Risma Akan Serahkan Aset YKP ke BUMD Bidang Properti yang Pernah Merugi

Kompas.com - 18/07/2019, 18:05 WIB
Wali Kota Surabaya KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya telah menerima kembali aset Yayasan Kas Pembangunan (YKP) yang resmi diserahkan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kamis (18/7/2019).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan, aset YKP itu nantinya akan diserahkan ke Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) yang sudah ada.

"Pengelola, pengurus, pembina sementara akan menghitung dan mendetailkan aset itu. Kalau sudah dihitung, akan kami bentuk (formatur tetap). Kami sudah punya BUMD, mudah-mudahan direksinya juga amanah," kata Risma, Kamis.

BUMD yang akan mengelola aset YKP itu adalah PT Surya Karsa Utama (SKU), salah satu BUMD Pemkot Surabaya yang bergerak di bidang properti.

Baca juga: Risma Berencana Gunakan Sebagian Aset YKP untuk Bangun Rusun

Risma mengakui, bahwa BUMD tersebut selalu merugi tiap tahunnya. Namun, ia memastikan BUMD tersebut sudah maju.

Ia juga yakin direksi baru di PT SKU bisa mengelola aset YKP dengan baik dan mampu memberikan keuntungan dan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya.

"BUMD ini selama ini rugi terus. Sekarang dua tahun terakhir ini sudah untung. BUMD itu, PT Surya Karsa Utama. Alhamdulillah 2 tahun itu dia sudah untung di bidang properti," ucap Risma.

Meski demikian, rencana penyerahan aset YKP ke PT SKU itu masih menunggu pembahasan dengan DPRD Kota Surabaya. Ia mengaku, akan memperjuangkan hal tersebut agar tidak perlu membentuk BUMD baru.

"Saya akan bicara dengan DPRD nanti seperti apa. Saya kira enggak usah bentuk BUMD baru lah, tapi kita lihatlah nanti kondisinya," ujar Risma.

Kejati Jatim mulai menyelidiki kasus penyalahgunaan aset YKP atas laporan Risma. Diduga ada penyalahgunaan aset negara di yayasan yang dibentuk oleh Pemkot Surabaya sejak 1951 itu.

Seluruh modal dan aset awal berupa tanah sebanyak 3.048 persil tanah berasal dari pemkot, yaitu tanah negara bekas eigendom verponding.

Sejak pendirian, YKP selalu diketuai oleh wali kota Surabaya. Wali kota Surabaya terakhir yang menjabat ialah Sunarto pada 1999.

Baca juga: Aset YKP Dikembalikan, Kajati Jatim Pastikan Proses Hukum Jalan Terus

Karena ada ketentuan UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah yang menyebutkan kepala daerah tidak boleh rangkap jabatan, akhirnya pada 2000 Wali Kota Sunarto mengundurkan diri dan menunjuk Sekda Yasin saat itu sebagai ketua.

Pada 2002, Sunarto menunjuk dirinya lagi dan sembilan pengurus baru memimpin YKP. Sejak saat itu, pengurus baru itu mengubah AD/ART dan ada dugaan melawan hukum dengan memisahkan diri dari Pemkot Surabaya.

Hingga 2007, YKP masih setor ke kas daerah Pemkot Surabaya.

Namun, setelah itu YKP dan PT YEKAPE yang dibentuk YKP berjalan seolah diprivatisasi oleh pengurus hingga asetnya saat ini berkembang mencapai triliunan rupiah. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditemukan Banyak Pasir dalam Perut Hiu Paus yang Mati Terdampar di Pantai Kulon Progo

Ditemukan Banyak Pasir dalam Perut Hiu Paus yang Mati Terdampar di Pantai Kulon Progo

Regional
7 Pelaku Pencurian Traktor di Banjar Ditangkap, 4 Ditembak

7 Pelaku Pencurian Traktor di Banjar Ditangkap, 4 Ditembak

Regional
KKB Terus Beraksi di Nduga, Pangdam Tak akan Tarik Pasukan

KKB Terus Beraksi di Nduga, Pangdam Tak akan Tarik Pasukan

Regional
Kronologi TNI dan Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Satu Polsek Rusak, 7 Orang Luka

Kronologi TNI dan Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Satu Polsek Rusak, 7 Orang Luka

Regional
Coba Lagi Tangkap Buaya Berkalung Ban, Matt Wrigt Kembali ke Palu

Coba Lagi Tangkap Buaya Berkalung Ban, Matt Wrigt Kembali ke Palu

Regional
Kepala Sekolah Perkosa Siswinya Selama 4 Tahun, Korban Diancam Foto Bugil

Kepala Sekolah Perkosa Siswinya Selama 4 Tahun, Korban Diancam Foto Bugil

Regional
Peti Jenazah Pelajar SMA Dipikul 6 Pemuda Seberangi Sungai, Menginap Semalam karena Banjir

Peti Jenazah Pelajar SMA Dipikul 6 Pemuda Seberangi Sungai, Menginap Semalam karena Banjir

Regional
Respons Walkot Pontianak Soal Polusi di Kotanya Disebut Terburuk Keempat di Asia Tenggara

Respons Walkot Pontianak Soal Polusi di Kotanya Disebut Terburuk Keempat di Asia Tenggara

Regional
Soal Dana Desa, Mendagri Tito Minta Aparat Tak Langsung Tindak Kades yang Salah Administrasi

Soal Dana Desa, Mendagri Tito Minta Aparat Tak Langsung Tindak Kades yang Salah Administrasi

Regional
Pembunuhan Sadis terhadap Mertua di Sidoarjo, Gunakan Elpiji dan Gunting

Pembunuhan Sadis terhadap Mertua di Sidoarjo, Gunakan Elpiji dan Gunting

Regional
Tuntut Ungkap Kasus Pembunuhan, Mahasiswa dan Warga Bentrok dengan Polisi

Tuntut Ungkap Kasus Pembunuhan, Mahasiswa dan Warga Bentrok dengan Polisi

Regional
Dampak Virus Corona, Sri Mulyani Sebut Harga Gas, CPO dan Minyak Melemah

Dampak Virus Corona, Sri Mulyani Sebut Harga Gas, CPO dan Minyak Melemah

Regional
Tahanan Wanita Kabur Saat Hendak Disidang di PN Bandung

Tahanan Wanita Kabur Saat Hendak Disidang di PN Bandung

Regional
Kasus Driver Online Raup Bonus Rp 400 Juta dari 'Gojek Tuyul', Bagaimana Kecurangan Ini Dilakukan?

Kasus Driver Online Raup Bonus Rp 400 Juta dari "Gojek Tuyul", Bagaimana Kecurangan Ini Dilakukan?

Regional
Geramnya Ibu Kandung Tahu Anaknya Dibunuh Ayah, Pelaku Pura-pura Cari Delis

Geramnya Ibu Kandung Tahu Anaknya Dibunuh Ayah, Pelaku Pura-pura Cari Delis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X