Ledakan Kasus Covid-19 dari Karyawan Pabrik Benar-benar Terjadi

Prediksi Ledakan Kasus Covid-19 dari Karyawan Pabrik Benar-benar Terjadi

Regional
Diterkam, Siswa SMP Pukuli Kepala Buaya sampai Lepas dari Gigitan, lalu Panjat Pohon Bakau

Diterkam, Siswa SMP Pukuli Kepala Buaya sampai Lepas dari Gigitan, lalu Panjat Pohon Bakau

Regional
Gadis ABG Korban Prostitusi Dititipkan di Rumah Aman, Bukannya Dilindungi Malah Dicabuli

Gadis ABG Korban Prostitusi Dititipkan di Rumah Aman, Bukannya Dilindungi Malah Dicabuli

Regional
'Sudah 3 Kali Kami Menemui Mereka agar Mau Tes Swab, Mati-matian Mereka Menolak'

"Sudah 3 Kali Kami Menemui Mereka agar Mau Tes Swab, Mati-matian Mereka Menolak"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pemilik PO Pelangi Diduga Jadi Pengendali Narkoba | Gadis Berjilbab Ditemukan Nyaris Telanjang di Hutan, Ini Keterangan Polisi

[POPULER NUSANTARA] Pemilik PO Pelangi Diduga Jadi Pengendali Narkoba | Gadis Berjilbab Ditemukan Nyaris Telanjang di Hutan, Ini Keterangan Polisi

Regional
Gadis ABG Dicabuli Pengurus Rumah Aman, Dilakukan Berulang Kali di Hadapan Teman Korban

Gadis ABG Dicabuli Pengurus Rumah Aman, Dilakukan Berulang Kali di Hadapan Teman Korban

Regional
9.000 Pegawai Pemda DIY Jalani Rapid Test

9.000 Pegawai Pemda DIY Jalani Rapid Test

Regional
Walhi Sulsel Ungkap Fakta Dibalik Tambang Pasir di Pulau Kodingareng Makassar

Walhi Sulsel Ungkap Fakta Dibalik Tambang Pasir di Pulau Kodingareng Makassar

Regional
Rusunawa Bener Yogyakarta Jadi Shelter Isolasi OTG Covid-19

Rusunawa Bener Yogyakarta Jadi Shelter Isolasi OTG Covid-19

Regional
IPB Perkenalkan Inovasi Alat Tangkap Ikan yang Aman dan Ramah Lingkungan

IPB Perkenalkan Inovasi Alat Tangkap Ikan yang Aman dan Ramah Lingkungan

Regional
Seorang Hakim di Makassar Dilaporkan atas Kasus Dugaan Penganiayaan

Seorang Hakim di Makassar Dilaporkan atas Kasus Dugaan Penganiayaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X