PNS Pemkot Surabaya Ditetapkan Tersangka Kerusuhan di Asrama Papua, Ini Tanggapan Pemerintah

Kompas.com - 03/09/2019, 16:25 WIB
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya M. Fikser KOMPAS.COM/GHINAN SALMANKepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya M. Fikser

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah mendengar kabar ASN Pemerintah Kota Surabaya Syamsul Arifin (SA) yang ditetapkan sebagai tersangka ujaran rasial terhadap mahasiswa Papua oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser Selasa (3/9/2019).

Ia mengakui bahwa Pemkot Surabaya mengikuti semua informasi yang berkembang terkait ASN yang terjerat kasus hukum tersebut.


Baca juga: SA, Tersangka Aksi Protes Perusakan Bendera di Asrama Papua ASN Pemkot Surabaya

"Kami sudah memantau semuanya dan mengikuti perkembangannya. Kita pantau terus soal SA ini," kata Fikser dihubungi, Selasa.

Namun, Fikser tidak menjawab apakah Pemkot Surabaya akan memberikan pendampingan hukum atau justru memberikan sanksi kepada pegawai BPB Linmas di lingkungan Kecamatan Tambaksari itu.

Sejauh ini, kata Fikser, Pemkot Surabaya akan menyerahkan semua proses hukum kepada pihak kepolisian yang melakukan pemeriksaan.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Kami patuhi hukum yang berlaku," ujar dia.

 Baca juga: SA, Tersangka Baru Aksi Protes Perusakan Bendera di Asrama Papua

Meski demikian, pihaknya menyesalkan adanya ucapan rasialis yang keluar dari mulut SA.

Menurut Fikser, sebagai aparat pemerintahan, memang sudah selayaknya seorang PNS menjaga etika di hadapan publik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Regional
16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

Regional
BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

Regional
UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

Regional
Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Regional
7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

Regional
Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Regional
Sebelum Membunuh Kekasih dan Bunuh Diri, Pelaku Sempat Dipolisikan Korban

Sebelum Membunuh Kekasih dan Bunuh Diri, Pelaku Sempat Dipolisikan Korban

Regional
Dampak Kabut Asap, UMRI Pekanbaru Perpanjang Libur bagi Mahasiswa

Dampak Kabut Asap, UMRI Pekanbaru Perpanjang Libur bagi Mahasiswa

Regional
TNI yang Gugur di Jayapura Dibacok Saat Sedang Beristirahat

TNI yang Gugur di Jayapura Dibacok Saat Sedang Beristirahat

Regional
Tolak RKUHP dan Revisi UU KPK, Mahasiswa Bakar Ban dan Tutup Jalan

Tolak RKUHP dan Revisi UU KPK, Mahasiswa Bakar Ban dan Tutup Jalan

Regional
Ribuan Mahasiswa Purwokerto Turun ke Jalan Tolak Revisi UU KPK dan RKUHP

Ribuan Mahasiswa Purwokerto Turun ke Jalan Tolak Revisi UU KPK dan RKUHP

Regional
Rusuh di Wamena Papua, Ribuan Warga Mengungsi dan Kekurangan Makanan

Rusuh di Wamena Papua, Ribuan Warga Mengungsi dan Kekurangan Makanan

Regional
Kerusuhan Jayapura, 1 Prajurit TNI Gugur, 6 Brimob Luka-luka

Kerusuhan Jayapura, 1 Prajurit TNI Gugur, 6 Brimob Luka-luka

Regional
Negeri di Atas Awan Dikeluhkan Macet dan Berdebu, Ini Penjelasan Pengelola

Negeri di Atas Awan Dikeluhkan Macet dan Berdebu, Ini Penjelasan Pengelola

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X