Pengakuan Tersangka "Jual" Istri yang Hamil 4 Bulan untuk Layanan "Threesome"

Kompas.com - 14/08/2019, 22:17 WIB
Dian Tri Susilo (20), tersangka yang menjual istrinya, DR (16), untuk layanan threesome diamankan Polrestabes Surabaya, Rabu (14/8/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANDian Tri Susilo (20), tersangka yang menjual istrinya, DR (16), untuk layanan threesome diamankan Polrestabes Surabaya, Rabu (14/8/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pria asal Kediri yang ditangkap Unit PPA Polrestabes Surabaya menjual istrinya melalui grup Facebook untuk layanan " threesome".

Pelaku berinisial DTS (20), warga Kelurahan Balong Jeruk, Kecamatan Kunjang, Kediri, itu, bahkan tega menjual istrinya, DR (16) yang sedang dalam kondisi hamil empat bulan.

Kepada polisi, ia mengatakan menjual istrinya karena membutuhkan uang untuk keperluan sehari-sehari.


"Buat keperluan sehari-hari," kata DTS, kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: Pria Ini Jual Istrinya yang Hamil 4 Bulan untuk Layanan Threesome

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai penjual bakso itu mengklaim istrinya tidak menolak saat ditawari untuk melakukan hubungan badan dengan orang lain.

Selain dua grup Facebook yang sudah ditelusuri polisi, DTS mengaku ada grup Facebook lain yang ia gunakan untuk menawarkan istrinya tersebut.

Selain itu, tersangka juga menawarkan istrinya melalui grup WhatsApp.

"(Grup Facebook) pasutri bahagia sama grup WhatsApp," kata dia.

Menurut Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, setelah mendapatkan pelanggan melalui grup Facebook, tersangka kemudian berkomunikasi dengan pelanggannya itu melalui WhatsApp.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

Regional
BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

Regional
UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

Regional
Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Regional
7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

Regional
Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Regional
Sebelum Membunuh Kekasih dan Bunuh Diri, Pelaku Sempat Dipolisikan Korban

Sebelum Membunuh Kekasih dan Bunuh Diri, Pelaku Sempat Dipolisikan Korban

Regional
Dampak Kabut Asap, UMRI Pekanbaru Perpanjang Libur bagi Mahasiswa

Dampak Kabut Asap, UMRI Pekanbaru Perpanjang Libur bagi Mahasiswa

Regional
TNI yang Gugur di Jayapura Dibacok Saat Sedang Beristirahat

TNI yang Gugur di Jayapura Dibacok Saat Sedang Beristirahat

Regional
Tolak RKUHP dan Revisi UU KPK, Mahasiswa Bakar Ban dan Tutup Jalan

Tolak RKUHP dan Revisi UU KPK, Mahasiswa Bakar Ban dan Tutup Jalan

Regional
Ribuan Mahasiswa Purwokerto Turun ke Jalan Tolak Revisi UU KPK dan RKUHP

Ribuan Mahasiswa Purwokerto Turun ke Jalan Tolak Revisi UU KPK dan RKUHP

Regional
Rusuh di Wamena Papua, Ribuan Warga Mengungsi dan Kekurangan Makanan

Rusuh di Wamena Papua, Ribuan Warga Mengungsi dan Kekurangan Makanan

Regional
Kerusuhan Jayapura, 1 Prajurit TNI Gugur, 6 Brimob Luka-luka

Kerusuhan Jayapura, 1 Prajurit TNI Gugur, 6 Brimob Luka-luka

Regional
Negeri di Atas Awan Dikeluhkan Macet dan Berdebu, Ini Penjelasan Pengelola

Negeri di Atas Awan Dikeluhkan Macet dan Berdebu, Ini Penjelasan Pengelola

Regional
2 Jam Setelah Shalat Istisqa, Bangka Belitung Diguyur Hujan Lebat

2 Jam Setelah Shalat Istisqa, Bangka Belitung Diguyur Hujan Lebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X