KPK Dalami Dugaan Korupsi Bantuan Keuangan Pemprov Jatim, Ini Kata Ketua DPRD Tulungagung

Kompas.com - 14/08/2019, 07:14 WIB
Ketua DPRD Tulungagung Supriyono A. FAIZALKetua DPRD Tulungagung Supriyono

SURABAYA, KOMPAS.com - Ketua DPRD Tulungagung Supriyono mengaku tidak banyak mengetahui tentang dugaan korupsi bantuan keuangan Pemprov Jatim.

Dia menyebut bantuan keuangan dari Pemprov Jatim tidak pernah dibahas eksekutif dengan DPRD Tulungagung.

"Kami hanya tahu angkanya saja, peruntukannya juga sudah ada. Kami tidak pernah membahas bantuan keuangan dari provinsi," katanya saat menghadiri pelantikan Maryoto Birowo sebagai Bupati Tulungagung di Gedung Negara Grahadi, Selasa (13/8/2019) sore.


Maryoto Birowo yang sebelumnya menjabat wakil bupati dilantik menggantikan Syahri Mulyo sebagai Bupati Tulungagung, yang sudah divonis pengadilan Tipikor Februari lalu atas perkara korupsi penerimaan fee proyek sejumlah infrastruktur.

Baca juga: KPK Periksa 16 Saksi Kasus Suap Ketua DPRD Tulungagung

Supriyono juga mengaku tidak tahu dengan nama sejumlah pejabat Pemprov Jatim yang diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) soal kasus bantuan keuangan.

"Saya tidak tahu, mereka bukan dari Tulungagung," ujarnya.

Sebelumnya, atas keterangan Supriyono, KPK mendalami dugaan korupsi bantuan keuangan Pemprov Jatim kepada Pemkab Tulungagung.

Selain memerikaa sejumlah pejabat Pemprov Jatim, penyidik juga menggeledah rumah pejabat termasuk rumah mantan ajudan Gubernur Soekarwo.

Baca juga: Kasus Ketua DPRD Tulungagung, KPK Geledah 5 Lokasi di Jawa Timur

Ketua DPRD Tulungagung jadi tersangka kasus suap

Supriyono sendiri sebelumnya telah ditetapkan tersangka oleh KPK pada 13 Mei lalu atas pengembangan kasus yang menjerat Bupati Tulungagung Syahri Mulyo.

Mantan politisi PDI-P itu diduga menerima uang sekitar Rp 4,88 miliar selama periode 2015-2018 dari Syahri Mulyo.

Pemberian itu diduga terkait dengan pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.

Pada 31 Juli lalu, penyidik KPK memanggilnya untuk diperiksa sebagai tersangka, namun dia tidak hadir karena alasan kesibukan. Namun dia berjanji akan datang pada pemanggilan selanjutnya.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi Rp 4,88 M, Ketua DPRD Raih Suara Terbanyak di Tulungagung

 

"Saya akan datang untuk menghormati proses hukum," ucapnya.

Dalam perkara tersebut, mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 700 juta karena melanggar pasal 12 huruf b UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. 



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tolak Revisi UU KPK dan KUHP, Massa Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar

Tolak Revisi UU KPK dan KUHP, Massa Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar

Regional
Bayi Ini Lahir dengan Tangan dan Kaki Berjumlah Empat di Bali

Bayi Ini Lahir dengan Tangan dan Kaki Berjumlah Empat di Bali

Regional
Pasca-kerusuhan, Akses Internet di Wamena Dibatasi

Pasca-kerusuhan, Akses Internet di Wamena Dibatasi

Regional
Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Regional
Satpol PP Copot Spanduk Pilwakot Solo Bergambar Gibran

Satpol PP Copot Spanduk Pilwakot Solo Bergambar Gibran

Regional
Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Regional
16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

Regional
BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

Regional
UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

Regional
Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Regional
7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

Regional
Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Regional
Sebelum Membunuh Kekasih dan Bunuh Diri, Pelaku Sempat Dipolisikan Korban

Sebelum Membunuh Kekasih dan Bunuh Diri, Pelaku Sempat Dipolisikan Korban

Regional
Dampak Kabut Asap, UMRI Pekanbaru Perpanjang Libur bagi Mahasiswa

Dampak Kabut Asap, UMRI Pekanbaru Perpanjang Libur bagi Mahasiswa

Regional
TNI yang Gugur di Jayapura Dibacok Saat Sedang Beristirahat

TNI yang Gugur di Jayapura Dibacok Saat Sedang Beristirahat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X