Risma dan Khofifah Disebut Mama Papua...

Kompas.com - 22/08/2019, 06:27 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima kunjungan Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Selasa (20/8/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima kunjungan Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Selasa (20/8/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Lenis Kogoya, Staf Khusus Presiden dan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua menyematkan kata "mama Papua" di depan nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Lenis mengatakan Risma dan Khofifah layak disebut mama Papua karena memiliki perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat Papua, khususnya di Surabaya dan Jawa Timur.

"Saya terima kasih kepada Wali Kota (Risma), ternyata di sini juga ada ada gubernur (Khofifah). Dua-duanya mama Papua dan saya rasa hangat. Hampir tidak bisa pulang saya ke Jakarta," kata Lenis di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Ketua Adat Papua: Semua Perempuan Harus Mencontoh Risma dan Khofifah

Salah satu bentuk kepedulian Khofifah menurut Lenis ketika ia banyak memberi program belanja nontunai di program e-Warung saat menjabat Menteri Sosial yang dinilai memberi sumbangsih terhadap warga Papua.

"Program nontunai itu, mama-mama (di Papua) dia perhatikan, itu hatinya saya membutuhkan itu. Makanya (bantuan) nontunai Ibu Khofifah saya arahkan semua perempuan pegang ATM, itu saya paksakan. Jadi sekarang bantuan nontunai itu yang pegang perempuan semua," ujar Lenis.

Ia juga menilai Risma selalu melibatkan adik-adik Papua yang menempuh pendidikan dalam kegiatan acara di Kota Pahlawan.

"Apalagi mama-mama Papua sering bawa dilatih (setiap ada event). Malah dikirim barang dari sini (Surabaya) ke Papua. Ada orang Papua juga jadi kepala desa, kepala distrik, ada juga kepala dinas di Kota Surabaya," tutur Lenis.

Baca juga: Risma Pastikan Mahasiswa Papua di Surabaya Aman

Sementara itu Risma bercerita , selama ini hubungan masyarakat Surabaya dengan warga asli Papua berjalan baik.

Risma juga sudah menganggap mahasiswa asal Papua yang tinggal di Surabaya seperti anak sendiri.

Selama menempuh pendidikan di Surabaya, Risma menyebut, mahasiswa Papua juga diberikan fasilitas dalam upaya mengembangkan minat dan bakat, seperti pelatihan komputer dan bahasa Inggris.

"Saya pikir untuk apa kita bermusuhan, enggak ada gunanya kita bermusuhan. Karena kalau kita musuhan, kita tidak bisa berpikir untuk maju," tutur Risma.

Baca juga: Ketua Adat Papua: Risma dan Khofifah Layak Disebut Mama Papua

 

Menunggu makan papeda bersama

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menrima kunjungan Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/8/2019).KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menrima kunjungan Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/8/2019).
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berencana mendatangi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/8/2019).

Namun, rencana tersebut batal dilakukan. Mahasiswa di asarma disebut-sebut belum manu menerima siapa pun tamu yang berkunjung ke sana.

"Iya, kebetulan saya dilarang (oleh staf Wali Kota). Mereka masih mau bicara dulu sebelum aku ke sana," kata Risma di rumah dinas wali kota, Surabaya, Selasa.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden dan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua Lenis Kogoya menyampaikan, Selasa malam mahasiswa Papua di Jalan Kalasan menemuinya di salah satu hotel di Surabaya.

Baca juga: Risma Akan Bantu Renovasi Pembangunan Asrama Papua di Surabaya

"Jadi bukannya mama ( Risma) ditolak, bukan. Mereka itu (mahasiswa Papua) menunggu bagaimana makan papeda bersama," tutur Lenis.

Setelah bertemu dengan perwakilan mahasiswa Papua, pihaknya akan mengatur jadwal agar Risma bisa bertemu langsung dengan mahasiswa Papua yang tinggal di asrama tersebut.

"Kami akan atur jadwal yang baik. Setelah atur jadwal itu, baru kami akan koordinasi dengan mama wali kota (Risma) dan mama gubernur (Khofifah). Mungkin itu yang kami lakukan," kata Lenis.

SUMBER: KOMPAS.com (Ghinan Salman)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Ditabrak dari Belakang, Truk Saya Sampai Terbalik'

"Saya Ditabrak dari Belakang, Truk Saya Sampai Terbalik"

Regional
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Aliran Kali di Dua Desa

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Aliran Kali di Dua Desa

Regional
Sambut HUT Ke-75 RI,  Warga di Bandung Lukis Mural di Jalan Setapak Sepanjang 140 Meter

Sambut HUT Ke-75 RI, Warga di Bandung Lukis Mural di Jalan Setapak Sepanjang 140 Meter

Regional
Cerita Perawat Rawat Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Pernah Pingsan karena Terlalu Lama Kenakan APD

Cerita Perawat Rawat Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Pernah Pingsan karena Terlalu Lama Kenakan APD

Regional
Cagar Alam Habitat Satwa Komodo Terbakar, Pemadaman Masih Dilakukan

Cagar Alam Habitat Satwa Komodo Terbakar, Pemadaman Masih Dilakukan

Regional
Merasa Jambi Lebih Panas Beberapa Pekan Belakangan? Ini Penjelasan BMKG

Merasa Jambi Lebih Panas Beberapa Pekan Belakangan? Ini Penjelasan BMKG

Regional
Covid-19 di Banyumas Belum Terkendali, Masyarakat Dilarang Gelar Lomba 17-an

Covid-19 di Banyumas Belum Terkendali, Masyarakat Dilarang Gelar Lomba 17-an

Regional
Pintu Kelenteng Kwan Sing Bio Ditutup, Puluhan Umat Sembahyang di Trotoar

Pintu Kelenteng Kwan Sing Bio Ditutup, Puluhan Umat Sembahyang di Trotoar

Regional
Pengakuan Evitasari, PKL yang Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel

Pengakuan Evitasari, PKL yang Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel

Regional
Ida Harus Relakan Sawahnya yang Produktif untuk Pembangunan Tol Yogya-Solo

Ida Harus Relakan Sawahnya yang Produktif untuk Pembangunan Tol Yogya-Solo

Regional
Saksi Sidang Cerai Dipukul Saat Tunggu Persidangan, Pelakunya Mengaku Sakit Hati

Saksi Sidang Cerai Dipukul Saat Tunggu Persidangan, Pelakunya Mengaku Sakit Hati

Regional
Kepsek Meninggal karena Covid-19, 2 Anak dan Seorang Menantunya Tertular

Kepsek Meninggal karena Covid-19, 2 Anak dan Seorang Menantunya Tertular

Regional
Berdalih Temani Tidur, Pria di Semarang Justru Cabuli Anak Tiri

Berdalih Temani Tidur, Pria di Semarang Justru Cabuli Anak Tiri

Regional
Tengah Memancing, Pria Ini Hilang Tergulung Ombak di Hadapan Anak Istri

Tengah Memancing, Pria Ini Hilang Tergulung Ombak di Hadapan Anak Istri

Regional
Tamatan SMA Tipu Profesor PTN di Jambi dari Dalam Lapas, Korban Rugi Rp 183 Juta

Tamatan SMA Tipu Profesor PTN di Jambi dari Dalam Lapas, Korban Rugi Rp 183 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X