Penahan Lumpur Proyek Gedung di Surabaya Jebol, Seorang Warga Tewas Tertimbun

Kompas.com - 12/08/2019, 23:04 WIB
Bangunan penahan lumpur di proyek gedung di Jalan Sukomanunggal SurabayaKantor SAR Surabaya Bangunan penahan lumpur di proyek gedung di Jalan Sukomanunggal Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Tempat penampungan lumpur di lokasi proyek pemasangan tiang pancang bangunan gedung di Jalan Raya Sukomanunggal Surabaya jebol Sabtu (10/8/2019) akhir pekan lalu. Seorang warga tewas tertimbun lumpur.

Imam Syafii (37) bukan pekerja di proyek tersebut, tapi warga Bangkalan Madura itu adalah karyawan pabrik sepatu yang berlokasi tepat di samping penampungan lumpur yang jebol.

Saat bangunan penahan jebol, korban berada di belakang gedung.


"Dua karyawan selamat, 1 karyawan sempat ditemukan," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Senin (12/8/2019) malam.

Baca juga: Viral Foto Waduk Jatigede Jebol Bikin Warga Panik, Ini Penjelasan Petugas

Jasad Imam Syafii tidak langsung ditemukan, meski pencarian melibatkan tim SAR. Jasadnya baru bisa diangkat setelah 24 jam terpendam di lumpur atau pada Minggu (11/8/2019) siang.

"Alat berat sampai didatangkan untuk mengevakuasi korban," jelasnya.

Proyek tersebut merupakan proyek milik PT Sinar Suri Surabaya. Proyek ini sedang melakukan penanaman tiang pancang sedalam 30 meter di bawah tanah.

Lumpur yang digali ditampung sementara dalam tempat khusus yang akhirnya jebol. Sementara korban meninggal adalah karyawan PT SS Utama Ardiles yang lokasi pabriknya tepat di samping proyek.

Baca juga: Kronologi Penyanyi Dangdut Ratna Antika Jatuh dari Jembatan yang Ambruk Saat Layani Selfie

Kata Sudamiran, lokasi penampungan lumpur sejak kemarin dipasang garis polisi karena polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara dan penelitian oleh Tim Labfor Polda Jatim untuk kepentingan penyelidikan.

Hingga Senin (12/8/2019), polisi sudah memeriksa 6 saksi dalam penyelidikan. Selain pekerja proyek di sekitar lokasi kejadian, juga bos PT Sinar Suri sebagai penanggung jawab proyek.

"Kita butuh waktu untuk mendalami unsur-unsur pidananya," terang Sudamiran. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

Regional
Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Regional
Sirkulasi 'Eddy' Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Sirkulasi "Eddy" Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Regional
50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

Regional
Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Regional
Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Regional
Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Regional
Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Regional
Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Regional
Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Regional
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Regional
2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Regional
Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X