Panggilan Pertama Tak Direspons, Polisi Kirim Panggilan Kedua untuk Veronica Koman

Kompas.com - 10/09/2019, 14:30 WIB
Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari (kiri) dan Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Veronica Koman dalam sebuah acara diskusi terkait Hari Perempuan Internasional di Jakarta, Minggu (6/3/2016) KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRASekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari (kiri) dan Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Veronica Koman dalam sebuah acara diskusi terkait Hari Perempuan Internasional di Jakarta, Minggu (6/3/2016)

SURABAYA, KOMPAS.com - Panggilan pertama untuk pemeriksaan sebagai tersangka kasus provokasi dan dugaan penyebaran berita bohong kepada Veronica Koman tidak direspons.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim pun melayangkan panggilan kedua, Selasa (10/9/2019).

"Panggilan pertama yang ditujukan ke 2 alamat rumah di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat tidak direspons oleh keluarga, kami pun melayangkan panggilan kedua," kata Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, Selasa.


Panggilan kedua dikirim penyidik melalui Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri ke alamat Veronica di luar negeri.

Baca juga: Ini Langkah Ditjen Imigrasi Setelah Terima Surat Pencegahan dan Pencabutan Paspor Veronica Koman

 

"Kami libatkan Divisi Hubinter ke kedutaan negara tempat Veronica tinggal," ujar Luki.

Penyidik, kata Luki, memberi kelonggaran waktu datangnya tersangka Veronica ke Polda Jatim, mengingat lokasi tempat tinggalnya di luar negeri yang cukup jauh.

"Harusnya penggilan kedua sampai tanggal 13 September, tapi kami beri kelonggaran sampai pekan depannya lagi," ucap dia.

Sebagai orang yang paham hukum, dia yakin, Veronica akan datang menghadiri pemeriksaan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Polisi menyebut, saat ini, Veronica berada di luar negeri bersama suami. Sayangnya, Luki enggan menyebut negara yang dimaksud.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.500 Warga Wamena Mengungsi, Kodim Masakan Nasi dan Mi Instan

1.500 Warga Wamena Mengungsi, Kodim Masakan Nasi dan Mi Instan

Regional
Fakta Baru Kerusuhan Wamena, 16 Orang Tewas hingga Ribuan Warga Mengungsi

Fakta Baru Kerusuhan Wamena, 16 Orang Tewas hingga Ribuan Warga Mengungsi

Regional
Tolak Revisi UU KPK dan KUHP, Massa Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar

Tolak Revisi UU KPK dan KUHP, Massa Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar

Regional
Bayi Ini Lahir dengan Tangan dan Kaki Berjumlah Empat

Bayi Ini Lahir dengan Tangan dan Kaki Berjumlah Empat

Regional
Pasca-kerusuhan, Akses Internet di Wamena Dibatasi

Pasca-kerusuhan, Akses Internet di Wamena Dibatasi

Regional
Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Regional
Satpol PP Copot Spanduk Pilwakot Solo Bergambar Gibran

Satpol PP Copot Spanduk Pilwakot Solo Bergambar Gibran

Regional
Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Regional
16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

Regional
BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

Regional
UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

Regional
Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Regional
7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

Regional
Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Regional
Sebelum Membunuh Kekasih dan Bunuh Diri, Pelaku Sempat Dipolisikan Korban

Sebelum Membunuh Kekasih dan Bunuh Diri, Pelaku Sempat Dipolisikan Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X