Korban Penipuan Haji Disebut Bisa Berangkat karena Pakai Kuota Pejabat

Kompas.com - 12/08/2019, 15:57 WIB
Korban penipuan jamaah haji saat diperiksa di Mapolda Jatim Senin (5/8/2019) malam Dok. Humas Polda JatimKorban penipuan jamaah haji saat diperiksa di Mapolda Jatim Senin (5/8/2019) malam

"Karena semua yang mengurusi itu orangtua saya. Saya hanya kaget dapat info sebulan sebelum berangkat. Saya juga belum ada persiapan," terangnya.

Baca juga: Kemenag Jatim Dalami Dugaan Keterlibatan ASN Terkait Penipuan 51 Jemaah Haji

K dan suaminya juga sempat berada dalam 1 bus saat berangkat dari Bangil Pasuruan, 5 Agustus 2019 lalu, namun dia dan suaminya tidak ikut melapor ke Polda Jatim.

K berharap, siapapun yang terlibat dalam aksi penipuan itu dihukum seberat-beratnya karena mempermainkan orang yang akan beribadah.

"Kepada masyarakat saya juga berpesan agar tidak mudah percaya dengan informasi yang bisa memberangkatkan jamaah haji yang tidak sesuai antrean. Yang resmi-resmi sajalah meskipun lama tidak apa-apa," terangnya.

Seperti diberitakan, Polda Jatim saat ini sedang mendalami kasus penipuan haji terhadap 51 orang.

Mereka dijanjikan berangkat haji tahun ini namun tertahan saat masuk di asrama haji Sukolilo karena nama-namamya tidak terdaftar dalam jamaah calon haji tahun ini.

Seorang diduga pelaku kini ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Jatim bernama Martudji Djunaidi. Dia menghimpun biaya tambahan dari para korbannya antara Rp 5 hingga 35 juta per orang. 

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tolak Revisi UU KPK dan KUHP, Massa Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar

Tolak Revisi UU KPK dan KUHP, Massa Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar

Regional
Bayi Ini Lahir dengan Tangan dan Kaki Berjumlah Empat

Bayi Ini Lahir dengan Tangan dan Kaki Berjumlah Empat

Regional
Pasca-kerusuhan, Akses Internet di Wamena Dibatasi

Pasca-kerusuhan, Akses Internet di Wamena Dibatasi

Regional
Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Regional
Satpol PP Copot Spanduk Pilwakot Solo Bergambar Gibran

Satpol PP Copot Spanduk Pilwakot Solo Bergambar Gibran

Regional
Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Cerita Warga yang Kekeringan, Terpaksa Mandi ke Sungai yang Airnya Bercampur Kotoran

Regional
16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

16 Warga Tewas dan 65 Terluka Saat Kerusuhan Pecah di Wamena, Papua

Regional
BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

BMKG: Jarak Pandang akibat Kabut Asap di Wilayah Tengah Aceh Hanya 800 Meter

Regional
UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

UGM dan Universitas Sanata Dharma Tegaskan Tak Dukung Aksi #GejayanMemanggil

Regional
Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Ditahan Polisi karena Lahannya Terbakar, Ini Kata Direktur PT HBL

Regional
7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

7 Fakta Kerusuhan di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi hingga Akses Internet Dibatasi

Regional
Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Pernyataan Tegas Gubernur Papua untuk Mahasiswa Pasca-kerusuhan di Wamena dan Jayapura

Regional
Sebelum Membunuh Kekasih dan Bunuh Diri, Pelaku Sempat Dipolisikan Korban

Sebelum Membunuh Kekasih dan Bunuh Diri, Pelaku Sempat Dipolisikan Korban

Regional
Dampak Kabut Asap, UMRI Pekanbaru Perpanjang Libur bagi Mahasiswa

Dampak Kabut Asap, UMRI Pekanbaru Perpanjang Libur bagi Mahasiswa

Regional
TNI yang Gugur di Jayapura Dibacok Saat Sedang Beristirahat

TNI yang Gugur di Jayapura Dibacok Saat Sedang Beristirahat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X