Catat! 21-25 Juli Ada Festival Seni Lintas Budaya di Surabaya, Dimeriahkan 13 Negara

Kompas.com - 18/07/2019, 07:00 WIB
Warga menyaksikan penampilan peserta dari negara Bulgaria pada parade lintas budaya di Jalan Tunjungan Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/7/2018). Kegiatan itu merupakan rangkaian Surabaya Cross Culture International Folk and Art Festival 2018 yang diikuti oleh 10 negara dan tiga kota dari Indonesia. ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONO Warga menyaksikan penampilan peserta dari negara Bulgaria pada parade lintas budaya di Jalan Tunjungan Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/7/2018). Kegiatan itu merupakan rangkaian Surabaya Cross Culture International Folk and Art Festival 2018 yang diikuti oleh 10 negara dan tiga kota dari Indonesia.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya tahun ini kembali menggelar Cross Culture Festival atau festival seni lintas budaya bertajuk Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, tahun ini festival seni lintas budaya itu akan dimeriahkan 13 negara, di mana dua di antara 13 negara itu merupakan sister city dengan Kota Surabaya.

"Nanti ada 248 peserta yang akan ikut berpartisipasi dari mancanegara. Kemudian 94 peserta dari dalam negeri lintas provinsi," kata Antiek, di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (17/7/2019).


Baca juga: Festival Seni Budaya Jaton, Perekat Keberagaman Masyarakat

Ke-13 Negara yang turut memeriahkan cross culture itu, antara lain, Jepang, India, Polandia, Ceko, Timor Leste, Bulgaria, Uzbekistan, Russia, Mexico, Thailand, Italy, Busan (Korea), Guangzhou (China).

Di samping itu, kata Antiek, Pemkot juga mengundang lima lintas provinsi, di antaranya Kabupaten Banggai, Pangkalpinang, Kota Solok, Jawa Barat, Mengwi.

"Kami mencoba membuat sesuatu baru lagi agar di tiap event-nya lebih menarik. Biasanya dibuka dengan Festival Remo dan Yosakoi di Balai Kota, kali ini digelar dengan cara yang berbeda," ujar dia.

Antiek menuturkan, konsep berbeda pada festival lintas seni tahun ini, salah satunya akan ada workshop khusus yang melibatkan masyarakat umum, sehingga nantinya masyarakat dapat gabung untuk mengikuti workshop.

Ia memastikan, dengan digelarnya festival tersebut, dampak ekonomi yang dirasakan akan cukup besar, terutama untuk hotel, restoran, transportasi, dan suvenir.

Ajang itu sendiri bakal digelar pada 21-25 Juli 2019 mendatang di beberapa titik lokasi, seperti di Jalan Tunjungan, Taman Surya, hingga Tugu Pahlawan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tunjung Iswandaru menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk Jalan Tunjungan dan Taman Surya.

Pihaknya juga memastikan telah menyediakan kantong parkir yang disiapkan khusus untuk warga yang menyaksikan pesta rakyat itu.

"Kami menyediakan 8-10 kantong parkir yang terletak di wilayah area acara. Seperti di Jalan Genteng Kali, Balai Pemuda, Wijaya Kusuma, dan Jalan Pacar," kata dia.

Baca juga: Ribuan Masyarakat Jaton Hadiri Festival Seni Budaya Jawa Tondano

Berikut rangkaian acara Cross Culture Festival 2019:

1. 21 Juli 2019, pembukaan dan parade peserta dari Jalan Tunjungan menggunakan becak hias menuju Balai Kota, pukul 18.00-10.00 WIB.

2. 22 Juli 2019 peserta akan berkunjung ke Monumen Tugu Pahlawan, Museum BI, House of Sampoerna pukul 08.00-12.30 WIB.

3. 23 Juli 2019, workshop di Balai Pemuda sisi barat pukul 09.00-14.00 WIB.

4. 24 Juli 2019, penanaman pohon di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran serta penampilan seni di Ciputra World dan Royal Plaza pukul 18.30-21.00 WIB.

5. 25 Juli 2019, farewell party festival seni lintas budaya 2019 di Balai Kota Surabaya 18.00-22.00 WIB.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X