Kasus Penipuan 51 Jemaah Calon Haji, Polisi Periksa Staf Kemenag Jatim

Kompas.com - 10/08/2019, 18:26 WIB
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera KOMPAS.com/GHINAN SALMANKabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur bakal memeriksa staf Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, guna menindaklanjuti kasus penipuan pemberangkatan 51 jemaah calon haji.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, oknum dari Kemenag yang dipanggil bernama Syaifullah yang merupakan saksi terlapor.

Nama itu sebelumnya juga disebut-sebut menipu Murtadji Djunaedi, tersangka dalam kasus penipuan percepatan pemberangkatan haji.

"Kami serius, kami sudah memanggil saksi ahli dari Kementerian Keagamaan dan memanggil oknum dari salah satu kementerian tertentu (Kemenag) yang dilaporkan Djunaedi (tersangka)," kata Barung, Sabtu (10/8/2019).

Baca juga: Gagal Berangkat, 53 Calon Haji Datangi Kantor Travel Agen

Barung menyampaikan, pemeriksaan terhadap Syaifullah akan dilakukan secepatnya pada Senin (12/8/2019) atau Selasa (13/8/2019).

Menurut Barung, Syaifullah akan dikonfrontir dengan keterangan Djunaedi untuk memudahkan penyidik mendalami kasus penipuan tersebut.

Barung menyampaikan, alasan Djunaedi menerima tawaran menjadi koordinator percepatan pemberangkatan haji itu, diduga karena sudah yakin dan percaya terhadap oknum dari Kemenag tersebut.

"Mungkin sudah ada contoh. Mungkin juga diyakinkan oleh oknum salah satu kementerian yang meyakinkan dia (Djunaedi),"  ujar Barung.

Ia menegaskan, penyidik akan terus mendalami kasus penipuan yang mengakibatkan uang ratusan juta milik 51 jemaah haji itu raib.

Baca juga: Kisah Ina, Malu Gagal Berangkat Haji Lalu Mengurung Diri

"Uang nasabah sudah ditranser, sudah diambil. (Bukti) penipuan dan penggelapan sudah ada. Makanya kita lakukan pendalaman kasus ini," kata Barung.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 59 orang berseragam haji melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Senin (5/8/2019) malam.

Puluhan calon jemaah haji yang berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur ini, seperti Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Pamekasan, Sumenep, Hulu Sungai Selatan, dan Sanggau, merasa tertipu karena gagal berangkat haji pada tahun ini.

Padahal, mereka sudah membayar sejumlah uang mulai Rp 5 juta hingga Rp 35 juta agar bisa mendapat kuota percepatan pemberangkatan haji di tahun ini.

Namun belakangan, dari 59 orang, 8 orang mencabut laporannya karena diketahui belum sampai mentransfer uang ke terduga pelaku.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Regional
Satu Penumpang yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali Ditangkap

Satu Penumpang yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali Ditangkap

Regional
Prosesi Adat Moloopu Sambut Brigjen Pol Wahyu Widada Sebagai Kapolda Gorontalo

Prosesi Adat Moloopu Sambut Brigjen Pol Wahyu Widada Sebagai Kapolda Gorontalo

Regional
Rumah Soekarno di Kampung Lawang Seketeng Surabaya Jadi Wisata Sejarah

Rumah Soekarno di Kampung Lawang Seketeng Surabaya Jadi Wisata Sejarah

Regional
Peringati HKN, Ada 'Screening' Talasemia Gratis di Banda Aceh

Peringati HKN, Ada "Screening" Talasemia Gratis di Banda Aceh

Regional
Pemkab Kudus Terima Opini WTP meski Bupati Kena OTT

Pemkab Kudus Terima Opini WTP meski Bupati Kena OTT

Regional
Fakta Baru 3 WNA Hilang di Pulau Sangiang, Diduga Warga China hingga Masih Dilakukan Identifikasi

Fakta Baru 3 WNA Hilang di Pulau Sangiang, Diduga Warga China hingga Masih Dilakukan Identifikasi

Regional
 Dieksploitasi untuk Tambang Mineral dan Batu Bata, 55 Pulau Kecil Terancam Hilang

Dieksploitasi untuk Tambang Mineral dan Batu Bata, 55 Pulau Kecil Terancam Hilang

Regional
Perekam 'Fitting Room' di Mal Simpan 6 Video Konsumen Perempuan Saat Coba Baju

Perekam "Fitting Room" di Mal Simpan 6 Video Konsumen Perempuan Saat Coba Baju

Regional
Lapak Dieksekusi, PKL Akan Mengadu ke Keraton Yogyakarta

Lapak Dieksekusi, PKL Akan Mengadu ke Keraton Yogyakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X