Polisi Tegaskan Australia Tidak Ikut Campur Urusan Hukum Veronica Koman

Kompas.com - 11/09/2019, 12:42 WIB
Wakapolda Jatim Brigjen Toni Hermanto KOMPAS.com/A. FAIZALWakapolda Jatim Brigjen Toni Hermanto

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Australia disebut tidak akan mencampuri urusan hukum di Indonesia terkait Veronica Koman.

Penegasan itu disampaikan Wakapolda Jatim Brigjen Toni Harmanto usai mendatangi kantor Konjen Australia di Surabaya, Rabu (11/9/2019).

"Pada prinsipnya, pemerintah Australia tidak akan mencampuri masalah hukum di Indonesia," kata Ketua Tim Penyidikan Kasus Papua ini. 

Dia berharap, dengan penegasan itu, Pemerintah Australia akan mendukung polisi di Indonesia untuk menangkap Veronica Koman, tersangka kasus penyebaran berita bohong dan pelaku kasus provokasi pada rangkaian gejolak Papua.


Baca juga: 5 Fakta Baru Kasus Veronica Koman, Terancam Jadi DPO hingga Protes Komnas HAM

Pihaknya mengaku selama ini aktif membangun komunikasi dengan Konjen Australia di Surabaya dalam urusan pemenuhan syarat administrasi hubungan internasional terkait upaya hukum terhadap Veronica Koman.

"Diduga tersangka VK ada di Australia, karena suaminya warga Australia," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim bekerjasama Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri untuk melayangkan surat panggilan pemeriksaan tersangka kepada Veronica Koman.

Panggilan pemeriksaan pertama dilayangkan polisi ke dua rumah keluarganya di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat namun tidak ada respons.

Baca juga: Polisi Persilahkan Veronica Koman Tempuh Upaya Hukum soal Status Tersangka

Kata Toni, polisi memberi waktu cukup lama kepada Veronica Koman untuk bisa hadir di Mapolda Jatim.

"Namun jika pada toleransi waktu yang ditentukan Veronica tidak hadir, maka polisi akan menetapkan DPO. Pada proses selanjutnya baru dikeluarkan Red Notice," katanya.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16 Warga Tewas Saat Kerusuhan Wamena, Objek Vital Dijaga 24 Jam

16 Warga Tewas Saat Kerusuhan Wamena, Objek Vital Dijaga 24 Jam

Regional
1.500 Warga Wamena Mengungsi, Kodim Masakan Nasi dan Mi Instan

1.500 Warga Wamena Mengungsi, Kodim Masakan Nasi dan Mi Instan

Regional
Fakta Baru Kerusuhan Wamena, 16 Orang Tewas hingga Ribuan Warga Mengungsi

Fakta Baru Kerusuhan Wamena, 16 Orang Tewas hingga Ribuan Warga Mengungsi

Regional
Tolak Revisi UU KPK dan KUHP, Massa Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar

Tolak Revisi UU KPK dan KUHP, Massa Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar

Regional
Bayi Ini Lahir dengan Tangan dan Kaki Berjumlah Empat

Bayi Ini Lahir dengan Tangan dan Kaki Berjumlah Empat

Regional
Pasca-kerusuhan, Akses Internet di Wamena Dibatasi

Pasca-kerusuhan, Akses Internet di Wamena Dibatasi

Regional
Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Regional
Satpol PP Copot Spanduk Pilwakot Solo Bergambar Gibran

Satpol PP Copot Spanduk Pilwakot Solo Bergambar Gibran

Regional
Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Regional
16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

Regional
BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

Regional
UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

Regional
Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Regional
7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

Regional
Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X